“Mama, Kenapa Kamu Selalu Melihat HP?” Surat si Kecil Untuk Sang Bunda


“Saat mendengar anak kami membacakan diarinya, aku dan suami awalnya masih bisa tertawa, namun tiba-tiba kami merasa malu”, ucap ibu ini kepada kami, setiap pulang kerja.

Dia dan suaminya selalu melihat HP mereka, melihat berita maupun Facebook, terkadang anaknya disamping  ingin ditemani membuat PR, namun tetap saja dicuekin.

“Tidak terpikirkan bahwa sikap kami dapat berpengaruh besar terhadap pertumbuhan anak kami.”, kata ibu ini. Kelak ia kan melepaskan HPnya dan menemani anaknya.

Saat di sekolah, anak yang masih duduk dibangku SD ini mengatakan, “makan lihat HP. Aku mengerjakan PR, mereka main HP. Saat hendak tidur, masih duduk di kasur sambil main HP.” terkadang melihat kedua orangtuanya selalu main HP, dia jadi ingin buru-buru menyelesaikan PRnya dan pergi bermain juga.

“Aku rasa mama lebih mencitai HP, dan lebih perhatian pada HP.”, ucap anak SD ini. Terkadang saat ibunya bermain HP, ia berteriak berapa kali pun ibunya tak mendengar dan menjawabnya.

BACA JUGA : Masih Ingat Sosok Malang Ini? Hampir Setahun Berlalu, Beginilah Wajahnya Sekarang..

“Ya betul seperti itu, terkadang malah melihat HP didepan anak kami”, kata ibu yang lain.

Terkadang saat anak kami mengerjakan PR, ia akan duduk disamping sambil melihat HP, pikirnya yang penting tidak berisik dan mengganggu, tak disadari bahwa sikap seperti ini dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak.

“Lain kali pasti harus berubah, setidaknya tidak bermain HP di depan anak-anak.”, begitu kata sebagian besar orang tua.

Berikanlah Lebih Banyak Waktu Untuk Menemani Anak
Seorang ahli mengatakan bahwa diari seorang anak biasa menggambarkan banyak kondisi orang tuanya.

Saat ini banyak sekali orang tua yang saat pulang ke rumah, langsung melihat HP, bermain Facebook, browsing, nonton drama korea dan menghabiskan watunya di layar HP, jauh lebih lama daripada menemani anaknya.

Untuk orang tua, ingatlah bahwa “teladan” sangat penting. Orang tua sebagai “guru pertama” bagi anak-anak, jika selalu bermain HP, anak akan mengikuti orang tuanya, diusia kecil sudah “dikontrol oleh HP”, dapat mempengaruhi kesehatan juga.

Selain itu, akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Anak akan kehilangan “rasa kasih sayang”, kehilangan “kekuatan kasih” dan membuat anak menjadi kesepian dan pemalu.

Sebaiknya dapat membagi waktu dan peran juga antara suami istri. Saat suami sedang sibuk bekerja dan memerlukan HP, istri harus menjaga anaknya, menemani belajar dan bermain.

Saat istri bermain HP, suami dapat membawa anaknya pergi olahraga, dll. Dan juga dapat diterapkan aturan seperti, akhir minggu tidak boleh menggunakan HP.

Beginilah isi surat anak kecil tersebut kepada orangtuanya,

“Bulan 3, tanggal 8, hari Selasa. Ini adalah hari ibu.

Hari ini aku ingin berterima kasih pada mama, setiap hari sangat sibuk dan bersusah payah.

Awalnya, aku ingin bercerita pada mama, tapi sepertinya mama tidak begitu suka mendengar cerita ku. Terus menatap HPnya.

Ini membuat aku sedih. Aku berpikir, mungkin dengan memberikan ucapan-ucapan selamat, mama akan lebih senang.

Jadi, aku mengucapkan selamat hari ibu pada mama, namun mama tetap saja melihat HPnya. Aku semakin sedih lagi. Alu berpikir, cara ini pun tak berhasil, aku coba memijat punggung mama.

Saat mulai memijat punggung, aku berusaha sekuat tenaga, tapi mama tetap saja mama melihat HPnya. Diwajahnya tak ada senyuman. Aku semakin sedih lagi, bersiap mencuci kaki mama ku.

Setelah mencuci kakinya, mama akhirnya tidak melihat HP lagi, hatiku sedikit senang. Aku berusaha mencuci sebaik mungkin.

Setelah selesai, aku berharap mendapat sedikit pujian, namun mama malah mengatakan, “hari ini cuci kakinya lumayan, disiram sedikit lagi sudah boleh.” lalu mama keluar dari kamar, sebelum menutup pintu, tidak lupa ia mengatakan, ‘jangan lupa menulis diari’.

Inilah cerita sedih ku melewati hari ibu.”

Hikmah yang dapat diambil: Jadilah orang tua yang bijak dan berikan waktu mu pada anakmu, dan bukan HP. Jangan lupa dibagikan juga pada yang lain!
Top