Takut Melahirkan Ibu ini Tega Kandung Bayi Selama 46 Tahun Hingga Begini Kondisi Bayinya Sekarang


MENGEJUTKAN, KONDISI BAYI INI SANGATLAH MENGERIKAN

Dimana setiap ibu rela mati-matian menyelamatkan bayinya, namun wanita ini tidak.

Kejadian ini dilakukan seorang wanita yang takut saat mau melahirkan, selama itu ia membiarkan bayi di dalam perutnya hingga kondisinya memprihatinkan. Sungguh tega wanita ini, ia hanya memikirkan keselamtannya saja sedangkan anaknya tidak.

Baca juga : Setiap Hari Mengeluh, Bagian 'Itunya' Anak ini Terus Mengeluarkan Darah dan Berbau Busuk Ternyata ini Penyebabnya

Sebuah kasus yang terjadi pada seorang wanita ini sangat langka. Wanita bernama Zahra Aboutalib menolak melahirkan bayinya 46 tahun yang lalu.

Kembali ke tahun 1955, saat itu Zahra masih berusia 26 tahun ketika ia baru tahu dia hamil.  Setelah menunggu selama 9 bulan akhirnya Zahra dilarikan ke rumah sakit setelah 48 jam mengalami kontraksi.

Setelah memeriksa kondisinya, dokter memberitahukan bahwa dia memerlukan pembedahan Caesar. Tapi di saat yang sama, Zahra kemudian melihat wanita hamil meninggal saat melahirkan.

Kisahnya sendiri berawal pada tahun 1995, tepatnya di sebuah desa kecil di luar Casablanca , waktu itu usinya baru 26 tahun Zahra Aboutalib hamil dengan anak pertamanya. dan sudah merasakan akan melahirkan, setelah 2 hari kesakitan akhirnya ia dilarikan ke rumah sakit setempat.

Dokter memberitahu bahwa ia akan membutuhkan operasi caesar. Di bangsal Zahra melihat seorang wanita ketika melalui proses melahirkan. Ia melarikan diri dari rumah sakit karena takut dia akan menemui nasib yang sama jika ia tetap di rumah sakit.

Baca juga : Demi Lindungi Adiknya Dari Pemerkosa, Bocah ini Rela Alami Kejadian Mengerikan



Pada hari-hari berikutnya, Zahra terus menderita sakit dengan bayi masih didalam rahimnya. Setelah beberapa hari rasa sakit berhenti dan bayi berhenti bergerak.

Dalam budaya Maroko, diyakini bahwa seorang bayi dapat tidur di dalam ibu untuk melindungi kehormatan. Zahra percaya mitos ini dan meletakkan kehamilan dari pikirannya. akhirnya dia mengadopsi tiga anak dan berharap bisa menjadi nenek.



Zahra mengalami kehamilan ektopik di mana telur telah tertanam dalam tabung tuba. Janin yang berkembang, meledak keluar dari tabung tuba dan terus berkembang dalam rongga perut.

Berhasil bertahan dengan melampirkan itu plasenta ke organ-organ vital di sekeliling perutnya.

Baca juga :  Awalnya Mengeluh Sakit Telinga, Tak Lama Wajah Anak ini Lumpuh Ternyata Penyebabnya Karena ini

Profesor Ouazzania dihadapkan dengan keputusan yang sulit ketika memutuskan apakah akan aman untuk mencoba dan menghilangkan janin dengan berat 7lb dan panjang 42cm itu.



operasi tetap dilakukan dan ditemukan bahwa janin telah calcified dan menjadi keras, benjolan padat. Saat itu, pada dasarnya,fakta tentang bayi jadi batu karna telah menyatu dengan dinding perut dan organ-organ vital.

Setelah hampir 4 jam para dokter bedah berhasil mengeluarkan janin dari calcified Zahra dan operasi dipuji sukses.

Lihat Videonya :


Baca juga : Malu Suami Miskin, Wanita ini Dibuat Meraung Setelah Ditinggal Suaminya dan Tau Isi Tentang Rahasianya

Ternyata apa yang dialami oleh Zahra inipun pernah terjadi di Indonesia, tepatnya di Jambi dan Baturaja



Di Jambi beberapa waktu lalu ada perempuan yang melahirkan “bayi batu”. Tetapi, sayangnya hingga kini kita belum tahu sebab-musababnya secara detail.

Dan bayi itu pun sudah diawetkan, dan disimpan hingga kini? Yang mengawetkan bayi itu adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher, Jambi, tempat perempuan tersebut melahirkan.

Kejadian selanjutnya terjadi di Baturaja, Hal ini dialami Ny Painah yang harus mengandung bayi selama 24 tahun yang dikira mioma, dimana sang bayi sudah meninggal di dalam perut tetapi tidak terjadi pembusukan dan janin tidak keluar (lahir) sebab posisi janin di dalam rongga perut (di luar rahim).
Top