Tidak Sedang Haid, Tapi Keluar Cairan Coklat dan Terasa Gatal


ilustrasi

Seorang wanita yang sudah memasuki masa suburnya akan mengalami masa haid atau menstruasi. Biasanya dalam kondisi normal kebanyakan orang, haid akan berjalan lancar terjadwal setiap bulanya. Namun apakah anda pernah mengalami sebuah hal diluar aktifitas tubuh tersebut.

Tidak sedang haid namun mengeluarkan cairan berwarna kecoklatan dan terasa gatal. Seperti sebuah pertanyaan berikut,

Assalamualaikum
dok saya berjenis kelamin perempuan,usia saya 20,tahun saya mempunyai keluhan beberapa akhir ini vag!na saya mengeluarkan keputihan yang berwarna kecoklatan,akan tetapi bukan setelah haid seperti biasanya dan saya juga merasakan minggu sebelumnya banyak sekali keputihan, dan serig kali merasakan gatal di daerah vag!na, itu kira-kira kenapa yah dok, dan pengobatan apa yang harus saya lakukan dok?

Jawaban dikutip dari Konsultasisyariah:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

Saudari penanya yang kami hormati,

“Keputihan” yang sifatnya normal bagi wanita, alias disebabkan oleh pengaruh hormonalnya adalah jika lendir yang keluar berwarna bening hingga sedikit keruh atau kekuningan, tidak berbau, tidak gatal, maupun nyeri; selain daripada itu, kemungkinan besar disebabkan oleh infeksi atau sebab tak normal lain. Beberapa kemungkinan penyebabnya antara lain adalah:

– Infeksi jamur
– Infeksi organisme lain seperti chlamydia, trikomonas,
– Vaginitis atropik
– Keluarnya jaringan endometrium yang belum luruh saat haid

Untuk pengobatan yang sesuai, kami sarankan Saudari berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter, karena masih luasnya kemungkinan penyebab keputihan yang Saudari alami. Jika penyebabnya adalah infeksi, maka dokter akan memberikan agen anti infeksi yang sesuai sehingga pengobatan lebih tepat guna. Disamping itu, Saudari juga bisa melakukan tindakan untuk mengurangi keluhan, seperti mengganti pakaian dalam lebih sering, setiap 4 jam sekali khususnya jika keputihan yang keluar sangat banyak, konsumsi air putih minimal 2 L per hari, dan menghindari pemakaian produk pembersih kewanitaan sampai keputihan benar-benar berhenti.

Semoga bermanfaat.
Top