Doa Saat Hujan Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Komentar
Doa saat hujan / Pic source : parklequotes

Memasuki musim penghujan, pasti bagi para anak muda yang sedang dilanda asmara ini disebut sebagai musim kelabu.

Karena memang sebuah studi pernah menyampaikan bahwa hujan bisa memberikan efek galau kepada seseorang tergantung dengan apa yang mereka alami saat hujan.

Also read : Inilah Anjuran Rasulullah Yang Tak Kita Sadari Saat Hujan Tiba

Bisa jadi tetesan air hujan mengingatkan kembali kepada orang yang disayangi dan telah tiada, atau bisa juga mimpi-mimpi yang belum tersampaikan akan kembali diresapi ketika hujan.

Hujan dalam Islam

Islam sebagai salah satu agama yang banyak sekali memberikan ilmu tentang kehidupan, dimana alam sekita juga termasuk ke dalamnya.

Sampai-sampai doa ketika turun hujan, mendengar petir, ada angin kencang, dan sebagainya pun tercantum di dalam Al-Qur'an dan Hadist.

Begitu lengkapnya tuntunan bagi manusia yang ingin sekali meraih ridha-Nya, sehingga dalam kejadian apapun diharapkan untuk semua umat Islam berdoa dan meminta perlindungan kepada Allah SWT.

Berbicara tentang hujan, tahukah bahwa Allah menurunkan hujan sebagai rahmat di saat diperlukan oleh seluruh makhluk?

Allah berfirman :

Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.”

(QS. Asy Syuura: 28)

Yang dimaksudkan dengan rahmat di sini adalah Hujan. Hujan adalah air yang diturunkan dari langit dan penuh keberkahan. Allah berfirman,

Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.

(QS. Qaaf : 9)

Yang dimaksud keberkahan di sini adalah banyaknya kebaikan. Di antara keberkahan dan manfaat hujan adalah manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan sangat memerlukannya untuk keberlangsungan hidup.

Sebagaimana Allah berfirman:

Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

(QS. Al Anbiya : 30)

Amalan Ketika Hujan

Doa saat hujan / Pic source : holisticare

Pasti semua orang sudah tahu perihal doa saat hujan, namun tahukah bahwa ternyata ada amalan ketika hujan?

1. Hujan-hujanan ketika turun hujan

Berhujan-hujanan seperti anak kecil?

Eits, jangan salah ya. Ternyata Rasulullah pun berhujan-hujanan bahkan menyingkap bajunya (bukan aurat) agar terguyur hujan dan mendapat keberkahannya:

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata,

”Kami pernah kehujanan bersama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyingkap bajunya hingga terguyur hujan.

Kemudian kami mengatakan, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan demikian?” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Karena hujan ini baru saja Allah ciptakan.” (HR. Muslim)

2. Berdoa ketika hujan

Ketika hujan tiba, janganlah melewatkannya karena hujan adalah salah satu waktu dimana doa akan dikabulkan. Sehingga itulah doa yang diajarkan oleh Rasulullah pada umatnya, yakni setiap hujan turun mintalah hujan yang bermanfaat:

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]” (HR. Bukhari)

3. Memanjatkan doa untuk hajat pribadi

Ini yang paling penting dan jangan sampai dilupa, karena rugi sekali jika kita kehilangan kesempatan berdoa saat turun hujan.

Karena Rasulullah menyatakan bahwa doa yang dipanjatkan saat turun hujan takkan tertolak:

Dua do’a yang tidak akan ditolak: [1] do’a ketika adzan dan [2] do’a ketika ketika turunnya hujan.” (HR. Hakim & Baihaqi).

Doa Saat Hujan

Setelah mengetahui amalan apa saja yang bisa dilakukan ketika hujan, inilah doa turun hujan arab, latin, dan artinya yang bisa diamalkan ketika hujan tiba.

Jadi, selain sibuk menggalau dan memikirkan mantan, ada baiknya jika doa ini kita panjatkan di waktu tersebut.

1. Doa turun hujan

Allahumma shoyyiban nafi’an

Dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha,

إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ  اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”. (HR. Bukhari no. 1032)

Atau bisa dengan membaca,

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا

(Alloohummaj-‘alhu shoyyiban naafi’an) Ya Allah, jadikanlah ia hujan yang bermanfaat bagi kami” [Diriwayatkan oleh An-Nasaa’iy no. 1523; shahih].

2. Doa saat hujan lebat disertai petir

Ketika terjadi hujan lebat disertai dengan petir, maka doa turun hujan dan mendengar petir inilah yang dianjurkan untuk dibaca.

Dari ‘Ikrimah mengatakan bahwasanya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma tatkala mendengar suara petir, beliau mengucapkan,

سُبْحَانَ الَّذِي سَبَّحَتْ لَهُ

Subhanalladzi sabbahat lahu” (Maha suci Allah yang petir bertasbih kepada-Nya).

Lalu beliau mengatakan, ”Sesungguhnya petir adalah malaikat yang meneriaki (membentak) untuk mengatur hujan sebagaimana pengembala ternak membentak hewannya.” (Disebutkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 722. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Apabila ’Abdullah bin Az Zubair mendengar petir, dia menghentikan pembicaraan, kemudian mengucapkan,

سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

Subhanalladzi yusabbihur ro’du bi hamdihi wal mala-ikatu min khiifatih” (Mahasuci Allah yang petir dan para malaikat bertasbih dengan memuji-Nya karena rasa takut kepada-Nya)

Doa saat hujan / Pic source : xinhua

Also read : Ternyata Ke Sinilah Perginya Air Bekas Pemandian Jasad Rasulullah, Sungguh Tak Terduga!

3. Berdoa setelah turun hujan

Dari Zaid bin Kholid Al Juhani, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat shubuh bersama kami di Hudaibiyah setelah hujan turun pada malam harinya.

Tatkala hendak pergi, beliau menghadap jama’ah shalat, lalu mengatakan,

Apakah kalian mengetahui apa yang dikatakan Rabb kalian?” Kemudian mereka mengatakan,”Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِى مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ فَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ. فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ وَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا. فَذَلِكَ كَافِرٌ بِى مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ

Pada pagi hari, di antara hambaKu ada yang beriman kepadaKu dan ada yang kafir. Siapa yang mengatakan ’Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih’ (Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah), maka dialah yang beriman kepadaku dan kufur terhadap bintang-bintang.

Sedangkan yang mengatakan ‘Muthirna binnau kadza wa kadza’ (Kami diberi hujan karena sebab bintang ini dan ini), maka dialah yang kufur kepadaku dan beriman pada bintang-bintang.” (HR. Bukhari no. 846 dan Muslim no. 71).

Nah, itulah sedikit tentang bagaimana adab dan amalan ketika hujan turun. Bukan hanya memanjatkan doa hujan deras, ataupun sekedar tidur dan berdiam diri di rumah.

Karena ada banyak hal yang menjadi sunnah Rasulullah ketika hujan tiba, sehingga pada waktu itulah kita sebagai umat manusia dianjurkan untuk mengingat kembali karunia dan rahmat Allah SWT dengan memperbanyak amal kebaikan.
Top