Super Mahal 1.8 Miliar Untuk Pesta Pernikahan Setelah Satu Tahun Sekarang Seperti Ini Nasibnya




Biaya saat melamar pasangannya saja mencapai Rp.599 Juta.

Belum lagi untuk biaya pesta pernikahan, Tapi lihat sekarang kondisi pasangan ini,.. harus berakhir tragis.

Satu tahun lalu warganet pernah dihebohkan dengan pernikahan super mahal Jaya Baramuli dan Andi Rahmaniar, pasangan asal Pinrang, Sulawesi Selatan.

Tak tanggung-tanggung, pernikahan itu menelan biaya Rp1,8 miliar. Dana miliaran tersebut dikeluarkan oleh Jaya Baramuli untuk sejumlah keperluan, termasuk uang panaik atau mahar dan membeli sebuah mobil.

Tapi sayang, baru setahun berlayar, biduk rumah tangga yang dibangun dengan biaya 'super mahal' ini dikabarkan kandas. Jaya Baramuli dan Andi Rahmaniar bahkan dikabarkan sudah bercerai.

Kabar tersebut disampaikan oleh seorang pengguna Facebook, Yuni Rusmini. " Masih ingat di pernikahan mewah di Pinrang antara Jaya Baramuli (52) dengan Andi Rahmaniar (27) yang menghabiskan biaya Rp 1,8 Miliar. Pernikahan itu hanya bertahan setahun dan telah kandas Juli lalu," tulis Yuni di dinding Facebook-nya.

Yang Gugat Cerai Ternyata...


Menurut Yuni, pasangan tersebut telah berpisah sejak 31 Juli 2017. Namun tak diketahui pasti sebab perceraian mereka.

" Akta cerainya juga sudah terbit sejak 10 Agustus lalu. Padahal, pernikahan keduanya berlangsung meriah. Sejumlah pejabat penting menghadiri resepsi mereka di Masjid Al Munawir Juli 2016 lalu," tambah Yuni.

Sementara, Panitera Muda Pengadilan Agama Pinrang, Imran, membenarkan informasi bahwa keduanya telah bercerai. " Istri yang mengajukan gugatan cerai," ujar Imran, sebagaimana dikutip Wajibbaca dari lama Dream.co.id

BACA JUGA: Maafkan Aku Istriku, Rumah Tangga Ini Sepertinya Jadi Neraka Bagimu Namun Kelak Menjadi Surga Karena Keikhlasanmu

Selain biaya yang mahal, saat melamar Andi Rahmaniar, Jaya juga merogoh kocek sebesar Rp599 juta sebagai uang panaik atau mahar. Jumlah mahar ini pun konon memiliki filosofi tersendiri. Sayangnya, cerita bahagia pasangan ini harus berujung pada perceraian.
Top