Anak dan Gadget: Yang Penting Aturan Main Jangan Sampai Anak Terjebak Dalam Dampak Negatif Gadget

Komentar


Tak perlu cemas bila anak suka bermain gadget . Yang penting, terapkan aturan sejak dini dan perlakukan gadget  hanya sebagai alternatif sarana pembelajaran yang berbeda.

Gadget adalah piranti yang berkaitan dengan perkembangan teknologi masa kini. Yang termasuk gadget misalnya tablet, smartphone , netbook , dan sebagainya. Meski gadget bukan interaksi sosial tapi fitur menarik yang ditawarkan seringkali membuat anak-anak cepat akrab dengannya. Tak jarang, gadget dianggap sebagai momok bagi anak. Padahal, gadget  sama dengan benda lainnya yang memiliki dampak positif dan negatif.

Pilih Sesuai Usia

Menurut Jovita Maria Ferliana, M.Psi. , Psikolog dari RS Royal Taruma , dilihat dari tahapan perkembangan dan usia anak, pengenalan dan penggunaan gadget bisa dibagi ke beberapa tahap usia. Untuk anak usia di bawah 5 tahun, “Pemberian gadget sebaiknya hanya seputar pengenalan warna, bentuk, dan suara,” katanya. Artinya, jangan terlalu banyak memberikan kesempatan bermain gadget pada anak di bawah 5 tahun. Terlebih di usia ini, yang utama bukan gadget -nya, tapi fungsi orangtua. Pasalnya gadget hanya sebagai salah satu sarana untuk mengedukasi anak.

Waspada Antisosial dan iklan porno

Bermain gadget dalam durasi yang panjang dan dilakukan setiap hari secara kontinyu, bisa membuat anak berkembang ke arah pribadi yang antisosial. Ini terjadi karena anak-anak ini tidak diperkenalkan untuk bersosialisasi dengan orang lain.

Selain itu, perlu di waspadai juga aplikasi yang terinstall di smartphone anak karena sudah lebih dari 12 juta smartphone berbasi Android terjangkit iklan yang mampu menguras konsentrasi anak karena di alihkan pada sebuah gambar yang mampu meracuni fikiran anak sehingga ia akan terus di bayang-bayangi gambar yang tidak sepatutnya ia lihat dan akan menimbulkan rasa penasaran dan mendorongnya pada tindakan yang tidak sepatutnya di usianya.

BACA JUGA:  Inilah Doa yang Wajib Diamalkan Orang Tua Agar Anak Rajin Shalat

Hindari Kecanduan


Kasus kecanduan atau penyalahgunaan gadget biasanya terjadi karena orangtua tidak mengontrol penggunaannya saat anak masih kecil. “Maka sampai remaja pun ia akan melakukan cara pembelajaran yang sama. Akan susah mengubah karena kebiasaan ini sudah terbentuk seperti yang dialami bunda ini :


Seorang ibu, menceritakan kisah anaknya yang masih bayi tapi tidak bisa hidup tanpa gadget. Awalnya biasa saja, tapi lihatlah apa yang terjadi setelahnya.

Awal perkenalan dengan gadget pas Shafraan umur 10 bulan. Awalnya terbiasa liat kakak kakaknya main game di tab.

Dari sekedar jadi penonton lama kelamaan dia jadi tertarik untuk mencoba.

Seiring bertambahnya usia gadget merupakan barang yg tidak bisa terpisahkan dlm kesehariannya.

Bermain berbagai jenis game bisa sampai berjam2 bahkan game bagaikan lagu nina bobo buat dia.

Pokoknya main game dulu baru bisa tidur. Dan itu berlangsung setiap hari.

Awalnya saya membiarkan. Saya memberikan. Saya memfasilitasi.

Karena bagi saya gadget adalah senjata ampuh saya untuk menenangkan dia.

Saat dia marah dan menangis saya pasti akan membujuknya dengan bermain game.

Dan memang dia akan langsung tenang.

Di umurnya yg ke 2 tahun sebenarnya saya sudah melihat tanda tanda ke'kaku'an dari caranya berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Pernah sekali saya mendapati dia hanya memegang mobil2annya sambil diam saja.

Tidak ada gerakan layaknya seorang anak laki2 yg diberi mobil2an yg pasti sudah memainkannya sambil meniru suara mobil. Dia kebingungan tebak saya.

Karena selama ini dia hanya terbiasa menggerakkan jari2nya mengikuti alur permainan dari dalam gadgetnya.

Keanehan lainnya dan yg paling mengkhawatirkan adalah kurangnya kosa kata yg bisa dia ucapkan. Padahal anak2 seumuran dia seharusnya sudah bisa berbicara dgn kosa kata yg lebih variatif.


Dalam hati saya sudah was was...khawatir dengan perkembangan anak lelaki semata wayang saya.

Menyesal. Sangat menyesal.

Saya hanya berbagi pengalaman saja. Jangan sampai apa yg terjadi pada Shafraan terjadi pada anak2 lain.

Save our children from gadget. Biarkan mereka menikmati golden age mereka dgn cara alami krn belum waktunya mereka bersentuhan dgn canggihnya teknologi.


Nah.. buat para ibu dan calon ibu, jangan terlalu memanjakan anak kita dengan gadget ya.. apalagi yang masih bayi.. jangan sampai kejadian diatas menimpa anak kita.
Top