Mengungkap Fakta, Kenapa Umat Islam Lebih Suka Umrah Daripada Bersedekah?

Komentar
Beribadah sudah menjadi tugas setiap manusia hidup di dunia. Bertambahnya umat islam, tentu akan bertambah pula uang hasil dari sedekah yang sudah terkumpul. Namun sayangnya, kemauan dalam bersedekah tidak lah banyak.



BACA JUGA: Kisah Penuh Makna, "Suami Bodoh yang Tukar Kuda Dengan Apel Busuk, Saat Pulang Istri Malah Semakin Cinta"

Seperti yang dikutip dari web NU, Peringatan inilah yang disampaikan KH Salahudin Wahid pada kegiatan santunan dan buka bersama dalam rangka Tebar Hikmah Ramadhan 1438 H yang diselenggarakan Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng atau LSPT, Sabtu (17/6) petang.

Kegiatan diselenggarakan di Masjid Ulul Albab, serta dihadiri lebih dari lima ratus fakir miskin dan yatim piatu yang ada di sekitar pesantren setempat. Gus Sholah, sapaan akrabnya, menyoroti masih kecilnya dana yang dapat dihimpun dari umat Islam. “Penyebabnya lantaran kita masih asyik beribadah mahdhah, namun kurang gemar berderma,” katanya.

Padahal pahala dari bersedekah amatlah besar, apalagi di bulan Ramadhan yang dilipat-lipat gandakan. “Yang juga tidak kalah penting adalah berderma atau bersedekah,” lanjutnya.

Di hadapan ratusan penerima dan donatur, Gus Shohah juga mengingatkan bahwa pada surat kesepuluh Al-Munafiqun digambarkan orang yang berharap dikembalikan ke duia saat dirinya meninggal dan sedekahlah yang ingin dia lakukan.

“Yang akan dilakukan saat ada di dunia adalah bukan memperbanyak ibadah ritual seperti umrah, tapi bersedekah,” tandasnya.

Dalam pandangan adik kandung KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini, ayat tersebut memberikan penegasan bahwa berderma ternyata lebih utama dari ibadah personal. Ia tidak menampik bahwa berumrah memiliki kenikmatan tersediri. Tapi alangkah lebih afdhal kalau antara ibadah umrah dan berderma dapat dilaksanakan secara seimbang,” terangnya.

Memang begitu banyak keutamaan dari bersedekah, apalagi saat kita di akhirat dan di alam kubur kelak. Namun umrah pun juga tidak kalah banyak keutamaannya. Jadi, alangkah baiknya jika kita menyeimbangkan antara keduanya.
Top