Lupa Berbakti Kepada Orangtua? Siap-siap saja Ancaman Allah Ini Terbukti!


Wahai seorang anak, apa yang ingin kamu katakan ketika kamu dewasa kepada orangtuamu? Terima kasih ayah dan ibu atas apa yang kalian berikan, anakmu ini memang tak mampu mengembalikan apa yang sudah engkau berikan. Kemudian kalian pergi karena telah merasa mandiri, hingga akhirnya lalai untuk membahagikan kedua orang tua. Jangan sampai seperti itu ya, ketahui bahwa orang tua adalah poros dari kehidupanmu, layaknya matahari, mereka akan selalu ada pada setiap celah hatimu, serta setiap waktu akan terus ada di kisah perjalananmu.

Baca juga : Jangan Sibuk Cukur Alis, Ini Bulu yang Paling Dianjurkan untuk Dibersihkan!

Orangtua adalah sosok yang berjasa bagi kita. Sebagai seorang anak, berbakti kepada mereka seharusnya bukan menjadi sesuatu yang sulit. Mereka menyayangi, menafkahi, dan mendidik kita tanpa mengharapkan balasan sedikitpun. Maka aneh rasanya jika ada anak yang tidak memerhatikan atau bahkan menelantarkan orangtuanya di saat mereka menua.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ ، قَالَ : سَمِعْتُ قَتَادَةَ يُحَدِّثُ ، عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى ، عَنْ أُبَيِّ بْنِ مَالِكٍ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : ” مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا ، ثُمَّ دَخَلَ النَّارَ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ ، فَأَبْعَدَهُ اللَّهُ وَأَسْحَقَهُ “

Muhammad bin Ja’far menuturkan kepadaku, Syu’bah menuturkan kepadaku, ia berkata, Qatadah menyampaikan hadits dari Zurarah bin Aufa, dari Abu Ibni Malik dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda:

Barangsiapa yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup atau salah satunya, lalu setelah itu ternyata ia masuk neraka, maka Allah akan masukan ia lebih dalam lagi ke dalam neraka.”

Birrul walidain atau berbakti kepada orangtua hukumnya wajib. Banyak dalil yang memerintahkan untuk birrul walidain. Begitu juga banyak ancaman Allah bagi anak yang tidak berbakti pada orangtuanya.

Allah Ta’ala berfirman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya” (QS. Al Isra: 23).

Tidak berbakti kepada orangtua padahal punya kesempatan untuk melakukannya adalah suatu kehinaan yang luar biasa bagi seorang anak.

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

رغمَ أنفُ ، ثم رغم أنفُ ، ثم رغم أنفُ قيل : من ؟ يا رسولَ اللهِ ! قال : من أدرك أبويه عند الكبرِ ، أحدَّهما أو كليهما فلم يَدْخلِ الجنةَ

Kehinaan, kehinaan, kehinaan“. Para sahabat bertanya: “siapa wahai Rasulullah?”. Nabi menjawab: “Orang yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup ketika mereka sudah tua, baik salah satuya atau keduanya, namun orang tadi tidak masuk surga” (HR. Muslim 2551).


Baca juga : Inilah Berprasangka Buruk yang Dibolehkan, Cermati Sebelum Menghakimi!

Padahal, jika saja manusia tahu, bahwa ada pintu di surga bagi orang-orang yang berbakti kepada orangtua. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

الوالِدُ أوسطُ أبوابِ الجنَّةِ، فإنَّ شئتَ فأضِع ذلك البابَ أو احفَظْه

Kedua orang tua itu adalah pintu surga yang paling tengah. Jika kalian mau memasukinya maka jagalah orang tua kalian. Jika kalian enggan memasukinya, silakan sia-siakan orang tua kalian” (HR. Tirmidzi, ia berkata: “hadits ini shahih”).

Oleh karena itu, selagi masih ada, janganlah kita sia-siakan orangtua kita. Perbaikilah hubungan dengan mereka. Perhatikanlah apa yang menjadi kebutuhan mereka sebagaimana mereka selalu berusaha mencukupi apa yang kita mau.
loading...
Top