5 Penyakit yang Tidak Boleh Remehkan Meskipun Awalnya Cuma Batuk Saja

Komentar
Sering kali sebagian banyak dari kalian meremehkan penyakit yang awalnya cuma batuk saya tetapi kalau itu melebihi 2 minggu sangat fatal kondisinya, berikut ini penjelasan-penjelasannya.

Batuk merupakan respon alami dari tubuh sebagai sistem pertahanan saluran napas jika terdapat gangguan dari luar. Respon ini berfungsi untuk membersihkan lendir atau faktor penyebab iritasi agar keluar dari paru-paru. Biasanya, batuk akan sembuh dalam waktu kurang dari 3 minggu. Tapi, kamu perlu berhati-hati jika mengalami batuk yang nggak kunjung sembuh lebih dari 2 minggu. Menurut beberapa ahli kesehatan, batuk tersebut termasuk sebagai batuk kronis dan bukan batuk biasa.



Berikut beberapa penyakit serius yang perlu diwaspadai jika kamu mengalami batuk yang nggak kunjung sembuh dalam waktu lebih dari 2 minggu.

1. Pertusis atau batuk rejan, penyakit menular akibat infeksi bakteri pada paru-paru dan saluran pernapasan


Pertusis atau batuk rejan disebabkan oleh bakteri dan disertai dengan demam, hidung meler, batuk terus menerus yang membuat seseorang sulit bernapas. Gejala awalnya mirip dengan flu, yakni pilek, batuk ringan, dan demam. Ketika menghirup udara ke paru-paru saat batuk dapat menghasilkan suara khas rejan yang bernada tinggi. Pada kondisi awal banyak orang yang nggak mengalami demam, tapi batuk kronis yang menyertai pertusis bisa berlangsung selama berminggu-minggu. Jika dibiarkan, maka pertusis ini bisa berkembang menjadi pneumonia.

Baca Juga : Imunisasi Campak dan Rubella (MR) Sebabkan Kelumpuhan, Simak Tanggapan Dokter ini


2. Bukan hanya perokok saja yang bisa mengidap kanker paru-paru, tapi juga kamu yang batuk terus-menerus lebih dari 2 minggu
 

Kanker paru-paru adalah suatu kondisi di mana sel-sel tumbuh secara tidak terkendali di dalam paru-paru. Kondisi ini kebanyakan diderita oleh para perokok aktif dan pasif. Pada tahap awal, nggak ada tanda atau gejala yang jelas, tapi gejala seperti batuk secara berkelanjutan, selalu merasa kehabisan napas, kelelahan tanpa alasan dan penurunan berat badan akan muncul. Waspadai kanker paru-paru jika batuk telah berlangsung lebih dari dua minggu dan disertai batuk berdarah, suara serak, lendir berwarna, nyeri menelan, dan nyeri di dada.

3. Pneumonia atau yang dikenal dengan istilah paru-paru basah diawali dengan gejala batuk kering yang semakin parah pada malam hari


Pneumonia merupakan infeksi yang memicu inflamasi pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru. Biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri pneumococcus. Pada pengidap pneumonia, sekumpulan kantong-kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru akan membengkak dan dipenuhi cairan. Secara umum, pneumonia dapat ditandai dengan gejala-gejala yang meliputi batuk, demam dan kesulitan bernapas. Batuk yang dialami biasanya cenderung kering dan memburuk pada malam hari. Jika batuk nggak kunjung sembuh setelah 10 hari, sulit bernapas, nyeri dada, demam, lendir batuk berwarna hijau atau kekuningan, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter.

4. Penyakit menular tuberkulosis atau TBC yang risikonya tinggi jika kekebalan tubuh terganggu atau terpapar dengan rokok sepanjang hari


Tuberkulosis yang juga dikenal dengan singkatan TBC adalah penyakit menular paru-paru yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini ditularkan dari penderita TBC aktif yang batuk dan mengeluarkan titik-titik kecil air liur dan terinhalasi oleh orang sehat yang nggak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit ini. TBC paling sering menyerang paru-paru dengan gejala klasik berupa batuk, berat badan turun, nggak nafsu makan, demam, keringat di malam hari, batuk berdarah, nyeri dada, dan lemah. Jenis batuk juga bisa berdahak yang berlangsung selama lebih dari 21 hari. TBC bisa berakibat fatal jika nggak diobati sampai tuntas karena kuman TBC bisa menyebar ke tulang belakang, persendian, otak, bahkan jantung.

5. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit paru yang menyebabkan kesulitan bernapas


PPOK terjadi ketika saluran udara dan kantung udara di paru-paru menjadi meradang atau rusak. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh rokok dan seseorang yang di atas usia 45 tahun. Paru-paru orang yang terkena PPOK akan menghasilkan lendir berlebih dan secara refleks tubuh akan mencoba untuk mengeluarkan lendir tersebut melalui batuk, terutama di pagi hari. Selain itu kerusakan jaringan yang terkait dengan PPOK akan menyebabkan sesak napas.

Nah, jika kamu mengalami batuk yang berlangsung selama lebih 2 minggu atau nggak kunjung sembuh meski telah minum obat, jangan tunda untuk periksa ke dokter, ya!
Top