Inilah Doa yang Harus Dibaca Saat Memejamkan Mata Jenazah

Penulis Penulis | Ditayangkan 27 Feb 2017

Apabila seseorang dari kalangan muslimin berada dalam detik-detik kematian, maka dianjurkan kepada keluarganya untuk mentalqinkannya (menuntunnya) dengan kalimat syahadat.

Inilah Doa yang Harus Dibaca Saat Memejamkan Mata Jenazah

Dari Abu Sa’id al-Kuhdri r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Talqinkanlah (tuntunlah) orang-orang yang berada dalam detik-detik kematian di antara kamu dengan kalimat Laa ilaaha illallah.”(Shahih : Irwa-ul Ghalil no: 686, Muslim II:631 no:916, ‘Aunul Ma’bud VIII:386 no:3101 Tirmidzi II:225 no:983, Ibnu Majah : 464 dan Nasa’i IV:5).

Rasulullah saw. menyuruh mentalqinkan orang yang menjelang wafat hanyalah mendambakan agar mengakhiri ucapannya dengan Laa ilaaha illallah.

BACA JUGA: Inilah Keutamaan Hikmah Dibalik Keguguran dan Kematian Anak

Dari Mu’adz bin Jabal r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa yang akhir bicaranya (menjelang wafat) adalah Laa ilaaha illallah, niscaya ia masuk syurga.” (Shahih: Shahih Abu Daud no : 2673 dan ‘Aunul Ma’bud VIII: 385 no : 3100).

Lantas, adakah doa yang di baca saat memejamkan mata untuk si mayyit ?

Dari Ummu Salamah r.a, ia berkata, Rasulullah saw. masuk kepada Abu Salamah dalam keadaan ia terbuka matanya (sudah meninggal dunia), maka dipejamkannya oleh Rasulullah saw., lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya ruh apabila telah dicabut diikuti oleh penglihatannya.” Maka para sahabat dari keluarga Abu Salamah berteriak.

Lalu beliau pun bersabda, “Janganlah kamu berdo’a atas diri kamu, kecuali yang baik. Sesungguhnya para malaikat mengamini do’a yang kamu panjatkan.” Kemudian beliau mengucapkan do’a

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِفُلاَنٍ (بِاسْمِهِ) وَارْفَعْ دَرَجَتَهُ فِي الْمَهْدِيِّيْنَ، وَاخْلُفْهُ فِيْ عَقِبِهِ فِي الْغَابِرِيْنَ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، وَافْسَحْ لَهُ فِيْ قَبْرِهِ وَنَوِّرْ لَهُ فِيْهِ

(Ya Allah ampunilah Abu Salamah dan angkatlah derajatnya pada golongan orang-orang yang mendapat petunjuk, gantikanlah dia pada urusan anak cucunya yang masih tinggal, ampunilah kami dan dia ya Rabbal “Alamin, dan lapangkanlah kuburnya baginya dan terangilah untuknya dalam kubur).” (Shahih: Ahkamul Janaiz hal.12, Muslim II: 634 no:920, ‘Aunul Ma’bud VIII: 387 no:3102 secara ringkas, Fathul Bari III: 113 no: 1241 secara panjang lebar).

BACA JUGA: Untuk Ukhti yang Sedang Haid, Ini Tips Menjaga Hati Tetap Dekat Dengan Allah
SHARE ARTIKEL