Berikut Perbedaan Haji dan Umroh yang Jauh agar Jangan Disalah Pahami


Perbedaan haji dan umrah / Pic source : haji umroh ziarah

Bagi setiap manusia yang hidup di dunia, khususnya umat Islam yang ingin sekali meraih ridha Allah SWT sebagaimana orang yang beriman dan nantinya mendapat surga-Nya.

Maka beribadah hanya satu-satunya jalan untuk bisa mewujudkan semua hal tersebut.

Membahas perihal hal tersebut, setiap umat Islam pastilah ingin agar amal kebaikannya di dunia bisa teratur dan berkelanjutan adanya.

Islam pun sebagai agama yang sempurna memberikan kemudahan yakni dengan adanya rukun Islam yang bisa dijadikan acuan dalam beribadah agar poin penting tersebut bisa dijalani.

Di sampaing kebaikan lain yang mungkin saja sifatnya jauh lebih kecil, namun tak mengurangi pahala yang besar pula.

Sudahkah kita tahu perihal rukun Islam yang bisa menjadi acuan kita khususnya sebagai muslim untuk beribadah kepada Allah SWT?

Rukun Islam di dalam Islam sendiri di dalam Islam terdapat lima perkara yang wajib diimani oleh setiap muslim. Diantaranya adalah,

1. Syahadat atau menyatakan kalimat tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad itu utusan Allah.

2. Shalat, dimana merupakan ibadah sembahyang lima waktu sehari.

3. Zakat yakni dengan memberikan 2,5% dari uang simpanan kepada orang miskin atau yang membutuhkan.

4. Saum atau berpuasa dan mengendalikan diri selama bulan suci Ramadan.

5. Haji pergi beribadah ke Mekkah, setidaknya sekali seumur hidup bagi mereka yang mampu.

Itulah rukun Islam yang bagi setiap muslim bukan hanya sebagai rukum atau pondasi dalam ke-Islaman saja.

lebih dari itu, di dalamnya terkandung segala macam kebaikan, salah satunya acuan untuk beribadah kepada Allah SWT untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya.

Berbicara mengenai rukun Islam dan poin-poinnya, terfokus pada ulasan terakhir atau tentang pergi berhaji.

Menjadi pertanyaan, bukankah pergi berhaji hanya untuk yang mampu?

Memang benar, akan tetapi dewasa kini bisa jadi orang-orang yang diberikan rezeki lebih oleh Allah SWT nyatanya menggunakan hartanya tersebut untuk berhaji dan umrah lebih dari sekali.

Lantas, apa hal tersebut tidak apa-apa?

Lepas dari hal tersebut yang seakan terlihat sama saja, perbedaan haji dan umroh menurut islam?

Berikut Perbedaan Haji dan Umroh yang Jauh agar Jangan Disalah Pahami

Perbedaan haji dan umrah / Pic source : masbadar

Pernahkah kita bertanya apa beda haji dan umrah itu?

Seperti kelihatannya mereka yang telah menunaikan ibadah tersebut sama-sama pergi ke tanah suci.

Memang Rukun Islam yang terakhir adalah naik haji ke Baitullah.

Maksudnya adalah berkunjung ke tanah suci untuk melaksanakan serangkaian amal ibadah sesuai dengan syarat, rukun, dan waktu yang telah ditentukan.

Ibadah haji ditentukan kepada muslim yang mampu. Pengertian mampu atau kuasa yaitu mempunyai bekal yang cukup untuk pergi dan bekal bagi keluarga yang ditinggalkannya.

Sama halnya dengan umrah yang dapat dilakukan pada bulan- bulan lain selain bulan Zulhijah.

Haji dan umrah merupakan suatu kegiatan rohani yang di dalamnya terdapat pengorbanan, ungkapan rasa syukur, berbuat kebajikan dengan kerelaan hati, melaksanakan perintah Allah.

