Setelah KB Suntik dan Haid Tidak Teratur, Bagaimana Agar Cepat Hamil?


Ilustrasi KB suntik

Ada sebuah pertanyaan dari seorang ibu yang sudah mengikuti program KB suntik 3 bulan selama 2 tahun. Dan selama itu tidak pernah merasakan haid sama sekali. Namun setelah lepas dari program KB tersebut masih saja belum mengalami haid, hingga lebih dari 1 tahun. Akhirnya bisa haid tetapi tidak teratur dan masih belum ada tanda-tanda kehamilan. Padahal lepas KB sudah lebih dari 1 tahun.

Dikutip dari hamil.my, KB suntik merupakan alat kontrasepsi model injeksi yang didalamnya mengandung zat hormon dengan tingkat pelepasan lamban ke dalam darah. Sehingga untuk menghilangkan efek atau pengaruh yang ditinggalkannya juga memerlukan waktu relatif lebih lama, sampai benar-benar hilang atau bersih, dan tingkat kesuburannya kembali normal atau seperti sebelum menggunakan kontrasepsi (pra KB). Pada umumnya, ovulasi akan kembali normal setelah 3 bulan KB suntik dihentikan. Namun kondisi pada beberapa wanita bisa berbeda, bisa 6 sampai 8 bulan, atau malah 2 tahun paska KB dihentikan, kondisi yang terakhir ini jarang terjadi.

Pada kondisi seperti ini, sebenarnya pola menstruasi sudah normal, mungkin efek kontrasepsi sudah hilang dari dalam tubuh. Sementara itu, untuk hamil kembali, mohon dicermati beberapa poin berikut ini:

1. Ovulasi, apakah menstruasi senantiasa diikuti oleh ovulasi atau tidak? Pengecekan ovulasi menjadi lebih mudah manakala siklus Bunda termasuk teratur, 28-30 hari sekali. Untuk pengecekan ovulasi ini, bisa dilakukan menjelang pertengahan siklus menggunakan berbagai cara, yang paling mudah adalah dengan menggunakan alat tes ovulasi strip test.

Baca Juga: Tips Hubungan Suami Istri agar Hamil Anak Perempuan

2. Kesuburan suami. Tingkat kesuburan suami merupakan faktor penting dalam proses pembuahan. Bisa diketahui hanya dengan analisis sp3rma. Untuk penjelasan dan hasilnya, Bunda bisa melakukan pengecekan langsung dengan dokter spesialis. Jika hasil analisisnya menunjukkan kurang baik, maka faktor ini sebaiknya diselesaikan dulu.

3. Frekuensi berhubungan. Idealnya, untuk mendapatkan keturunan, disarankan agar melakukan hubungan int!m 3 sampai 4 kali seminggu ketika masa subur. Semakin sering frekuensinya, maka peluang pembuahannya semakin besar.

Disarankan untuk mengkonsumsi makanan sehat dan sebisa mungkin hindari makanan cepat saji dan makanan olahan, istirahat yang cukup juga bisa membantu meningkatkan peluang pembuahan. Tentunya jangan lupa untuk terus berdo'a, karena hanya Allah lah sebaik-baiknya tempat kita meminta pertolongan.
Top