Niat, Doa, Tata Cara dan Rukun Shalat Jenazah Lengkap Bahasa Arab serta Latin


Niat, doa, dan tata cara shalat jenazah lengkap ? Pic source : abadikini

Manusia hidup di dunia ini hanya sementara saja, karena sudah menjadi rahasia umum jikalau kehidupan yang sesungguhnya adalah akhirat yang kekal nanti.

Mungkin dahulu, para pendahulu kita mempunyai umur yang panjang dan juga rata-rata sampai beratus bahkan sampai beribu tahun.

Pada zaman Nabi misalnya, yang banyak dikkisahkan umur seseorang bisa sampai ratusan tahun dan masih bisa berkelana hingga memimpin sebuah daerah.

Baca juga : Bacaan Lengkap, Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal Dunia

MasyaAllah, sungguhlah itu adalah kekuasaan Allah SWT yang nyata adanya.

Akan tetapi di era sekarang ini, bukannya beratus tahun, malah masih belasan tahun saja sudah dipanggil oleh Allah SWT tanpa ada penyakit atau apa pun.

Berharap mendapatkan tempat terbaik, mereka yang telah terpanggil lebih dahulu mungkin saja meninggalkan duka yang mendalam bagi sanak keluarga dan teman.

Boleh bersedih, namun jangan sampai terlarut dalam situasi tersebut karena bukan tangisan yang mereka butuhkan.

Tapi doa untuk orang yang sudah meninggal, dimana diajarkan dalam Islam. Salah satunya yakni melaksanakan rukun shalat jenazah untuk mengantarkan mereka pergi dengan damai.

Menjadi sebuah pertanyaan, bagaimana hakikat shalat tersebut di dalam Islam sendiri?

Shalat Jenazah dalam Islam

Ketika seorang muslim ingin memahami bagaimana rukun shalat jenazah secara urut. Hal lain yang tak boleh dilewatkan adalah memahami bagaimana pengertian sebenarnya dari shalat tersebut.

Shalat jenazah adalah shalat yang dikerjakan dalam 4 kali takbir saat ada seorang muslim yang meninggal dunia.

Karena bagi muslim yang meninggal haruslah dimandikan atau disucikan terlebih dahulu kemudian dishalati sebelum dikebumikan.

Sedangkan hukum menshalati jenazah sendiri adalah fardu kifayah atau kewajiban yang ditujukan kepada orang banyak (muslim).

Tetapi bila sebagian sudah melaksanakan shalat tersebut maka gugurlah kewajiban bagi yang lainnya.

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلِّىَ عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ ، وَمَنْ شَهِدَ حَتَّى تُدْفَنَ كَانَ لَهُ قِيرَاطَانِ  . قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ  مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ

Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth.”

Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dua qiroth?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar.” (HR. Bukhari no. 1325 dan Muslim no. 945)

Sungguhlah kiranya amalan yang mungkin menurut kita dilaksanakan karena memang ingin mengantarkan keluarga, tetangga, atau pun kerabat ini adalah termasuk ke dalam saling toleransi.

Akan tetapi dibalik rukun shalat jenazah dan bacaannya yang kita amalkan mampu menjadikan pahala yang sebesar itu bagi diri kita. MasyaAllah...

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah didatangkan seorang mayit dan ia memiliki utang.

Lantas beliau bertanya, ‘Apakah orang tersebut memiliki kelebihan harta untuk melunasi utangnya?

Jika ternyata ia tidak melunasi dan punya kelebihan harta lalu utang tersebut dilunasi, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyolatkan mayit tersebut.

Namun jika tidak dilunasi, maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada kaum muslimin, ‘Shalatkanlah sahabat kalian.’ (HR. Bukhari no. 1251).

Hadits ini menunjukkan bahwa hukum shalat jenazah adalah fardhu kifayah karena ketika itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika tahu si mayit tidak melunasi utangnya, maka beliau enggan menyolatinya.

