Awalnya Diremehkan Apa yang Menjadi Pekerjaan Ibu Ini Setelah Mengerti Semuanya Berikan Hormat dan Tertunduk

Komentar



Apa jadinya suatu saat pekerjaan Anda diremehkan oleh seseorang.

Padahal jelas-jelas semua jenis pekerjaan itu penting.

Seperti pekerjaan ibu ini yang awalnya di remehkan begitu saja ketika mengetahui penjelasannya semuanya langsung berikan hormat dan tunduk..

Apa jadinya suatu saat pekerjaan Anda diremehkan oleh seseorang. Padahal jelas-jelas semua jenis pekerjaan itu penting. Tidak ada pekerjaan yang merugikan diri sendiri atau pun orang lain. Dari sekecil apapun pekerjaan misalnya: menyapu halaman. Nah ini memang kelihatannya remeh dan pekerjaan yang gampang. Emang Anda mau menyapu halaman, padahal bukan pekerjaan Anda?

Nah loh, jika mereka (yang menyapu) merasa terusik dengan pekerjaannya. Bilang saja diremehkan, apalah jadinya halaman Anda? Kotor? Bau? Mungkin jadi kaya hutan atau rumah tak berpenghuni.

Seperti halnya yang dikisahkan wanita ini yang dikutip dari laman islamidia.com.

Seorang wanita bernama Emily sedang memperbaharui SIM mobilnya kemudian ia ditanya oleh seorang petugas tentang pekerjaannya. Dia sangat kesal dan bingung untuk mengatakan identitasnya.

Petugas pun mencoba menjelaskan. ,”Maksud saya, apakah kamu memiliki pekerjaan, atau kamu hanyalah seorang…?”

Wanita ini langsung memotong kalimat tersebut,”Tentu saja aku punya pekerjaan, aku seorang ibu!”

Petugas tersebut menjelaskan,”Kami tidak menuliskan “ibu” sebagai pekerjaan, mungkin ibu rumah tangga bisa menjelaskannya.”

Aku melupakan kejadian tersebut begitu saja sampai suatu hari aku menemukan kejadian yang sama di kantor kepolisian setempat.

Aku sedang berbicara dengan seorang petugas yang kelihatannya sangat intelek dan berkedudukan tinggi.

Petugas ini bertanya, “Apa pekerjaanmu?” Aku bingung sejenak, namun semua itu terjawab dengan sendirinya.

“Aku adalah seorang peneliti di bidang pertumbuhan anak-anak dan hubungan manusia.” Petugas tersebut kaget dengan jawabannya, kemudian memandangku seolah-olah ia salah mendengar. Petugas tersebut mengulang kembali pertanyaannya secara perlahan untuk memastikan aku mendengarnya dengan jelas.

“Bolehkah saya menanyakan, apa yang anda lakukan di dalam lapangan penelitian anda?” Tanya petugas tersebut kembali

Dengan sangat santai aku sendiri bingung semua jawaban ini terlontar dari mulutku.

“Aku melakukan sebuah penelitian di laboratorium dan di lapangan. Aku bekerja untuk tuanku dan aku telah memiliki 4 kredit. Tentu saja pekerjaanku sangat berkaitan erat dengan kemanusiaan dan aku sering bekerja 14 jam sehari. Namun pekerjaan ini sangat menantang bahkan melebihi karir atau uang.” Aku melihat petugas tersebut berubah menjadi sangat hormat padaku dan mengantarku ke pintu keluar.

Ketika aku sampai di rumah, aku disambut oleh ketiga asisten labku yang berusia 10 tahun, 7 tahun dan 3 tahun. Di lantai atas, aku bisa mendengar model eksperimen terbaru kami yang berusia 6 bulan di dalam penelitian pertumbuhan anak ini yang sedang mencoba suara barunya.

BACA JUGA: Kasih Nama Anak Jangan Cuma Didengar Keren Saja, Awas Nama-nama Jin Berikut Ini Malah Banyak Dipakai Sebagai Nama Anak

Tiba-tiba aku merasa menang akan birokrasi. Aku pergi kepada tempat resmi dan dicatat sebagai orang dengan pekerjaan lebih terhormat dan tentunya sangat diperlukan umat manusia, “seorang ibu”
Top