Video : Bakar Diri Demi Rakyat Pemimpin Ini Nekat Bakar Diri Karena Pemerintah Mengabaikan Perusahaannya



DRAMATIS! INILAH DETIK-DETIK PEMIMPIN SERIKAT PEKERJA MEMBAKAR DIRI

“Pemerintah tidak lagi mendukung perusahaan kami. Keluarga dari para pekerja kelaparan. Karena itu saya membakar diri saya sendiri demi rakyat Mongolia dan semua anak-anak kami!”

Pemimpin perserikatan pekerja yang tidak bisa disebutkan namanya itu sebelumnya meminta sebuah konferensi pers.

Kepada media, dia dan beberapa pria dari mengatakan tentang masalah mengerikan yang dihadapi oleh para penambang di Mongolia.

“Pemerintah tidak lagi mendukung perusahaan kami. Keluarga dari para pekerja kelaparan. Karena itu saya membakar diri saya sendiri demi rakyat Mongolia dan semua anak-anak kami!” ujarnya.

Lalu dia menuangkan cairan yang mudah terbakar ke jasnya lalu membakar dirinya secara tiba-tiba.
Konferensi pers tersebut berakhir dengan drama mengerikan.

Orang-orang yang hadir pun menjerit melihat peristiwa itu.

Rekan-rekan anggota serikat yang berada di sekitarnya langsung mencoba untuk memadamkan api dan menolong pria yang sudah terjatuh ke lantai.

Dengan menggunakan jaket mereka memukul-mukul api agar segera padam.

Setelah beberapa menit, kobaran api akhirnya padam dengan alat pemadam api.

Pria itu mengalami luka bakar serius dan dilarikan ke rumah sakit.

Dia pun dalam kondisi kritis karena 40 persen tubuhnya sudah terbakar.

Pemimpin serikat pekerja tersebut memprotes perlakuan pemerintah terhadap para penambang yang bekerja di perusahaan Erdenes Tavan Tolgoi seperti yang dikutip dari tribunnews.com.

Perusahaan ini memiliki 39 tambang batu bara di Mongolia.

Para penambang itu khawatir penjualan saham ke Cina bisa berdampak buruk para pekerja.

Mereka khawatir orang Cina membawa orang-orang dari negaranya untuk dipekerjakan di tambang tersebut.

Mongolia merupakan negara yang dikelilingi daratan Cina dan Rusia.

Mongolia mempertimbangkan penjualan saham sepuluh perusahaan milik negara, termasuk perusahaan tambang Tavan Tolgoi seperti yang dikutip dari tribunnews.com.

Karena ekonominya lesu, Mongolia pun berusaha mencari dukungan investor luar negeri.


Top