Setelah mengetahui perihal serba-serbi shalat jenazah, berikut ini adalah doa, niat, cara, dan rukun shalat jenazah beserta bacaanya yang bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Niat, Doa, Tata Cara dan Rukun Shalat Jenazah Lengkap

Bagi kita yang mungkin mendengar ada seseorang yang meninggal, dan kebetulan kita ingin mendatangi dan menshalatinya.

Maka hal yang peru diketahui adalah bagaimana tuntunan sholat jenazah lengkap guna meraih ridha-Nya dalam melaksanakan amalan baik tersebut.

Rukun Shalat Jenazah

Niat, doa, dan tata cara shalat jenazah lengkap ? Pic source : ummi-online

Berbicara mengenai bagaimana cara shalat jenazah dan bacaannya, pastikan terlebih dahulu kita sebagai umat Islam mengetahui bagaimana rukun shalat tersebut.

Jangan sampai kita tak tahu dan asal datang ke masjid atau mushala saja tanpa memahami rukun shalat jenazah yang benar.

Oleh karena itu, inilah ringkasan rukun shalat jenazah sesuai sunnah, diantaranya adalah:

1. Niat

Setiap shalat dan ibadah lainnya kalo gak ada niat dianggap gak sah, termasuk niat melakukan Shalat jenazah.

Niat dalam hati dengan tekad dan menyengaja akan melakukan shalat tertentu saat ini untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT.

"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam agama yang lurus,

dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (QS. Al-Bayyinah : 5).

Hadits Rasulullah SAW dari Ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Setiap orang mendapatkan sesuai niatnya." (HR. Muttafaq Alaihi).

2. Berdiri Bila Mampu

Shalat jenazah sah jika dilakukan dengan berdiri (seseorang mampu untuk berdiri dan gak ada uzurnya). Karena jika sambil duduk atau di atas kendaraan atau hewan tunggangan, Shalat jenazah dianggap tidak sah.

3. Takbir 4 kali

Aturan ini didapat dari hadits Jabir yang menceritakan bagaimana bentuk shalat Nabi ketika menyolatkan jenazah.

Dari Jabi ra bahwa Rasulullah SAW menyolatkan jenazah Raja Najasyi (shalat ghaib) dan beliau takbir 4 kali. (HR. Bukhari : 1245, Muslim 952 dan Ahmad 3:355)

Najasyi dikabarkan masuk Islam setelah sebelumnya seorang pemeluk nasrani yang taat. Namun begitu mendengar berita kerasulan Muhammad SAW, beliau akhirnya menyatakan diri masuk Islam.

4. Membaca Surat Al-Fatihah

5. Membaca Shalawat kepada Rasulullah SAW

6. Doa Untuk Jenazah

Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW :

"Bila kalian menyalati jenazah, maka murnikanlah doa untuknya." (HR. Abu Daud : 3199 dan Ibnu Majah : 1947).

Diantara lafaznya yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW antara lain:

"Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i watstsalji wal-baradi."

7. Doa Setelah Takbir Keempat

Misalnya doa yang berbunyi:

"Allahumma Laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlana wa lahu.."

8. Salam

Baca juga : Tanpa Kamu Tahu, Ini Keadaaan Orang yang Hutangnya dibawa Mati!

Tata Cara Shalat Jenazah

Niat, doa, dan tata cara shalat jenazah lengkap ? Pic source : dakwatuna

Selanjutnya adalah mengenai tata cara shalat jenazah, dan inilah rincian mengenai hal tersebut.

A.  Niat

Shalat jenazah sama seperti shalat fardhu atau sunnah harus diawali dengan niat, tidak sah shalat seseorang jika tidak diawali dengan niat.

Pun niatnya adalah semata-mata hanya untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT.

