5 Jutawan ini Malah Memilih Hidup Sederhana, Meskipun Hartannya tak Habis Dimakan 7 Turunan

Mungkin sebagian besar orang bisa bilang banyak uang akan menjadikan kita orang yang paling bahagia dan beruntung didunia ini,tapi jangan jadikan hal itu menjadi tolak ukur bagi diri kita.

Menjadi kaya mungkin menjadi impian hampir setiap orang. Dengan menjadi kaya dan banyak uang, bisa dibilang semua keinginan yang kita impikan dapat diperoleh. Tapi seperti kata orang, uang memanglah bukan segalanya. Namun segalanya tanpa uang juga kadang tidak berarti apa-apa.

Ternyata, tidak semua orang yang berpikir seperti itu. Buktinya, ada loh beberapa orang tajir di dunia ini yang lebih memilih hidup miskin. Bahkan tidak tanggung-tanggung, ada dari mereka itu yang rela menyumbangkan seluruh hartanya untuk siapa saja yang membutuhkan. Jadi siapa saja hartawan yang memilih jadi kere itu? inilah alasannya

4 Anggota TNI yang Rela Berkorban Harta dan Nyawa Demi Masyarakat, Bukti Pengabdian Total
Miliarder yang sadar betapa miskinnya hatinya

Menyumbangkan segalanya 


Umumnya jika kita berlibur di tempat yang kumuh dan kotor, kita akan memilih untuk tidak lagi datang ke sana. Hal itu pula yang seharusnya dialami oleh Graham Pendril saat mengunjungi Kenya. Namun rupanya hatinya mulai terketuk ketika melihat kehidupan suku Masai yang sangat jauh dari peradaban. Ketika Graham kembali ke Inggris, dia memutuskan untuk menjual semua aset yang dimilikinya dan tinggal dengan keadaan miskin di Kenya. Setelah bertemu suku Masai Graham sadar meskipun seorang milyarder yang punya banyak uang, namun sayang hatinya miskin.
Belajar mandiri dari PM Thailand

Baca juga : Fakta, Banyak Orang Indonesia MESKI Pendapatan Minimalis, Gaya Hidupnya Luar Biasa

Mengajarkan Bekerja 



Apa jadinya jika kamu adalah anak orang kaya dan terkenal. Pastinya hidup enak dan segala keinginan akan terpenuhi dengan harta dan jabatan sang ayah. Namun sepertinya Thaksin Shinawatra agak berbeda dalam mendidik anaknya. Alih-alih memanjakan putrinya dengan kekayaan yang dimiliki, perdana menteri ini malah mengajarkan para anaknya hidup mandiri. Tidak tanggung-tanggung, dia menyuruh putrinya untuk bekerja di sebuah tempat makan cepat saji. Tujuannya hanya satu, agar anaknya tahu cara untuk menghasilkan uang dengan keringat sendiri. Tak jarang pria ini mengunjungi tempat di mana putrinya itu bekerja.
Tidak semua kebahagiaan itu berupa uang


Memilih menjauh



Umumnya mereka yang terlahir dengan keadaan miskin, kadang dalam dirinya ada niatan untuk mengubah jalan hidupnya dengan menjadi kaya. Rupanya hal itu pula yang ada dalam pikiran Yah Karl Rabeder. Terlahir miskin, dia berusaha sangat keras menjadi seorang yang kaya dan sukses dengan membuka berbagai bisnis. Ternyata Karl benar-benar membuktikan perkataannya dengan menjadi salah satu orang terkaya di kotanya. Namun ternyata hasil tidak sesuai dengan harapan, Karl mengaku sangat tidak suka dengan cara hidup orang kaya. Akhirnya pria ini menyumbangkan segala uang dan bisnisnya serta memilih untuk hidup sederhana di sebuah rumah kecil dari kayu.
Milyarder yang jadi petugas kebersihan


Jadi bersih-bersih 



Biasanya saat seorang sudah menjadi kaya, kadang mereka akan ogah untuk melakukan pekerjaan yang jorok. Kan punya uang tinggal bayar orang saja pasti langsung selesai. Namun sepertinya hal itu tidak terjadi dengan Yu Youzhen, seorang miliarder yang jadi tukang sampah. Ya, padahal jika dia mau, perempuan ini bisa dengan mudah membayar ratusan ribu petugas kebersihan dengan Rp 10 Miliar harta yang dia miliki. Namun nampaknya wanita ini benar-benar menolak hidup glamor serta memilih hidup biasa. Bahkan anak dan cucunya pun diajak bekerja paruh waktu dengan dirinya.
Jadi kaya tidak harus menjadi orang lain


Hidup sederhana 



Seorang miliarder terkenal Nicholas Berggruen rupanya lebih memilih menjadi miskin ketimbang harus pamer harta seperti orang lain. Bisa dibilang dia ini adalah seorang konglomerat yang kere. Ya, alih-alih memilih tinggal di rumah gedongan dan belanja barang ternama, orang kaya ini malah hidup sederhana, bahkan tak memiliki rumah. Tak jarang dia menyumbangkan banyak hartanya hanya demi dibagikan pada mereka yang membutuhkan.

Dari kisah mereka kita jadi paham kalau memang memiliki banyak uang kadang tidak menjamin kebahagiaan. Justru sebaliknya, dengan menjadi sederhana orang-orang ini menemukan ketenangan sejati. Berkaca dari mereka, kebahagiaan masing-masing orang itu berbeda. Namun satu hal yang pasti, sesuatu yang disebut kebahagiaan adalah apapun yang membuat hati menjadi tenang, meskipun kadang tidak logis.
Top