Untukmu yang Merasa Istrimu Sudah Tak Cantik Lagi

Ada kalanya seorang lelaki merasa bosan kepada istrinya. Dia merasa bahwa istrinya sudah tidak secantik dahulu. Wahai para suami, renungkanlah bagaimana keadaan kita dulu.



BACA JUGA: Kronologi Julia Perez Dari Sakit Sampai Meninggal, Masya Allah! Begitu Kuatnya Dia

Sejelek apapun, seburuk apapun istri kita, ingatlah bahwa hanya dialah istrimu satu-satunya, ibu dari semua anak-anakmu. Janganlah mencoba untuk mendua, hingga melakukan berbagai zina. Semoga kisah ini bisa menginspirasi kita seperti yang dikutip dari ruangmuslimah.

Ada seorang laki-laki berkata kepada seorang syekh, “Dulu, sebelum menikah, aku melihat istriku begitu indah, cantik dan tiada duanya di dunia ini. Namun Ketika aku melamarnya, ternyata ada banyak wanita yang sama indahnya dengan dia. Ketika aku menikahinya, aku mulai merasa bahwa ada banyak wanita yang lebih cantik darinya. Terlebih lagi saat ini, setelah hampir sepuluh tahun kami menikah, aku merasa bahwa semua wanita lebih menarik daripada istriku.”

Mendengar itu sang syeikh menarik nafas dan memberikan sebuah pertanyaan, “Apakah engkau tahu, ada yang jauh lebih parah dari yang kau alami saat ini?”. “Tidak.” Jawab laki-laki itu. Syeikh pun berkata “Seandainya, engkau menikahi seluruh wanita di dunia, tanpa terkecuali, maka engkau akan merasa bahwa anjing-anjing yang berkeliaran di jalan jauh lebih menarik bagimu daripada wanita manapun.”

Laki-laki itu tidak puas dengan jawaban syeikh, dengan senyum sinis ia pun bertanya, “Kenapa Syekh berkata demikian?”

Syekh dengan tenang menjawab, “Masalah sesungguhnya bukan terletak pada istrimu, tapi terletak pada hati rakusmu dan mata keranjangmu. Mata manusia tidak akan pernah puas, kecuali jika sudah tertutup tanah kuburan.”

Sebagaimana sabda Rasulullah saw. “Andaikan anak Adam itu memiliki lembah penuh berisi emas pasti ia akan menginkan lembah kedua, dan tidak akan ada yang bisa memenuhi mulutnya kecuali tanah. Dan Allah akan menerima taubat siapa yang mau bertaubat”.

Lalu Syekh itu bertanya, “Apakah engkau ingin istrimu kembali seperti dulu, menjadi wanita terindah di dunia ini?”. “Iya Syekh,” jawab lelaki itu dengan perasaan tak menentu.

“Pejamkanlah matamu dari hal-hal yang haram… Ketahuilah, orang yang merasa cukup dengan suatu yang halal, maka dia akan diberi kenikmatan yang sempurna di dalam barang halal tersebut.” Dengan sangat malu laki-laki itupun merenungkan nasihat dari syekh.

Duhai suami memanglah kewajiban seorang istri berdandan di hadapanmu. Tetapi bukan berarti kau minim toleransi terhadap mereka yang harus merawat anak-anakmu. Pandang lah mereka karena kecantikan hatinya yang telah rela membagi waktu yan biasanya ia gunakan untuk berdandan justru digunakan merawat rumah dan anak-anak. Berterimakasihlah karena ia tidak memboros-boroskan hartamu untuk perawatan kecantikan dan justru mengalokasikannya untuk kesejahteraan keluargamu.

Teruntuk para istri, sambutlah suami mu. Dandanlah sedemikian rupa cantiknya hingga rasa lelah, sakit dan segala amarahnya sirna. Kalau bukan dirimu, siapa lagi?
Top