Niat untuk jenazah laki-laki :

اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

"Ushalli 'alaa haadzal mayyiti arba'a takbiiraatin fardhal kifaayati lillaahi ta'aalaa"

Artinya: Saya niat shalat atas mayyit (laki-laki) ini empat takbir fardhu kifayah karena Allah SWT.

Niat untuk jenazah perempuan :

اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

"Ushalli 'alaa haadzihil maytati arba'a takbiiraatin fardhal kifaayati lillaahi ta'aalaa"

Artinya: Saya niat shalat atas mayyit (perempuan) ini empat takbir fardhu kifayah karena Allah SWT.

B.  Takbiratul ihram (Allaahu Akbar) / Takbir pertama

Setelah takbiratul ihram (Allahu Akbar) / takbir pertama diteruskan membaca Surat Al-Fatihah sampai dengan selesai.

C.  Takbiratul ihram (Allaahu Akbar) / Takbir kedua

Setelah takbiratul ihram (Allahu Akbar) / takbir kedua diteruskan dengan membaca Shalawat atas Nabi Muhammad SAW.:

.اَللَٰهُمُّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

"Allahumma shalli 'alaa muhammad, wa 'alaa ali muhammad"

Artinya: "Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad SAW., beserta keluarganya".

Pembacaan Shalawat lebih sempurnanya sebagai berikut :

اَللَٰهُمُّ صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، اَللَٰهُمَّ بَارِكْ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ إِبَرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

"Allahumma shalli 'alaa muhammad, wa 'alaa ali muhammad. kamaa shallaita 'alaa ibraahiim, wa 'alaa ali ibraahiim.

wabaarik 'alaa muhammad, wa 'alaa ali muhammad. kamaa baarakta 'alaa ibraahiim, wa 'alaa ali ibraahiim. Fil 'alaamiina innaka hamiidummajiid"

Artinya: "Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad SAW., beserta keluarganya.

Sebagaimana telah Engkau beri rahmat kepada kepada Nabi Ibrahim AS., dan keluarganya. dan limpahkanlah berkat atas Nabi Muhammad SAW., besrta keluarganya.

Sebagaimana Engkau memberi berkat atas Nabi Ibrahim AS., dan keluarganya. di seluruh alam semeta Engkaulah yang Maha Terpuji dan Maha Mulia".

D.  Takbiratul ihram (Allaahu Akbar) / Takbir ketiga

Setelah takbiratul ihram (Allahu Akbar) / takbir ketiga diteruskan membaca Do'a :

(اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ (لَهَا) وَارْحَمْهُ (هَا) وَعَافِهِ (هَا) وَاعْفُ عَنْهُ (هَا

"Allaahummaghfir lahu (haa) warhamhu (haa) wa'aafihii (haa) wa'fu 'anhu (haa)".

Artinya: " Ya Allah, ampunilah dia, kasianilah dia sejahterakanlah dia dan ampunilah segala dosa dan kesalahannya".

Pembacaan Do'a lebih sempurnanya sebagai berikut :

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ (لَهَا) وَارْحَمْهُ (هَا) وَعَافِهِ (هَا) وَاعْفُ عَنْهُ (هَا)، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ (هَا)، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ (هَا)، وَاغْسِلْهُ (هَا) بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ (هَا) مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ (هَا) دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ (هَا)، وَاَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ (هَا)، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ (هَا)، وَقِهِ (هَا) فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّار

"Allaahummaghfir lahu (haa) warhamhu (haa) wa'aafihii (haa) wa'fu 'anhu (haa) wa akrim nuzulahu (haa) wa wassi' madkhalahu (haa) waghsilhu (haa).

Bil maa-i wats tsalji wal baradi wa naqqihi (haa) minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minad danasi wa abdilhu (haa) daaran khairan min daarihi (haa).

Wa ahlan khairan min ahlihi (haa) wa zaujan khairan min zaujihi (haa) wa qihi (haa) fitnatal qabri wa 'adzaaban naar".

