Capek Gendong Bayi? Kesal Anak Rewel? Ketika Ia Berusia 10 Tahun Dan Menolak Dipeluk, Saat Itu Kamu Menyesal!




SEKARANG CAPEK GENDONG ANAK SEMENTARA 5 TAHUN LAGI GENDONG, PELUK DAN CIUM TAK LAGI MENARIK BAGI ANAKMU

Tak pernah ada yang bilang merawat anak itu mudah, Capek dan kesal sih. Karena ketika anak sudah Berusia 7 - 10 Tahun, Menolak Dipeluk dan Lebih memilih bermain bersama teman-temannya, Saat Itu Kita sedih dan Menyesal!..

Tak pernah ada yang bilang merawat anak itu mudah. Bangun tengah malam karena tangisannya tentunya membuat kondisi badan tak nyaman. Seiring bertambah usianya, berat badannya pun bertambah, rasa pegal mulai melanda ketika diminta gendong.

Belum lagi ocehan cerewetnya ketika mulai bisa bicara. Semua hal ingin diceritakannya tanpa henti. Sementara terkadang pikiran sedang lelah karena pekerjaan dan ingin sekali istirahat. Apalagi kemana-mana selalu minta ditemani. Seolah tak ada lagi me time untuk ayah maupun bunda. Lelah? Capek?

Sekarang Kesal Ketika Terbangun Tengah Malam Akibat Tangisan, Ketika Ia Sudah Tidur Di Kamar Sendiri Justru Kamu Yang Rindu



Bisa dibayangkan pusingnya beraktivitas seharian dan ketika sampai di rumah mau beristirahat, malah terganggu tangisan bayi. Ingin rasanya mengabaikan begitu saja dan gunakan penutup telinga. Menyuruh pasangan untuk menenangkan si kecil di tengah malam sepertinya jadi pilihan menarik.


Tapi coba bayangkan, ketika anakmu beranjak besar dan kemudian meminta tidur di kamar terpisah. Jangankan tangisnya, kamu bahkan tak lagi bisa menemaninya menghabiskan malam sebelum mata terpejam. Seringnya dia justru memintamu meninggalkannya di kamar sendirian. Ketika itu kamu rindu tangis kecilnya dulu.

BACA JUGA: Ketika Kehilangan Orang yang Dicintai (Direbut Pelakor), Relakanlah Karena Ada Balasan Surga Untuk Istri Yang Tabah

Sekarang Capek Gendong, Sementara 5 Tahun Lagi Peluk Gendong Dirimu Tak Lagi Menarik Buatnya



Sedikit-sedikit si kecil akan minta gendong. Dipeluknya erat dirimu, seolah tak mau lepas. Bukannya tak sayang, tapi badannya yang kian berat memang kadang bikin pinggang terasa pegal.

Tapi momen ini sesungguhnya akan begitu lekas berlalu. Ketika ia sudah mulai lancar berjalan dan berlari, besar kemungkinan peluk gendongmu tak semenarik dulu. Makin dewasa malah ia malu untuk terus berada dibuaianmu. Dan ketika saat itu tiba kamu malah ingin menggendongnya selalu.

Sekarang Lelah Dengar Bawel Curhatnya, Ketika Masuk SMP Dia Tak Lagi Mau Bercerita



Kata-katanya mungkin tak jelas. Kalimatnya masih penuh berantakan. Ceritanya bercampur antara fiksi dan kenyataan. Pusing kalau harus meladeni anakmu bercerita terus menerus.

Padahal waktu itu tak akan berlangsung lama. Selepas SD dan beranjak masuk SMP dia hanya akan bercerita ke kawannya saja. Tak akan lagi dia berbagi cerita hari-harinya kepadamu.

