Sungguh Miris, Suami Ingin Anak Laki-laki Hingga Aborsi 4 Kali, yang Terjadi Malah Begini

Komentar
Empat kali aborsi demi mempunyai anak laki-laki, hidup wanita berakhir tragis. Alasannya ternyata dari sang suami?

Aborsi 4 kali sampai akhirnya berakhir tragis / copyright shanghaiist

Sebagai seseorang yang telah memilih untuk menempuh hidup baru, pastilah akan ada hal yang ingin direncanakan bersama. Mulai dari membeli rumah baru, sampai berencana untuk memiliki momongan.

Artikel pilihan : Hanya dengan Jawab 2 Pertanyaan Ini, Ternyata Kemampuan Intelektualmu Bisa Ditentukan Lho

Siapa yang tak ingin mempunyai anak sebagai pelengkap keluarga? Pastinya semua orang yang telah menikah menginginkan anak untuk meramaikan keceriaan rumah.

Ya, memiliki sepasang anak laki-laki dan perempuan adalah kebahagiaan tersendiri bagi setiap orang tua.

Tapi, beberapa orang tua nampaknya sangat bahagia ketika ia memiliki salah satu di antara keduanya baik itu anak laki-laki saja atau anak perempuan saja.

Apapun jenis kelamin anak yang lahir di keluarga kita, alangkah baiknya jika kita menerimanya dengan lapang dada dan bahagia.

Jangan biarkan karena keegoisan dan keinginan kita yang bersifat sementara, kita lantas mengabaikan keselamatan kita maupun keluarga. Seperti apa yang dialami oleh wanita asal Anhui, China berikut ini.

Dikutip dari laman shanghaiist, karena memaksa ingin mendapatkan anak laki-laki, hidup wanita muda ini harus berakhir tragis.

Wanita yang tidak disebutkan namanya ini meninggal dunia setelah ia melakukan aborsi sebanyak empat kali dalam setahun.

Usut punya usut, wanita ini mengalami sakit parah dan kondisinya terus memburuk pasca aborsi ke empatnya.

Ia yang sangat ingin mendapat anak laki-laki demi mewujudkan keinginan suami, selama ini memang dilaporkan telah melakukan aborsi ilegal sebanyak empat kali.

Aborsi dilakukan setiap kali ia mengetahui bahwa anak yang dikandungnya berjenis kelamin perempuan.

Sayang, kondisi tubuhnya tak sekuat yang ia bayangkan. Tubuhnya terlalu lemah dan ia pun mengalami berbagai penyakit komplikasi hingga meninggal dunia.

Atas kematiannya, keluarganya kini sedang meminta pertanggungjawaban dari pihak suaminya. Kematiannya dianggap disebabkan oleh keegoisan suami yang menuntutnya memiliki anak laki-laki.

Kabar yang ada menyebutkan bahwa wanita ini telah melahirkan anak perempuan empat tahun yang lalu. Tapi suami dan keluarganya kurang puas dengan kelahiran tersebut.

Suaminya pun meminta wanita tersebut mengandung kembali dan harus anak laki-kaki. Sayang, setiap kali wanita itu mengandung, anak yang dikandung adalah perempuan.

Keluarga wanita menuntut tanggung jawab suami / copyright shanghaiist

Artikel pilihan : Percaya atau Tidak, Peralatan Dapur Ini Kumannya Lebih Banyak Dibandingkan Dudukan Toilet Lho

Untuk mengetahui jenis kelamin anak di dalam kandungan, wanita tersebut melakukan scan atau USG ilegal di sebuah klinik setempat. Di klinik ini jugalah ia melakukan aborsi.

Mengenai sang suami, saat keluarga istri menuntut dan meminta pertanggungjawabannya, ia justru kabur dari rumahnya. Tidak diketahui di mana ia berada saat orang tua sang istri ramai-ramai berkunjung ke rumahnya sambil membawa abu anak mereka.

Sungguh miris sekali jika mengetahui berita seperti itu. Sebuah pecutan bagi para orang tua yang masih saja kekeuh dengan tradisi lama bahwa memiliki anak lelaki jauh lebih baik ketimbang perempuan.

Ketahuilah bahwa anak adalah karunia dari Allah SWT yang titipkan kepada orang tua untuk dijaga dan dikasihi.

Bagaimana pun keadaan mereka, didiklah dengan baik maka doa anak shaleh dan shalihah akan selalu menghiasi setiap penjuru rumah untuk kedua orang tuanya.
Top