Ini Hal Mengejutkan dari Dokter Saat Lakukan Tes Darah!


Pernahkah kamu mengikuti tes dimana mengambil sedikit darahmu untuk diteliti dan hasilnya akan menggambarkan apa yang kamu keluhkan. Ya, tes darah memang adalah salah satu alat untuk mendiagnosa sebuah penyakit dengan cepat dan cukup biasa di kalangan umum. Mendeteksi gangguan pada tubuh melalui darah memang sudah dilakukan dari zaman yang cukup lama.

Para dokter akan dengan mudah mengamati apa yang terjadi di dalam darah yang sudah di ambil, sehingga akan mempercepat proses untuk mengetahui apa yang salah dari kesehatan pasien. Tapi apakah kamu tahu, bahwa tes darah juga dapat mengungkapkan usia biologismu sendiri, bahkan sampai risiko untuk terkena depresi?

Baca juga : Anak Sering Jajan Makanan Ber-MSG? Siap-siap Alami Dampak Ini Mulai Sekarang!

"Di dalam darah, kita memiliki 1.000 sampai 2.000 protein yang dapat diukur " kata Stefan Enroth, Ph.D., profesor imunologi di Uppsala University di Swedia.

Masing-masing protein melakukan beberapa tugas bagi kelangsungan kehidupan kita. Semakin dalam kita belajar tentang protein-protein itu, semakin kita dapat mengetahui apa yang terjadi di seluruh bagian tubuh kita.

Pengetahuan itu memberi dasar untuk diagnosis medis dan rencana pengobatan berbagai kondisi kesehatan. Kamu mungkin akan terkejut apa yang bisa dokter lihat dari profil darahmu ketika di tes.

1. Setiap Sakit Flu yang Pernah Dialami


Seperti rekam medis, darah juga dapat mengungkapkan jejak virus atau sakit yang pernah dialami oleh seseorang. Menurut sebuah penelitian terbaru di jurnal Science, tubuh seseorang akan mengembangkan antibodi untuk menangkis penyakit dan jejak antibodi terus ada di dalam aliran darah selama sisa hidup orang tersebut.

2. Tingkat Kecemasan Pada Seseorang


Kecemasan atau stres bisa menimbulkan gejala fisik seperti ketegangan di bahu atau jantung berdetak lebih kencang. Peneliti dari Hebrew University di Yerusalem mengatakan, mereka bisa melihat seberapa tingkat kecemasan seseorang dari jenis protein tertentu di dalam darah.

Dengan memeriksa protein ini, dokter dapat menentukan apakah kecemasan seseorang masih terkontrol atau sudah di luar batas yang orang tersebut sangat sulit untuk mengontrolnya.

3. Tingkat Gangguan Emosi


Selama bertahun-tahun, para ahli percaya, adalah benar-benar tidak mungkin mengidentifikasi gangguan mood menggunakan tes darah atau scan otak. Tapi penelitian terbaru dari Austria berhasil mengidentifikasi zat kimia tertentu di otak, yang juga ditemukan dalam darah, dapat menunjukkan tingkat hormon hormon kebahagiaan seseorang.

Tes darah ini dapat membantu dokter meresepkan obat yang lebih efektif untuk mengobati depresi klinis, kata para peneliti Austria.

4. Risiko Alkoholisme


Sebuah zat kimia tertentu di dalam darah yang disebut "PEth", mungkin meningkat di kalangan orang-orang yang secara biologis rentan terhadap alkoholisme. Para peneliti yang berasal dari University of Illinois menemukan lonjakan PEth dalam darah mahasiswa yang sering terlibat dalam pesta minuman keras.

Zat kimia darah ini juga telah dikaitkan dengan alkoholisme di kalangan orang dewasa yang berusia lebih tua, dan dapat membantu dokter memberikan pengobatan yang lebih efektif untuk para pengguna alkohol.

5. Apakah Pernah Mengalami Gegar Otak


Gegar otak, pada beberapa kasus, tidak mengakibatkan gejala yang jelas dalam beberapa jam atau hari setelah insiden berlangsung. Hal ini adalah masalah besar, terutama bagi atlet. Jika seorang atlet menderita pukulan atau benturan kepala untuk yang kedua kali, sementara sebenarnya mereka sudah menderita gegar otak, ini bisa mematikan atau menyebabkan masalah kognitif jangka panjang.

Sebuah penelitian terbaru yang di muat di JAMA Neurology mengatakan, tes darah sederhana yang menggunakan protein sebagai penanda, bisa mengungkapkan apakah sebenarnya seseorang bisa menderita gegar otak atau tidak, hingga tujuh hari setelah terjadi benturan di kepala.


Baca juga : Pegawai Drive Thru Ini Lumuri Burger dengan Hal Menjijikan, Salah Satunya Darah Mens!

6. Risiko Terkena Alzheimer 10 Tahun dari sekarang


Sekelompok kecil protein di dalam darah dapat menunjukkan, apakah seseorang akan mengembangkan penyakit Alzheimer 10 tahun mendatang, demikian menurut sebuah studi oleh peneliti Inggris pada tahun 2015. Penelitian ini masih penelitian awal. Tetapi penulis studi mengatakan, identifikasi risiko individu sejak dini dapat membantu Anda dan dokter melakukan pencegahan dan rencana pengobatan yang lebih efektif.

7. Usia Seseorang


Usia kronologis adalah jumlah waktu yang telah berlalu sejak bayi dilahirkan. Sedangkan usia biologis, yang bisa dokter lihat dari hasil tes darah, mengacu pada berapa usia tubuh dan sistem internal seseorang dibandingkan dengan orang lain dalam kelompok usia yang sama, jelas Enroth. Misalnya, usia kronologis sekarang 42 tahun, mungkin saja usia biologis orang tersebut menyerupai orang usia 38 tahun, karena faktor disiplin menerapkan pola hidup sehat dibanding teman-teman seusianya.

Orang yang merokok, memiliki BMI tinggi, tidak berolahraga dan hobi makan atau minum yang manis-manis, biasanya memiliki usia biologis dua sampai enam tahun lebih tua dibanding mereka yang tidak merokok, memiliki BMi ideal dan tidak menyantap gula berlebihan.
Top