Tetaplah Membuat Orang Lain Bahagia


Allah bukan mencintai orang yang hafal qur'an tapi kemudian menyombongkan diri dan 'ujub, bukan pula mencintai orang yang rajin puasa sunah tapi nolong kesusahan orang lain ogah.

"Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia lain. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh.” (HR. Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 13280, 12: 453. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Jaami’ no. 176).

Dari hadits diatas, sudah terlihat keutamaan orang yang membantu manusia lain dengan manusia yang hanya beribadah saja/ berdiam diri di masjid sekadar untuk menghafal qur'an atau membaca buku, perbandingan keutamaannya 1:30.000 sampai 1: 150.000 kebaikan.

Karena shalat di masjid Nabawi setara kebaikannya dengan 1000x shalat di masjid lain, Rasulullah berkata, "membantu urusan orang lain lebih beliau sukai daripada i'tikaf di masjid Nabawi selama sebulan (anggaplah 30 hari):  Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik dari 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom.” (HR. Bukhari no. 1190 dan Muslim no. 1394, dari Abu Hurairah)

I'tikaf di masjid Nabawi selama sebulan kira-kira bisa melakukan berapa banyak shalat? Jadi, jangan bangga kalau kamu cuma bisa menghafal qur'an di masjid tapi ogah menolong saudaramu yang kesulitan.

Tetaplah membuat orang lain bahagia, meringankan beban orang lain, sambil juga menghafal qur'an dan melaksanakan ibadah sunah. Semoga bermanfaat
Top