BACA JUGA: "Enak ya Bisa Sambil Kerja" Faktanya 4 Masalah Wanita Pekerja Ini Tidak Mungkin Diketahui Para Ibu Rumah Tangga

Sekarang Malas Temani Sulitnya Bikin PR, Padahal Nanti Kamu Rindu Dimintai Solusi Akan Masalahnya



Sudahlah rumit menyelesaikan masalah kita sendiri, masih harus pulak diminta bantuan menyelesaikan soal-soal sekolah. Jalan paling mudah memang memberikan les tambahan dan kemudian tak lagi terlibat urusan tersebut.

Coba kamu sadari ketika nanti dia sudah punya banyak kawan dan mengenal pihak lain. Pada saat itu kamu mungkin akan jadi orang terakhir yang didatangi ketika mereka punya kesulitan. Ketika itu rindumu membuncah ingin mendengar keluh kesahnya dan dimintai solusi.

Sekarang Diajak Bermain Macam Beban, Sementara Selepas SD Dia Hanya Akan Bermain Dengan Temannya Saja



Tak mudah memang tetap tertarik dengan permainan anak-anak. Karena sebagai orang dewasa kita tak lagi mengalami tantangan melakukan permainan tersebut. Wajar kemudian rasa malas mendera ketika anak mengajak main bersama.

Namun sesungguhnya momen tersebut akan segera hilang. Selepas sekolah dasar ia juga sudah tak lagi melibatkanmu dalam kesenangan bermainnya. Orang tuanya akan dianggap tak bisa mengimbangi kemajuan jaman yang mereka hadapi. Dan kamu pun ditinggalkan.

Sekarang Peluk Cium Hanya Formalitas, Ketika Anakmu Dewasa Hanya Itu Yang Kau Rindukan



Kapan terakhir mencium si kecil? Mungkin kamu termasuk yang melakukannya sering. Tapi apakah kamu benar-benar meresapinya? Atau sekedar formalitas ketika melepasnya masuk ke sekolah misalnya.

Sekarang mungkin ciuman sayang itu hanya lewat begitu saja, namun percayalah kamu akan merasakan rindunya mencium anakmu ketika ia mendewasa. Tak mudah memintanya menerima ciumanmu nanti. Apalagi ketika di depan teman-temannya. Ia tentu malu terlihat sebagai anak manja, sementara ketika itu kamu yang butuh ingin bermanja dengaannya.

BACA JUGA:  6 Tipe Orang Tua Seperti Ini Perusak Masa Depan Anak, Jangan Sampai Bunda Salah Satunya

Sadarkah Kamu Momen Ini Hanya Akan Berulang Ketika Kamu Punya Cucu, Itupun Kalau Kamu Diberkahi Umur Panjang



Momen ini akan sesegera mungkin berlalu, dan taukah kamu hal itu hanya akan berulang nanti 20 tahun lagi ketika anakmu sudah mempunyai cucu. Dan ketika itu, apakah kamu masih diberi berkah umur panjang? Sampaikah kamu ke momen itu lagi?

Kenapa Orang Tuamu Memanjakan Cucunya? Bisa Jadi Dahulu Mereka Melakukan Kesalahan Sepertimu Saat Ini



Sebagaian kamu mungkin sering kesal ketika orang tuamu yang kini berpredikat kakek dan nenek begitu memanjakan cucunya. Semua kedisiplinan yang kalian terapkan bisa diterabas begitu saja oleh kakek nenek.

BACA JUGA: Inilah 7 Karakter Orangtua Calon Pemilik Anak Sukses, Bunda Masuk Kategori Nomor Berapa?

Coba kamu merenung sejenak, mungkin orang tuamu sedang membayar kerinduan dan rasa bersalahnya ketika merawatmu dulu. Mereka sudah menyadari betapa rindunya memelukmu, menggendongmu dan membelikanmu jajanan untuk membuatmu tersenyum. Mereka mungkin dulu tak melakukannya karena dulu mereka ada di posisimu.


Jadi pahami mereka, berbaik hatilah kepada mereka. Peluk orang tuamu saat ini juga dan cium mesra si kecil sedari sekarang.
Top