"mengenai masalah sah atau tidak boleh saja berbeda tapi adab itu paling utama" Kesalahan Pakaian Untuk Sholat Yang Penting Difahami Untuk Ikhwan dan Akhwat



JANGAN TERLALU CEPAT MENILAI SESEORANG SEBELUM MENGENALINYA

Semua sebenarnya tergantung situasi dan keadaan umpama kita menghadap presiden pakai celana kolor kan ndak mungkin, ngak sopan apalagi menghadap Allah....

Pakaian sebagai kebutuhan primer kita sehari-hari sangat layak diperhatikan terlebih ketika kita menghadap Allah di dalam sholat. Kita diharuskan berpakaian bersih suci dari segala jenis najis dan menutup aurat. Permasalahan bersih dari najis, tentu kita sudah banyak yang memahaminya.

Tetapi tentang menutup aurat? Seperti bagaimanakah pakaian yang seharusnya dikenakan di waktu sholat?

Beberapa kriteria pakaian sholat yang sepatutnya diperhatikan seorang muslim.

1. Tidak ketat sehingga menggambarkan bentuk aurat. 

Mengenakan pakaian ketat jelas tidak disukai syariat dan kedokteran karena efeknya berbahaya bagi badan. Bahkan ada yang saking ketatnya hingga membuat pemakainya tidak dapat sujud. Bila karena mengenakannya seseorang meninggalkan sholat, maka jelas pakaian semacam ini haram. Dan memang kenyataan menunjjukkan bahwa mayoritas orang yang mengenakan pakaian semacam ini adalah orang-orang yang tidak sholat.

2. Tidak tipis dan tidak transparan

Sebagaimana makruh (dibenci)nya sholat dengan pakaian ketat yang menggambarkan bentuk aurat, maka demikian pula tidak boleh sholat dengan pakaian yang tipis yang tampak secara transparan apa yang ada di baliknya seperti pakaian sebagian orang yang gila mode di jaman ini, mereka poles apa yang dianggap aib oleh syariat hingga tampak indah. Mereka adalah tawanan-tawanan syahwat, budak-budak adat dan mereka mempunyai propagandis yang menyerukan propaganda-propaganda, menawarkan mode-mode baru, "Inilah yang terbaru, inilah yang trendi, tidak kolot dan kuno.

3. Shalat dengan Menggunakan Sepotong Baju

ALLAH  berfirman dalam Surah al A’raaf : 31 (yang terjemahannya): “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, … “ yang dimaksud kata al masjid dalam ayat ini adalah shalat.

Dari Abu Hurairah , dia berkata : ” Seorang laki-laki berdiri (menghadap) Nabi  . Lantas dia bertanya kepada beliau mengenai shalat dengan hanya mengenakan satu potong baju. Rasulullah   bersabda : ‘Apakah (berat) untuk masing-masing kalian mencari dua potong busana?!’ ” (H.R. Bukhari). Ibn Abdil Barr berkata dalam kitab al Tamhiid (VI/369): “Sesungguhnya para ulama ahli ilmu merasa malu untuk memakai sepotong busana saja ketika melakukan shalat . Mereka selalau merias diri dengan cara memakai baju terbaik  yang mereka miliki, memakai parfum dan menggunakan siwak.

4. Shalat dengan Busana yang Penuh dengan Gambar

Dari Aisyah , dia berkata : “Rasulullah  mengerjakan shalat dengan (mengenakan) khamishah (jenis baju yang terbuat dari bulu) yang ada gambarnya. Ketika telah mengerjakan shalat, beliau bersabda : “Pergilah kalian kepada Abu Jahm ibn Hudzaifah dengan khamishah ini. Dan bawalah kepada anbijaniyyah (jenis baju yang tebal dan kasar). Karena sesungguhnya khamishah tadi telah mengganggu konsentrasiku ketika shalat.” (Riwayat Bukhari dalam kitaab al shalah, Muslim dalam kitaab al masaajid wa mawaadhi’ al shalah, an Nasaa’iy dalam kitaab al shalah, Ibn Majah dalam kitaab al libaas, Malik dalam al Muwaththa’ (I/91) serta al Baihaqi dalam al Sunan al Kubraa (II/423) ).

Dari Anas , dia berkata : “Dulu Aisyah memiliki kain tipis (yang bergambar) yang dibuat tutup (tabir) di samping rumahnya. Lantas Rasulullah  bersabda kepadanya : “Jauhkanlah dariku karena dia selalu tergambar dan terlintas kepadaku ketika sedang shalat.” (Riwayat Bukhari dalam kitaab al shalah dan kitaab al libaas )

Al Qasthalani berkata bahwa jika gambar yang ada di hadapan bisa mengganggu konsentrasi orang yang sedang shalat, lebih-lebih lagi apabila gambar itu dipakai. ( Irsyaad al Saariy (VIII/484) ).

5. Menyingsingkan Lengan Busana dan Menjalin (mengikat) Rambut Ketika Shalat

Diantara kesalahan-kesalahan yang diperbuat ketika shalat adalah menyingsingkan lengan baju ketika akan memulai shalat. Dari Ibnu Abbas , dia berkata : Rasulullah  bersabda : “Aku diperintahkan untuk sujud di atas tujuh anggota badan dan (dilarang) menjadikan satu baju (menyingsingkannya) dan rambut (menjalinnya).” (Riwayat Imam Muslim dalam kitaab as shalah, An-Nasaa’iy dalam kitaab as shalah, Ibnu Majah dalam kitaab iqaamah al shalah dan Ibnu Khuzaimah dalam kitaab as shalah) seperti yang dikutip dari alquran-sunnah.com.

Lalu bagaimana bila kita menjumpai dua orang muslim yang seperti kisah dibawah ini ?, yang dilansir dari akun facebook ahmad.tsauri.92.

Dua pemuda Arab yang mengikuti madzhab Maliki sholat dengan menutup aurat di atas lutut. Menurut madzhab Maliki aurat paha itu aurat mukhafafah, aurat yang ringan. Sah sholatnya.

Islam itu sangat luas, -kita tidak sedang berbicara kepatutan dan kepantasan -, yang salah jika menganggap yang berbeda dengannya masuk neraka.

Mau diatas mata kaki atau diatas lutut sekalipun terserah jika paham ilmunya.

Jangan kagetan, aja gumunan. Luasnya syariat bisa mengakomodir semua kondisi manusia, yang tak terbatas. Kodrat kita berbeda-beda, jadi kenapa memaksa semua harus sama dengan kita?

Wallahu Ta’ala A’lam,



Top