PBB: "Bedakan Antara Islam dan Teroris!"

Sekertaris PBB, Antonia Guterres menghimbau untuk melawan hasutan soal  kaitan teroris dengan Islam. Menurutnya, penyelesaian politik yang tidak tepat akan berujung pada maraknya aksi terror di berbagai tempat.



BACA JUGA: Tanpa Pikir Panjang, Sejoli Ini Nekat Ikat Diri Kemudian Menceburkan Diri. Alasannya Sepele

Dikutip dari infodunia, "Kita tak bisa mengalahkan terorisme di Suriah tanpa penyelesaian politik menyeluruh," ungkap Sekretaris Jenderal PBB, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau di Jakarta, Senin (13/2) pagi.

Pertemuan dengan pejabat setempat tersebut, Guterres berterima kasih kepada Arab Saudi lantaran mendukung Suriah dalam pembentukan delegasi oposisi mereka ke Konferensi Jenewa. Ia juga berpendapat mungkin perujukan di Irak akan selesai lewat kerja sama semua pihak disertai rasa hormat dan timbal balik. Begitu juga dengan Suriah, Libya dan upaya kontra terror.

Menteri luar negeri Arab, Adel bin Ahmed Al-Jubeir sendiri mengkonfirmasi hubungan positif antara Arab Saudi dan Amerika Serikat, terbukti dengan kesepakatan kedua negara itu yang berkaitan beberapa masalah internasional.

Menteri itu juga menghimbau agar Presiden baru AS Donald Trump mempertimbangkan kembali Justice Against Sponsors of Terrorisme Act. JASTA sendiri sempat disahkan pada 2016, yang menjamin korban aksi teror di Amerika dengan hak menuntut organisasi dan negara atas dukungan dan keterlibatan mereka dalam terorisme.

Sekretaris Jenderal PBB tersebut saat berkunjung ke Arab Saudi bertemu dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz As-Saud. Dalam kesempatan itu, Raja Arab Saudi menyampaikan selamat kepada Guterres karena ia memangku peran baru dan berharap ia berhasil.
Top