Bagaimana Bisa Air Hujan Terasa Tawar Padahal Asalnya dari Laut?

Komentar

pexels.com

Allah berfirman dalam surat An Nahl,

وَاللّهُ أَنزَلَ مِنَ الْسَّمَاء مَاء فَأَحْيَا بِهِ الأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

“Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran). ” (QS. An Nahl: 65)

Kita tahu bahwa air hujan berasal dari laut. Dan kita tahu laut itu memiliki rasa asin. Tapi, setelah menjadi air hujan rasanya menjadi tawar. Hingga, kita pun bisa meminumnya. Lantas, bagaimana bisa hal itu terjadi? Allah menjelaskan dengan banyak firmanNya di berbagai surat dalam Al Qur'an.

Dalam firman-Nya, Allah bertanya tentang air yang kita minum. Apakah kita yang menurunkannya dari langit atau Allah yang menurunkannya. Apabila Allah menjadikan air hujan dengan rasa asin dan pahit, maka adakah dari kita yang bisa mengubahnya menjadi air tawar.

Seperti yang kita tahu bahwa air hujan berasal dari penguapan air, 97% adalah penguapan air laut yang asin. Tapi Allah tetap menjadikan air hujan sebagai air tawar karena adanya hukum fisika sesuai ketetapan Allah.

Berdasarkan hukum Allah inilah yang membuat dari apapun air berasal, baik air danau dengan berbagai mineral, air laut yang asin ataupun lumpur, maka air hujan tetap tidak mengandung bahan lain. Air hujan tetap jatuh dengan bersih dan murni.

Sedang secara ilmiah, seperti dikutip dari kumpulanmisteri.com, matahari memancarkan energi ke permukaan bumi termasuk permukaan laut, dan setiap meter persegi mendapat energi rata-rata sekira 1 kilowatt, sehingga 1.000 joule per detik. Hal ini memberikan energi untuk partikel air di laut dan jelas melarutkan beberapa ion seperti, natrium dan klorida yang menyebabnya laut asin.

Meski molekul air lengket dan tetap berpegang pada molekul air lain karena mereka molekul dipol, sinar matahari dapat mematahkan ikatan molekul air tersebut, menahannya di dalam air, dan dapat melarikan diri sebagai uap air. Dari sini, uap air menuju atmosfer bumi dengan membawa kandungan beberapa zat terlarutnya.

ARTIKEL PILIHAN



Sementara itu, garam yang memiliki massa jenis lebih berat tetap bertahan di laut. Banyaknya konsentrasi garam di laut terus terlarut dengan datangnya hujan atau air dari sungai, namun jumlahnya tidak sanggup membuat air laut menjadi lebih tawar.

Di sisi lain, air yang kita minum tidak terasa asin karena mereka sudah mengalami proses pelapukan saat meresap di dalam tanah atau penyaringan. Di mana rasa asin dari mineral garam terlalu rendah konsentrasinya di dalam air.
Top