Masya Allah! Bumi Sampai Menangis Saat Menolak Akan Ditinggali Manusia

Penulis Unknown | Ditayangkan 27 Feb 2017

Manusia haruslah berbangga bisa menempati dan menjadi pemimpin di planet tercinta kita ini, yap bumi. Namun, tahukah anda bahwa bumi pernah menolak keputusan Allah untuk menempatkan kita kedalamnya. Bahkan, bumi sampai menangis agar keputusan itu dibatalkan. Bahkan dua malaikat gagal ketika mengambil tanah di bumi untuk menciptkan Nabi Adam AS. Lalu Kenapa demikian?.

Masya Allah! Bumi Sampai Menangis Saat Menolak Akan Ditinggali Manusia

BACA JUGA: SEDIH! Nenek di Brebes Ini Ditelantarkan Anaknya Sendiri

Kisah ini berawal saat Allah SWT menciptakan Nabi Adam AS yang tercipta dari tanah. Namun, terlebih dahulu, Allah mengebarkan kepada bumi akan mengambil tanah disana.

“Hai bumi, Aku akan ciptakan manusia dari saripatimu. Sebagian meraka ada yang taat kepada-Ku dan sebagian lainnya durhaka kepada-Ku. Siapa yang taat kepada-Ku maka akan Aku masukkan dia kedalam sorga-Ku, dan siapa yang durhaka kepada-Ku akan Aku masukkan dia kedalam neraka-Ku” Imam Ats-Tsa’labi 1.

Mendengar ini, bumi mulai cemas dan diliputi kekhawatiran. Hal ini pula yang dialami oleh Malaikat. Mereka bingung dan menanyakan akan keputusan ini. ''Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?''

Allah berfirman, ''Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.'' (QS Albaqarah [2]: 30).

Diriwayatkan dari As-Suddi, dari Ibnu Masud, dari seorang sahabat Rasulullah S.A.W, mereka bercerita; "Allah S.W.T. mengutus malaikat Jibril ke bumi untuk mengambil tanah dari bumi, namun bumi menolaknya,Bumi pun memelas dan menangis kepada Jibril, Ia bersumpah dengan nama Allah bahwa Ia tidak sanggup menanggung beban manusia di bumi.

”Demi Allah, aku berlindung kepada-Mu dari utusan-Mu, agar Engkau tidak mengambil sebagian dari kami jika nantinya akan menjadi penghuni neraka”.

Mendengar itu, Jibril tidak kuasa mengambil apapun dari bumi, lalu kembali kepada Allah dan menceritakan alasan bumi yang bersumpah dengan keagungan Allah bahwa dia tidak memiliki kesanggupan untuk menanggung azab-Nya.

Allah lantas mengutus dua malaikat sekaligus yakni Mikail dan Israfil untuk turun ke bumi mengambil tanah. Lagi-lagi, bumi melakukan hal serupa dengan bersumpah membawa nama Allah. Kedua malaiikat ini kembali lagi kepada Allah tanpa membawa sedikitpun tanah, sama seperti Jibril.

Allah kemudian mengutus malaikat Izrail. Namun, malaikat ini tidak seperti dua malaikat lainnya. Karena Ia tidak mempedulikan bumi agar tidak mengambil tanahnya. Ia langsung memukul bumi dengan pedangnya dan bumi pun bergetar ketakutan, lantas malaikat Izrail mencabutnya segenggam. Meski Bumi sudah bersumpah atas nama Allah, namun Ia tetap mengambil tanah seraya berkata:

“Aku takut menyalahi (melanggar) perintah Allah, aku sama sekali tak akan melanggar perintah Tuhanku, walau dengan segala perendahan dirimu”.

Ketika Izrail mengambil paksa (mencabut) sebagian dari bumi, bumipun menangis merasa kehilangan tanahnya. Namun Allah berfirman bahwa apa yang sudah diambilnya dari bumi sebenarnya akan dikembalikan ke bumi.

Kemudian Allah berfirman kepada bumi: “Sesungguhnya kelak akan Aku kembalikan kepadamu apa yang Aku ambil darimu itu”. “Dari bumi (tanah) Kami jadikan kamu dan kepadanya Kami akan kembalikan kamu dan daripadanya Kami akan keluarkan kamu pada kali yang lain’. (QS. Thaha:55)

Kemudian, Malaikat Izrail membawa tanah itu di bawa menghadap Allah.

Namun kecemasan bumi akan kerusakan terhadapnya sudah benar-benar terjadi. Tidak hanya dari fisik saja, namun juga para penghuninya yang semakin melanggar. Namun Allah mencipatkan manysia sebagi pemimpin bukanlah tanpa Alasan. Maka dari itu, Hanya Allahlah yang tahu akhirnya.

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnyanakhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahuinya.” (QS. Al Ankabut 64)

SHARE ARTIKEL