Serta mewujudkan pertemuan besar dengan umat Islam lainnya di seluruh dunia. Firman Allah swt. Surah Ali'Imran 3:96-97:

نَّ اَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِىْ بِبَكَّةَ مُبَارَكاً وَهُدًى لِلْعَالَمِيْنَ ٠ فِيْهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ اِبْرَاهِيْمَ ٬ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ٬ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلاً ٠ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اﷲَ غَنِىٌّ عَنِ الْعَالَمِيْنَ٠ 

Artinya: "Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkati, dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.

Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah ia.

Dan mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup melakukan perjalanan ke Baitullah.

Dan barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan) semesta alam. "

Di dalam Al-Quran Allah Ta'ala juga berfirman pada Surat al-Baqarah 2:196:

وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّهِ

Artinya: “Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. "

Sehingga dari hal tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwa haji dan umrah adalah dua ibadah yang berbeda meskipun semuanya mempunyai satu makna yakni berserah diri kepada Allah SWT.

Pengertian Haji dan Umrah dalam Islam

Lebih lanjut membahas tentang haji dan umrah bedanya, dimana sejatinya pengertian haji menurut bahasa (etimologi) adalah pergi ke Baitullah (Kakbah) untuk melaksanakan ibadah yang telah ditetapkan atau ditentukan Allah swt.

Pengertian haji secara istilah (terminologi) adalah pergi beribadah ke tanah suci (Mekah), melakukan tawaf, sa’i, dan wukuf di Padang Arafah serta melaksanakan semua ketentuan-ketentuan haji di bulan Zulhijah.

Sedangkan pengertian umrah menurut bahasa (etimologi) yaitu diambil dari kata “i’tamara” yang artinya berkunjung.

Di dalam syariat, umrah artinya adalah berkunjung ke Baitullah (Masjidil Haram) dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah dengan memenuhi syarat tertentu yang waktunya tidak ditentukan seperti halnya haji.

Nah, sampai disini sudah tahu kan perihal perbedaan haji dan umrah itu?

Lebih lengkapnya lagi, inilah ulasan mengenai perbedaan haji dan umrah dari segi wajibnya.

Hukum Ibadah Haji dan Umrah

Meskipun sama-sama pergi ke tanah suci untuk beribadah, ibadah haji memiliki hukum wajib yang berbeda dengan umrah.

Mulai dari wajib bagi yang telah mampu melaksanakannya.

Mampu dalam arti meliputi banyak hal, yaitu mampu dalam segi materi untuk berangkat dan untuk keluarga yang ditinggalkan, mampu dalam segi fisik, dan kondisi psikologis.

Sedangkan untuk umrah, sebagian ulama mengatakan wajib (bagi yang mampu) namun ada juga sebagian yang mengatakan ibadah umrah ini dihukumi sunnah muakad.

Perbedaan haji dan umroh ini bisa menambah pengetahuan kita untuk menjadikan ibadah menjadi lebih ringan dan mudah dalam menjalaninya.

Hal yang sangat penting kita perhatikan saat melakukan umrah atau haji di tanah suci adalah bahwa seseorang yang melakukan perjalanan ini diluruskan niatnya untuk beribadah dan bukannya plesiran.

Predikat haji akan diberikan untuk mereka yang telah menunaikan ibadah haji, sedang untuk mereka yang melakukan ibadah umrah tidak akan mendapatkan predikat ini.

Namun demikian, dengan pengetahuan yang benar maka kita tidak akan marah ketika kembali dari tanah suci dan orang tidak menambahkan predikat haji untuk kita.

Hal ini juga merupakan salah satu perbedaan haji dan umroh.

Selain ulasan tersebut, perbedaan haji dan umroh terletak pada waktu pelakasanaanya.

Di mana ibadah haji tidak bisa dilakukan sewaktu-waktu dan hanya boleh dilakukan di bulan haji yaitu pada tanggal 9 hingga 13 Zulhijah.

Sehingga ibadah haji yang dilakukan di luar bulan itu tidak sah dilakukan, atau dengan kata lain haji hanya bisa dilakukan setahun sekali.

