Rumput Tetangga Lebih Hijau, Mengapa Bisa Begitu? Ini Alasannya!


Merancang masa depan, memang sangatlah penting untuk setiap orang yang ingin hidup di dunia dengan mudah. ya, karena hidup di dunia adalah sebuah perjuangan, dimana setiap orang pasti akan merasakan pengorbanan dan merangkak dari bawah untuk mencapai sebuah kesukesan. Di sisi lain, membahagiakan keluarga dan orang-orang tersayang mungkin menjadi prioritas utama, sehingga seseorang akan bertekad untuk membahagiakan dirinya dan keluarga lebih dari orang lain, bahkan tetangga sendiri.

Baca juga : Sering Dilakukan, Jangan Sampai Lupa, Ini Doa Akhir Sujud A la Rasulullah!

Akan tetapi ada kalanya pepatah mengatakan rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri. Sebuah peribahasa yang tidak asing lagi didengar. Peribahasa ini mengartikan bahwa seseorang seringkali merasa apa yang dimiliki oleh orang lain lebih indah daripada apa yang dimilikinya sendiri. Padahal yang seperti ini bisa mengurangi nikmat dan menghancurkan dirinya sendiri.

Hal seperti ini haruslah dihindari seseorang. Karena sama saja mengingkari nikmat yang diberikan Allah SWT. Padahal nikmat yang Allah SWT berikan kepada setiap hamba-Nya sangatlah banyak. Lalu benarkah peribahasa tersebut? Apa yang bisa petik dari peribahasa tersebut?

Yang pertama, kurangnya rasa syukur seseorang dengan apa yang telah dimilikinya. Manusia memang tempatnya salah dan lupa. Namun, bukan berarti kita dibenarkan untuk harus melakukan kesalahan secara terus-menerus dengan menggunakan pendapat ini. Justru dengan adanya pendapat ini maka kita harus bisa berbuat lebih baik agar tidak termasuk orang yang melakukan kesalahan secara berulang kali.

Seseorang yang selalu melihat rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri bisa dikategorikan sebagai orang yang tidak bersyukur dengan apa yang dimilikinya. Meskipun bisa jadi apa yang dirasakan oleh orang tersebut benar adanya.

Namun, bukan berarti hal yang seperti ini bisa dibenarkan. Seseorang terkadang hanya melihat bungkusnya saja atau penampakan dari luar sehingga melihat sesuatu itu tampak lebih indah dari punya sendiri.

Baca juga : Debat Ulama dan Atheis, Jawaban Tak Masuk Akal Itu yang Buat Bergetar!


Padahal bisa jadi apa yang kita miliki itu lebih indah daripada apa yang dimiliki oleh orang yang kita merasa lebih hijau. Namun karena rasa kurang syukur tersebut sehingga membuat rumput sendiri pun masih kalah hijau dari rumput tetangga.

Kedua, akan tercabutnya nikmat. Seseorang yang selalu merasa bahwa rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri, maka nikmatnya akan tercabut. Hal ini sesuai dengan apa yang telah Allah SWT firmankan, bahwasannya Allah akan melaknat orang yang ingkar terhadapnya dan menambah orang yang mensyukuri nikmatnya.

Hal ini bisa kita rasakan sendiri ketika kita ataupun seseorang tidak merasa syukur dengan apa yang dimilikinya maka dia tidak akan pernah bisa menikmati apa yang dimilikinya. Hal ini dikarenakan di dalam hatinya selalu ada rasa iri terhadap milik orang lain, sehingga hanya bisa mengagumi milik orang lain tanpa sempat untuk mengagumi ataupun menikmati milik sendiri.

Oleh karena itu, agar kita bisa merasakan nikmat terhadap apa yang kita punya maka alangkah baiknya untuk tidak mengikuti peribahasa bahwa rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri. Dengan demikian, kita akan bisa hidup dengan tenang dan bahagia atas apa yang telah dimiliki.
loading...
Top