Coba Bilang Ke Anak "Ibu Nggak Ngerti Kalau Adek Nangis Terus" Begini Tips Atasi Anak Cengeng Dan Suka Ngambek





ANAK CENGENG DAN SUKA NGAMBEK KARENA TIDAK DI TURUTI

Anak yang cengeng dan suka ngambek sangat ingin keinginannya dipenuhi. Ketika anak-anak merengek, rasanya suasana menjadi tidak bersahabat. 

Memenuhi permintaannya mungkin membuat suasana kembali damai, tapi pasti situasi rengekan akan kembali datang.


Mengurung anak di kamarnya atau menghukumnya karena merengek juga tidak akan memperbaiki situasi. Setelah hukuman selesai, ia tidak menemukan kenapa harus berhenti merengek.

Dia mungkin akan menemukan cara untuk menolak, untuk membuatnya sulit dikendalikan, atau untuk keluar dari siatusi yang tidak menyenangkan. Hal ini membuat situasi tidka menyenangkan.

Tapi tahukah kita, anak yang sedang ngambek atau cengeng itu memberitahukan informasi penting. Gunakan tips-tips untuk memenangkan perang di merengek.

SEGERA CARI TAHU

ٍSegeralah bereaksi dan jangan bersikap dingin. Anak-anak bisa menjadi cengeng dan ngambek sepanjang hari hingga orang tua menanggapi mereka.

Jangan tergoda untuk segera memenuhi permintaannya, tapi cari tahu hal yang mendasari sikapnya itu. Namun, semakin lama Anda membiarkan anak Anda mengeluh, semakin ia yakin untuk terus merengek.

Mulailah dengan membantu anak Anda memahami bahwa suara rengekannya itu sangat sulit untuk membuat kita bisa mendengarkan. Anda bisa mengatakan, “Ibu nggak ngerti kalau kamu nangis terus.

Coba bilang, Adek merasa apa? Stop nangisnya ya. Bilang sama Ibu.” Jangan berasumsi bahwa dia tahu apa artinya cengeng atau ngambek.

Tunjukan bagaimana kedengarannya merengek dengan menyebutkan hal itu kembali padanya. Juga, cari tahu apakah dia menangis atau merengek karena dia lelah atau lapar.

Terapkan jadwal tidur siang dan siapkan camilan dari rumah di tas Anda ketika pergi ke acara di luar untuk mencegah situasi yang memberi kesempatan untuk ngambek.

BACA JUGA:  Inilah 7 Karakter Orangtua Calon Pemilik Anak Sukses, Bunda Masuk Kategori Nomor Berapa?

LIBATKAN DALAM KEGIATAN ANDA

Apakah dia merengek karena dia mencoba untuk mengendalikan situasi? Jika itu yang terjadi, obalah ajak dia untuk berpartisipasi dalam kegiatan Anda.

Beri dia pekerjaan yang berhubungan dengan skenario tertentu. Misalnya, jika dia merengek tentang berapa lama Anda mengambil di supermarket, biarkan dia memilih apel dan memasukan ke kantung dan tanyakan berapa pilihan berapa banyak yang harus dibeli.

Bagaimana jika sikap cengeng dan ngambk itu hanya saluran untuk mengeluh? Sama seperti Anda ingin mengeluh dengan pasangan Anda tentang hari yang buruk di tempat kerja atau bertukar cerita stres dengan ibu lain, balita juga perlu mengekspresikan diri.

Contohnya, ketika anak Anda ingin mendapatkan balon banyak di acara tertentu, Anda bisa mengatakan, “Aku tahu kau benar-benar ingin memiliki balon tambahan, tapi setiap anak hanya mendapat satu saja di sini,” Seperti yang dikutip dari sayangianak.com mengatakan hal ini akan memvalidasi perasaan dan juga memberinya alasan mengapa Anda menolak permintaannya.

BACA JUGA: 6 Tipe Orang Tua Seperti Ini Perusak Masa Depan Anak, Jangan Sampai Bunda Salah Satunya


MENGULANGI KATA-KATA

Setiap kali dia merengek atau menangis ketika menginginkan sesuatu yang sebenarnya bisa Anda berikan, minta ia mengulangi kata-kata Anda.

Strategi untuk melakukannya adalah dengan mengajarkannya berkata dengan lebih baik.

Contohnya ketika ia mulai merengek ingin dibelikan sesuatu, cobalah meminta dia untuk menggunakan suara bagus dan mengatakan tolong. Lalu, tunjukkan apa yang harus dikatakan dan bagaimana mengatakannya.

Setelah dia melakukan itu, Anda bisa kemudian menanggapi permintaannya dengan ya atau tidak dengan alasan tertentu.

Meskipun Anda mungkin tergoda untuk menghukum anak Anda jika ia terus merengek, ingatlah bahwa itu bukan solusi terbaik.

Menjauhkan mainan favorit atau hak istimewa tidak mengajarkan anak-anak bagaimana untuk terlibat dalam cara yang positif untuk mendapatkan apa yang mereka mau dan hanya berakhir menambah perasaan mereka tidak berdaya.

BACA JUGA: Kisah Memilukan Ibu Yang Melahirkan Bayi Meninggal Dalam Kandungan

BERI PENGHARGAAN KETIKA MEREKA BERSIKAP MANIS


Ketika balita Anda meminta sesuatu dalam cara yang tenang dan manis, seperti “Boleh minta tolong ambilkan itu, Ibu?”, maka itu adalah kesempatan yang sempurna. Untuk apa? Untuk mengenali dan memperkuat perilaku baiknya.

Segeralah apresiasi keadaan itu. Anda dapat mengatakan, “Wah, Ade sopan sekali. Kalau mintanya seperti itu, Ibu senang mendengarnya.

Bahkan jika Anda menolak permintaannya,tetap tunjukkan seberapa baik ia menggunakan suara yang bagus itu.

Hal ini akan membuat dia cenderung berpikir untuk tidak merengek di waktu berikutnya. Anda akan lega Anda karena balita Anda tidak lagi cengeng dan ngambek, dan dia akan belajar bagaimana membuat dirinya bisa didengarkan orang lain.
Top