Sedangkan ibadah umroh bisa dilakukan sewaktu-waktu selain pada tanggal yang dimakruhkan yaitu Arofah pada 9 Dzulhijah, hari nahar tanggal 10 Dzulhijah dan hari tasyrik yaitu tanggal 11, 12, 13 Dzulhijah.

Itulah perbedaan haji dan umrah dari segi waktu yang harus kita pahami agar sewaktu-waktu ada rezeki yang Allah berikan dan kita ingin menunaikan salah satunya.

Akan kita ketahui kapan waktu yang tepat untuk datang menginjakkan kaki di tanah suci guna beribadah kepada-Nya.

Sehingga setelah mengetahui perihal perbedaan antara kedua ibadah agung tersebut, berikut fakta lainnya mengenai haji dan umrah yang juga berbeda sebagai bentuk pemahaman untuk kita nantinya.

Fakta Lain Mengenai Umrah dan Haji

Perbedaan haji dan umrah / Pic source : umrohhaji

Selain pembahasan perihal perbedaan dan umrah dalam segi pengertian dan waktu. Berikut ini adalah syarat, rukun, wajib, dan sunnah haji maupun umrah di dalam Islam.

Apa saja? Simak selengkapnya disini.

Syarat Haji

Syarat wajib haji adalah mampu (kuasa), Islam, berakal, baligh, merdeka, ada bekal, dan aman
dalam perjalanan.

Rukun Haji

Rukun haji adalah sebagai berikut.

Ihram

Ihram yaitu berniat untuk mulai mengerjakan ibadah haji dengan memakai kain putih yang tidak dijahit. Ibadah ini dimulai setelah sampai di miqat (batas-batas yang telah ditetapkan).

Miqat ini dibagi dua yaitu:

1. Miqat zamani, yakni batas yang telah ditentukan berdasarkan waktu.

Mulai bulan Syawal sampai terbit fajar tanggal 10 Zulhijah. Maksudnya, hanya pada masa itulah ibadah haji bisa dilaksanakan.

2. Miqat makani, yaitu batas yang telah ditetapkan berdasarkan tempat. Miqat makani dibagi
ke dalam beberapa temjat yaitu sebagai berikut.

  • Bagi orang yang bermukim di Mekah, niat ihram dihitung sejak keluar dari Mekah.
  • Bagi orang yang berasal dari Madinah dan sekitarnya, niat ihram dimulai sejak mereka sampai di Dzulhulaifah (Bir Ali).
  • Bagi orang dari Syam, Mesir, dan arah barat, memulai ihram mereka ketika sampai di Juhfah.
  • Bagi orang yang datang dari Yaman dan Hijaz, ihram dimulai setelah mereka sampai di bukit Qarnul Manazil.
  • Bagi orang dari India, Indonesia, dan negara yang searah memulai ihram setelah mereka berada di bukit Yalamlam.
  • Bagi orang yang datang dari arah Irak dan yang searah dengannya, ihram dimulai dari Dzatu Irqin.

Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah adalah berhenti di Padang Arafah sejak tergelintirnya matahari tanggal 9 Zulhijah sampai terbit fajar pada tanggal 10 Zulhijah.

Tawaf Ifadah

Tawaf ifadah adalah mengelilingi Kakbah sebanyak 7 kali dengan syarat sebagai berikut.

1. Suci dari hadas dan najis baik badan maupun pakaian.

2. Menutup aurat.

3. Kakbah berada di sebelah kiri orang yang mengelilinginya.

4. Memulai tawaf dari arah hajar aswad (batu hitam) yang terletak di salah satu pojok di luar Kakbah.

Macam-macam tawaf itu sendiri ada lima macam yaitu seperti berikut ini.

  • Tawaf qudum adalah tawaf yang dilakukan ketika baru sampai di Mekah
  • Tawaf ifadah adalah tawaf yang menjadi rukun haji
  • Tawaf sunah adalah tawaf yang dilakukan semata-mata mencari rida Allah.
  • Tawaf nazar adalah tawaf yang dilakukan untuk memenuhi nazar.
  • Tawaf wada adalah tawaf yang dilakukan sebelum meninggalkan kota Mekah


Sa’i

Sa’i adalah lari-lari kecil atau jalan cepat antara Safa dan Marwa (keterangan lihat QS Al Baqarah: 158).