Artinya:

"Ya Allah, ampunilah dia, kasianilah dia, sejahterakanlah dia dan ampunilah segala dosa dan kesalahannya, hormatilah/mulyakanlah kedatangannya, luaskanlah tempat tinggalnya dan bersihkanlah ia dengan air, salju dan embun.

Bersihkanlah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih bersih dari segala kotoran, gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari yang terdahulu,

dan gantikanlah baginya ahli keluarga yang lebih baik dari pada ahli keluarga yang terdahulu dan peliharalah (hindarkanlah) ia dari siksa kubur dan azab neraka".

Pembacaan Do'a jika jenazah masih anak-anak sebagai berikut:

"Allaahummaj'alhu farathan li abawaihi wa salafan wa dzukhran wa'izhatan wa'tibaaran wa syafii'an wa tsaqqil bihii mawaaziinahumaa wafrighis shabra 'alaa quluubihimaa walaa taftinhumaa ba'dahu walaa tahrimnaa ajrahu".

Artinya:

"Ya Allah, jadikanlah ia sebagai simpanan pendahuluan bagi ayah bundanya, dan sebagai titipan kebajikan yang didahulukan, dan pengajaran ibarat serta syafa'at abgi orang tuanya.

Beratkanlah timbangan ibu bapaknya karenanya, berilah kesabaran dalam hati mereka. dan janganlah menjadikan fitnah bagi ayah bundanya sepeninggalnya dan janganlah Engkau menghalangi pahala kepada kedua orang tuanya".

Keterangan:

Lafadz/bacaan hu contoh Allaahummaghfir lahu jika jenazahnya laki-laki, karena jika jenazahnya perempuan lafadz/bacaannya ha contoh Allaahummaghfir lahaa.

Ejaan farathan dibaca farodon, dzukhran dibaca zuhron, wa'tibaaran dibaca wa'tibaaron, shabra dibaca sobro.

E. Takbiratul ihram (Allaahu Akbar) / Takbir keempat

Niat, doa, dan tata cara shalat jenazah lengkap ? Pic source : posbekasi

Setelah takbiratul ihram (Allahu Akbar) / takbir keempat diteruskan membaca Do'a :

اَللّٰهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

" Allaahumma laa tahrimnaa ajrahu (haa) walaa taftinaa ba'dahu (haa) waghfir lanaa wa lahu (haa)".

Artinya:

"Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami (janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya), dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia."

Pembacaan Do'a lebih sempurnanya sebagai berikut :

اَللّٰهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ وَلَاِ خْوَا نِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَاتَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَااِنَّكَ رَؤُفٌ رَّحِيْمٌ

" Allaahumma laa tahrimnaa ajrahu (haa) walaa taftinaa ba'dahu (haa) waghfir lanaa wa lahu (haa) wa li-ikhwaaninal ladziina sabaquunaa bil iimaani wa laa taj'al fii quluubinaa ghillal lil-ladziina aamanuu rabbanaa innaka rauufur rahiim".

Artinya :

" Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami, janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, ampunilah kami dan dia serta bagi saudara-saudara kami yang mendahului kami dengan iman,

janganlah Engkau menjadikan gelisah dalam hati terhadap orang-orang yang beriman, Ya Allah ya tuhan kami, sesungguhnya engkau Maha Pengampun juga Maha Penyayang".

F.  Mengucapkan Salam

Terakhir mengucapkan slam sambil menengokkan muka kekanan dan kekiri dengan bacaan :

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْتُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

"Assalaamu 'alaikum wa rahmatul laahi wa barakaatuh"

Artinya : "Keselamatan, Rahmat dan Berkat Allah SWT., semoga tetap pada kamu sekalian".

Sudahkah kita mengerti akan hal-hal yang dianjurkan ketika sedang melaksanakan shalat jenazah tersebut? Semoga menjadikan diri kita sebagai orang yang mawas diri dan semakin baik dari hari ke hari.
Top