Demi Menjaga Hubungannya Tetap Utuh Wanita Ini Harus Menerima Perlakuan Kasar Dari Pasangannya

Komentar



Sungguh miris melihat fenomena bahwa di masyarakat kita saat ini, banyak wanita dan pria terlibat dalam kekerasan dalam rumah tangga.

Bahkan yang lebih parah, ada juga pasangan yang belum menikah tapi sudah melakukan kekerasan.

Bagian yang menyedihkan adalah sebagian besar cerita ini tidak terungkap.

Wanita memilih untuk tetap diam, berusaha menjaga hubungan tetap utuh.

Meski itu berarti mereka harus menderita karenanya.

Atau ada orang yang ingin memberitahu orang lain tentang pelecehan tersebut, tapi terlalu takut untuk mengungkapkannya.

Ini pula yang terjadi pada wanita bernama Shayne Baldoza.

Shayne Baldoza meyakini sudah waktunya untuk keluar di tempat terbuka dan menceritakan dunia tentang pacarnya, yang sekarang sudah menjadi mantan.

Shayne akhirnya memecah kebisuannya dan menceritakan pengalaman mengerikannya tentang mantan pacarnya yang kasar.

Menurutnya, perselisihan kecil sering berubah menjadi perkelahian kekerasan.

Shayne juga menambahkan bahwa kesabaran pacarnya sangat singkat saat berselisih paham dengannya.
Di Facebook-nya, Shayne menceritakan bagaimana dia menderita di bawah pacarnya yang kasar.



"Aku sudah tutup mulut begitu lama dan aku berpikir bahwa pacarku akan berhenti melakukan ini," ujar Shayne.

"Tapi pacarku terus membicarakan kejelekanku pada teman-temannya, membuat mereka berpikir bahwa ini semua kesalahanku."

"Tapi kebenarannya sungguh bertolak belakang. Aku akan menceritakan semua kisah nyata di balik memar ini dan alasan mengapa saya mendapatkan semua ini dari pacarku."

Meskipun mereka telah bersama selama tiga tahun, Shayne mengklaim bahwa pacarnya secara verbal dan fisik sering menyiksanya.

Sang mantan itu sering cemburu dan pertengkaran kecil seringkali menyebabkan kekerasan.

Shayne membiarkan segalanya selama tiga tahun karena dia ingin menjaga hubungan tetap berjalan.

Shayne menambahkan: "Kami bersama selama hampir 3 tahun. Pria ini adalah pacar pertamaku Aku memperkenalkan pacarku kepada seluruh keluarga saya dan mereka menerima sepenuh hati."

"Aku akui, aku bukan sosok pacar yang sempurna, aku memiliki kekurangan, aku selalu menggerutu saat cemburu atau marah. Hanya karena aku tidak tahu bagaimana menangani hubungan kita. Aku menjelaskannya kepada pacarku berkali-kali bahwa akuadalah pacar seperti itu yang sangat menyebalkan, karena kegelisahanku."

"Aku pikir pacarku akan sadar, tapi aku keliru. Pacarku mulai kasar secara verbal dan menjadi posesif."

"Aku bahkan tidak dapat bergaul dengan teman-teman dan ketika aku nekat melakukannya, pacarku marah dan memanggilku dengan 'dasar genit' dan kata-kata menyakitkan lainnya."

"Aku menerima itu, meski jauh di lubuk hati aku hancur secara emosional oleh kata-kata itu."

"Itu menyakitkan karena aku tahu di hatiku bahwa aku telah menginvestasikan begitu banyak cinta untuk kekasihku, aku memberinya seluruh waktu dan usaha saya untuk membuat pacarku merasa bahwa aku tidak akan pernah menipunya."

"Aku bahkan menyingkirkan teman-teman hanya untuk membuktikan kepada pacarku bahwa aku mencintainya."

"Aku tidak ingin pacarku menjadi paranoid setiap kali aku bersama teman-temanku. Aku berkorban banyak hanya untuk membuat hubungan ini berhasil."

Shayne memutuskan untuk memecahkan kesunyiannya setelah mantan pacarnya menciptakan rumor tentang Shayne dan menghancurkan citranya kepada keluarga dan teman-temannya.

Pacarnya, Patrick John Santiago (PJ Santiago), mengirim sebuah pesan beberapa saat setelah kisahnya menjadi viral.

BACA JUGA: Ketahui Pacarnya Selingkuh Wanita Ini Dengan Sopan Malah Menyuruh Pacarnya Pulang Ke Rumah

Patrick mengatakan kepada Shayne bahwa seharusnya dia tidak membiarkan hubungan mereka bertahan selama itu,seperti yang dikutip dari style.tribunnews.com.

Sampai kabar ini beredar, PJ telah menonaktifkan akun Facebook miliknya.

Namun teman Shayne mendesaknya untuk mengajukan kasus ini ke pihak yang berwajib.

Semoga dapat menjadi pelajaran bagi semua, perlu di ambil pelajaran bahwa mempertahankan suatu hubungan tidak harus mengorbankan segalanya apalagi harus menerima perlakuan kasar seperti ini. semoga bermanfaat.
Top