إِنَّ الصَّفَا وَ الْمَرْوَةَ مِنْ شَعَآئِرِ اللهِ

"Sesungguhnya Shafa dan Marwah itu adalah daripada syiar-syiar Allah jua."

Sehingga syarat-syarat sa’i adalah sebagai berikut.

1. Dimulai dari bukit Safa dan berakhir di bukit Marwa.

2. Dilakukan sebanyak tujuh kali.

3. Melakukan sa’i setelah tawaf qudum.

Tahalul

Tahalul adalah mencukur atau menggunting rambut sedikitnya tiga helai. Pihak yang mengatakan bercukur sebagai rukun haji, beralasan karena tidak dapat diganti dengan penyembelihan.

Tertib.

Tertib maksudnya adalah menjalankan rukun haji secara berurutan.

Wajib Haji

Perbedaan haji dan umrah / Pic source : hidayatullah

Wajib haji ada tujuh macam, yakni sebagai berikut.

1. Ihram mulai dari miqat.

2. Bermalam di Muzdalifah pada malam hari raya haji.

3. Melempar Jumratul Aqabah.

Melempar tiga jumrah yakni.

  1. Jumrah ula,
  2. Jumrah wusta, dan
  3. Jumrah aqabah.

Melempar jumrah ini dilakukan setiap hari pada tanggal 11, 12, dan 13 bulan Zulhijah dan waktunya setelah tergelincir matahari.

Masing-masing jumrah dilempar sebanyak 7 (tujuh) kali dengan batu kecil.

4. Bermalam di Mina.

5. Tawaf wada.

6. Menjauhkan diri dari larangan atau perbuatan yang diharamkan dalam ihram dan umrah yaitu sebagai berikut.

  • Bagi pria dilarang memakai pakaian berjahit.
  • Menutup kepala bagi pria dan menutup muka bagi wanita
  • Memotong kuku.
  • Membunuh hewan buruan.
  • Memakai wangi-wangian.
  • Hubungan suami isteri (bersetubuh)
  • Mengadakan aqad nikah (kawin atau mengawinkan).
  • Memotong rambut atau bulu badan yang lain.


Sunnah Haji

Adapun sunnah haji ada enam perkara, yakni sebagai berikut.

1. Cara mengerjakan haji dan umrah. Terdapat tiga macam sunnah mengerjakan haji dan umrah yaitu sebagai berikut.

  • Ifrad : melakukan haji lebih dahulu, kemudian barn umrah.
  • Tamattu : mendahulukan umrah, kemudian haji.
  • Qiran : ibadah haji dan umrah dilakukan secara bersama-sama.


2. Membaca talbiyah selama dalam ihram sampai melempar jumrah aqabah pada Hari Raya Haji. (Idul Adha).

3. Berdoa setelah membaca talbiyah.

4. Berzikir sewaktu tawaf.

5. Salat dua rakaat sesudah tawaf.

6. Masuk ke Kakbah (Baitullah).

Adapun rukun dan wajib umrah lebih sedikit daripada haji, yakni sebagai berikut.

1. Rukun Umrah


  • Ihram disertai niat.
  • Tawaf atau mengelilingi Kakbah.
  • Sa’i lari-lari kecil antara Safa dan Marwa.
  • Bercukur atau memotong rambut minimal tiga helai.

2. Wajib Umrah

1. Ihram dari miqat yang terbagi menjadi dua macam yaitu sebagai berikut.

  • Miqat zamani (batas waktu) yakni dapat dilakukan sewaktu-waktu.
  • Miqat makani (batas mulai ihram) seperti halnya haji.

2. Menjaga diri dari larangan-larangan ihram yang jumlahnya sama dengan larangan haji.

Nah, sudah sangat paham bukan dengan ulasan tersebut mengenai bedanya umrah dan haji?

Semoga bermanfaat.
Top