Beredar Sampul Buku SD dengan Gambar Berbahaya, Orang Tua Mana yang Tak Geram dan Cemas?


Kalau orang tua tidak hati-hati, mau jadi apa generasi penerus kita nanti dengan hal-hal seperti ini?

Banyak persiapan yang dilakukan oleh para orangtua dan anak-anak untuk menghadapi hari pertamanya di sekolah. Namun, kini orangtua harus berhati-hati dalam mempersiapkan keperluan sekolah untuk anak-anaknya. Pasalnya, kini banyak beredar perlengkapan sekolah yang ditakutkan bisa membahayakan untuk pendidikan dan masa depan sang anak. Apa maksudnya?

Ulasan terkait : Terpaksa Tinggal Sekandang dengan Ayam, Kisah Mbah Remi di Usia Senja Sungguh Sesakkan Dada

Mungkin sampul cokelat dengan background jadwal pelajaran sudah tidak asing lagi bagi kita. Terutama saat zaman SD dulu, semua siswa wajib menggunakan sampul warna cokelat sebagai cover bukunya. Bahkan sampai saat ini, sampul legendaris tersebut masih beredar dan anak SD zaman sekarang juga diberi tugas serupa. Namun sayang ada berita miris mengenai sampul legendaris kita itu.

Beberapa waktu lalu seorang netizen menemukan sampul dengan gambar tidak lazim. Berbeda dengan saat kita SD dulu, sampul sekarang ini banyak yang bermuatan konten dewasa. Mirisnya, sampul tersebut sudah banyak beredar di masyarakat. Jadi seperti apa cerita selengkapnya? Simak ulasan berikut.

Pertama gambar yang tak senonoh


Beberapa waktu yang lalu netizen dihebohkan dengan ditemukannya sebuah sampul buku dengan gambar yang tidak lazim. Ya, sampul berwarna cokelat yang sering kita gunakan saat SD itu memang biasanya berisi kata mutiara dan gambar pelajar, namun tidak dengan yang satu ini. Pasalnya dalam sampul yang ditemukan itu salah seorang netizen itu, yang ada malah gambar yang merujuk pada konten dewasa.

Ketika dilihat sekilas mungkin nampak sangat biasa, namun setelah dicermati secara seksama, nampak pandangan seorang murid itu seolah tertuju pada bagian dada milik guru perempuannya. Mirisnya, sampul ini sudah banyak beredar di masyarakat dan baru ditemukan kenjanggalannya pada akhir-akhir ini. Dianggap sepele, namun kelak akan berdampak sangat buruk pada anak.


Kedua bukan hanya pada gambarnya, namun juga pada kata-katanya


Berbeda dengan yang sebelumnya, kalau yang satu ini kata-katanya yang bermuatan konten dewasa. Secara gambar mungkin semua terlihat biasa, namun jika diperhatikan seksama pasti ada keganjilan yang ditemukan di sana. Jika kata-kata  seperti “Rajin pangkal pandai”, “Hemat pangkal kaya” yang biasa tertulis, dalam sampul ini malah bertuliskan “Anak baik menantu molek”.

Sayangnya, sampul ini juga sudah banyak menyebar di masyarakat, bahkan sebelumnya hanya dibuat guyonan oleh para netizen. Namun setelah tahu kalau hal ini akan berdampak pada mental anak, akhirnya sampul bermuatan “dewasa” ini menjadi viral di masyarakat.

Mirisnya, Indonesia sudah sering kecolongan


Konten-konten yang berbau dewasa ternyata tidak satu atau dua kali terjadi di Indonesia. Beberapa tahun yang lalu beberapa penerbit mengaku kecolongan karena menerbitkan buku dengan konten dewasa. Misalnya saja seperti belakangan ini  muncul cerita mengenai istri simpanan pada buku pelajaran anak SD.

Selain konten dewasa, beberapa buku pelajaran  anak sekolah juga dinilai kurang layak dan bisa menghancurkan moral generasi muda. Seperti buku yang menggunakan bahasa kasar atau yang menjelaskan mengenai narkoba. Meskipun para penerbit itu diganjar sanksi karena kelalaiannya namun hal itu masih dinilai ringan dan tidak membuat mereka kapok.

Hasilnya Korban dari hal itu adalah generasi bangsa yang moralnya bobrok


Keberadaan konten-konten yang tidak sesuai dengan usianya itu mengakibatkan bobroknya moral generasi muda. Jadi bukan hal yang aneh kalau banyak anak muda zaman sekarang yang sering melakukan perbuatan asusila atau kriminalitas. Hal itu juga karena kecolongannya para penerbit atau perusahaan alat tulis yang menyajikan hal-hal seperti yang sudah terpampang di atas.

Jadilah mental para anak muda Indonesia yang seperti saat ini, dewasa sebelum waktunya. Mungkin adalah hal yang baik jika dewasa yang dimaksud adalah cara pandang dan berpikirnya. Namun sayang yang dimaksud dewasa di sini adalah kelakuan yang seharusnya hanya orang yang cukup umur yang boleh melakukannya.


Ulasan terkait : Dicap Sering Ugal-ugalan, Sopir Ini Dapat Pujian Netizen! "Salut Sama Sopir Bus Pahala Kencana"

Tentunya, unggahan foto ini pun juga mendapatkan tanggapan yang beragam dari para warganet lainnya.

"Merusak moral anak" tulis akun Nazwa Malyka.

"Waaaah, ini cara merusak moral anak secara halus ini" tulis akun Laili Maulidah.

"Moral anak-anak mulai dihancurkan sejak dini. Dari tulisan bagian depan saja bukan dari kalangan pendidikan" tulis akun Rasyid Jack.

"Percetakan yang bikin sampul itu yang harus ditindak. Pihak toko, penjual buku pun lalai dalam memilih barang yang akan dijual" tulis Aprilia Vonny.

Sebenarnya, aksi kecolongan seperti kasus di atas tak hanya merupakan PR dari penerbit tapi juga kita semua. Terutama sebagai orang tua, kita perlu sangat awas untuk memberikan sesuatu pada anak kita. Jangan sampai kita kecolongan lagi sehingga konten dewasa seperti itu jadi konsumsi sehari-hari anak kita. Mungkin banyak yang menganggap remeh, namun dampaknya akan sangat terasa saat anak beranjak dewasa.
Top