Badannya Gendut, Audy Dibully Habis-Habisan, Apakah Sudah Bobrok Benar Mental Masyarakat Indonesia ini?

Memang bicara itu gampang, tapi untuk menjaga supaya berkata dengan baik itu yang susah. Kenapa bisa begitu ya?

Itu disebabkan karena tidak adanya pengontrolan saat berkata atau berbicara.

Seperti kejadian ini yang salah satunya tentang tata krama saat bicara. Tapi yang satu ini tidak melakukan secara langsung tapi lewat media sosial. Para netizen yang menghina atau menjelek-jelekkan salah satu artis ini yaitu Audy.

Mereka melakukan body shaming atau bahasa kasarnya mengejek tubuh Audy yang terlihat lebih gemuk dari sebelumnya. Komentar-komentar tersebut mengalir begitu saja dari akun-akun Instagram warganet yang mungkin mainnya “kurang jauh” ini.


hipwee
Bagaimana bisa seseorang yang sama sekali nggak berhubungan sama Audy dengan santainya berkomentar “Lihat Audy ngeri banget” atau “Ya Allah baru liat langsung kaget..

Buset dah baru anak satu dah kayak tante2, gendathnyaa.. diet donk mba Audy“. Mentalitas sok merasa berhak memaki ini memang penyakit akut yang harus segera disembuhkan. Sebagaimana di kutip dari hipwee.

Sebuah akun Instagram bernama @selebrita7 yang merupakan sebuah program acara stasiun televisi swasta tanah air awalnya ingin menginformasikan kalau keluarga Iko Uwais dan Audy Item bakal hadir dalam program acara mereka nanti.

Baca Juga :  Bikin Geger Netizen, Pengakuan Mbah Mijan Perihal Ayu Ting Ting dan Susuk Ini Jadi Viral!

Mereka akan membahas bagaimana Iko Uwais dan istrinya itu menjaga komunikasi dengan sang anak.

Tapi bukan berkomentar soal itu, para warganet yang sepertinya belum bijak menggunakan media sosial ini malah mengomentari foto yang diunggah oleh akun tersebut.

Dalam frame tersebut terlihat keluarga kecil Iko Uwais ini sedang diwawancara. Dan mulailah komentar-komentar negatif bermunculan tanpa memikirkan perasaan orang yang mereka bully.



Jika saya jadi Audy mungkin akan membalas satu-satu komentar orang ini, atau langsung mempermalukannya di depan umum dengan komentar yang telah diperbuatnya. Beruntung, Audy bukan saya. Dan bukan dari bagian orang-orang yang nggak akan segan-segan “memukul balik” para netizen yang bisa dibilang kurang dewasa ini.

 Body shaming adalah tindakan yang mengomentari bentuk fisik, penampilan, atau citra diri seseorang secara negatif dan hal ini sebenarnya tidak bisa diterima. Namun, apa daya.

Baca Juga :  Bagaimana Mungkin? Ini Alasan 68 Persen Pria Lebih Memilih Wanita Bertubuh Gemuk Berisi Sebagai Istri!

 Warganet yang menganggap komentar-komentar ini adalah bagian dari kebebasan berekspresi dan bermedia sosial, justru bersembunyi di balik kebebasan itu tanpa tahu batasan.

Entahlah apa yang dipikirkan Audy saat ratusan orang mengomentari bentuk tubuhnya yang sekarang. Tapi yang jelas, Audy membalas orang-orang ini dengan cara yang lebih tenang dan elegan.

 Ia tidak menyalahkan langsung orang-orang ini, tapi malah berterima kasih dan mendoakan tukang ejek ini agar sehat dan bahagia. Komentar seperti ini justru lebih menampar, bukan?



Sungguh komentar yang justru lebih menohok dari pada membalas dengan hal yang sama. Bagaimana Audy menerima cibiran warganet terhadap tubuhnya, yang seolah pernah memberinya uang barang satu rupiah ini, memang patut diapresiasi. Ujaran kebencian yang dilempar balik tentu saja bukan menjadi hal yang berguna.

Tapi apakah orang-orang ini sudah sempurna sehingga bisa mengatai bentuk tubuh orang sebebasnya? Apakah bentuk tubuh langsing, putih, tinggi, adalah cerminan atau tolak ukur cantik bagi seorang perempuan? Jika memang iya, berarti pikiran orang-orang yang komentar itu masih terjebak pada kelamnya doktrin kolonialisme.

 Karena orang Indonesia itu bukan soal fisik tapi soal keanggunan. Jadi cantiknya orang Indonesia tidak ada hubungannya dengan tinggi, putih, atau pun kurus.

Orang-orang yang mengejek tubuh Audy yang sekarang jelas saja mainnya kurang jauh. Di Mauritania sana, semakin gemuk seseorang, maka semakin cantik dan menarik dia dikatakan. Sedangkan di suku Karen, wanita yang semakin panjang lehernya, maka semakin cantik ia dianggap. Apakah warganet yang berkomentar negatif itu tahu tentang hal ini?

Atau bisa jadi, orang-orang ini sedang memperlihatkan rasa irinya kepada Audy yang memiliki sosok Iko Uwais yang selalu berada di sampingnya. Menerima Audy apa adanya. Karena cinta Iko Uwais sudah nggak sebatas fisik saja, tapi jauh melampaui itu. Pernah di sebuah kesempatan, Iko akhirnya menanggapi salah satu komentar negatif warganet pada istrinya:

Memang sekarang istri saya gendut, itu karena pengorbanan dia sebagai seorang ibu sekarang, yang sudah melahirkan anak dari saya, tapi saya sangat bersyukur dengan mempunyai seorang istri seperti dia, walaupun dia gendut sekarang, tetap sehat dan bugar.

Dan dia mempunyai hati yang sangat istimewa, sayang terhadap keluarga dan suaminya. Tidak pernah mengomentari hal yang negatif terhadap yang lain seperti Anda..terima kasih. – Iko Uwais

Sepertinya Iko nggak perlu mengatakan hal ini dua kali. Memang dasarnya saja warganet sudah kepalang nyinyir. Jika yang lain mencibir bentuk tubuh Audy, sebagian lain malah menyalahkan si tukang foto, alias pemotret. Mereka menganggap kalau angle foto itu yang salah karena diambil dari bawah, sehingga Audy terlihat gendut.

Tapi bukan itu masalahnya. Bukan sudut foto yang perlu dibenahi, tapi sudut pikiran para komentator-lah yang harus dikalibrasi. Sekalipun cuma bercanda, body shaming tetap sangat tidak diterima dan menunjukkan ketidakdewasaan (hari gini masih main fisik aja). Berhentilah nyinyir soal tubuh seseorang yang terlalu kurus atau terlalu gendut.

Pertama, kamu bukan siapa-siapa. Kedua, kalau mereka lebih nyaman seperti itu, dan nggak ada satu pun keluarga atau orang terdekatnya keberatan dengan itu, berarti itu bukan masalah buatmu. Paham?

Semoga setelah ini bisa lebih bijak ya, meskipun kamu merasa tubuhmu sudah sempurna kayak model ala-ala Victoria Secret, tetap saja body shaming seperti ini tidak diterima sampai kapan pun. Ingat, nggak ada manusia yang sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan Yang Maha Esa.

Oh ya, doa dari saya sih semoga kalian yang mencela penampilan Audi ini sudah punya pendamping yang rasa cintanya paling nggak setara Iko Uwais. Kan kasihan kalau kalian yang mencela aja masih jomblo.
Top