Ketika Harus Ditanya "Sisa Kembalian Boleh Didonasikan?", Inilah yang Bisa Kamu Lakukan!


Salah satu pertanyaan yang pasti membuat kesal setelah pertanyaan kapan lulus dan kapan nikah adalah kalimat satu ini. "Sisa sekian boleh untuk disumbangkan?", ya pertanyaan itulah yang membuat kita sebagai pelanggan mengatakan ya atau tidak saja sudah terasa berat. Salah satu pengalaman yang sama seperti halnya diatas pernah dialami oleh Putri.

Perempuan yang baru lulus dari Universitas Indonesia, Depok, tersebut, ternyata pernah  ditodong dengan pertanyaan itu ketika berbelanja di salah satu minimarket. Tidak mau menjadi pembeli yang hanya ‘memasrahkan hidup pada kasir’, Putri pun bertanya. “Didonasikan ke mana kah sisa uang belanjaan ini?”

Kasir perempuan yang ada di hadapannya menjawab, “Yayasan, mbak!”

Putri berniat merelakan, tapi ia kembali kritis bertanya, “Dari yayasan lalu untuk apa?”

Kasir menjawab singkat, “Natal”

Putri pun secepat kilat membatalkan sumbangan tersebut, meski uang kembaliannya berstatus receh. Entah apa yang dipikirkan Putri menarik kembali donasi tersebut, yang jelas ia tak sendiri karena banyak sekali pelanggan yang merasakan hal sama seperti itu.

Baca juga : Goldar O Acungkan Jari! Inilah yang Wajib Kamu Tahu Tentang Golongan Darah Tersebut

Belakangan ini menyebar di ruang-ruang obrolan seperti WhatsApp tentang struk belanja di mana uang kita akan terpotong otomatis Rp100 tiap kali melakukan transaksi pembelian. Tentu saja ini pencurian yang bersifat halus. Sebab, pembeli belum tentu sepakat dengan pemotongan tersebut. Lari kemana kah uang cepek tersebut? Tertulis dalam struk uang tersebut Donasiku untuk Negeri. Berembus kabar bahwa donasi itu untuk mempermulus pasangan calon yang akan maju ke kontestasi pemilihan kepala daerah ibukota.

Benar atau tidaknya kabar tersebut. Inilah yang bisa kita lakukan dengan kembalian uang receh yang sering melayang tersebut. Simak agar kita bisa lebih bijak dan dewasa dalam menyikapinya.

1. Sumbangkan dengan catatan.


Pasrahkan uang receh tersebut kepada kasir. Sebelum memberikan Anda boleh bertanya langsung kepada kasir uang tersebut akan terbang kemana dan untuk apa. Cek baik-baik, jika lembaga yang diajak kerja sama adalah lembaga atau yayasan kredibel seperti Dompet Dhuafa, Anda boleh bernafas lega dan memasrahkan uang receh tersebut.

2. Tidak perlu disumbangkan


Ini juga pilihan tepat, karena kuasa dan hak ada di tangan Anda. Apalagi jika yayasan dan peruntukan uang tersebut gurem bin tidak jelas. Seperti kasus Putri di atas. Lalu koin atau receh tersebut bisa Anda masukkan di celengan di rumah. Penulis sendiri punya kencleng peduli umat sebagai tempat untuk menaruh kembalian belanjaan.

Baca juga : Bukan Hanya Melangsingkan Tubuh, Diet Juga Punya Beragam Sisi Positif! Kamu yang Diet Pasti Setuju

3. Belanja di warung tetangga saja


Gerakan belanja di warung tetangga atau warung terdekat memang sedang gencar belakangan ini. Selain untuk pemberdayaan sekitar juga bisa sebagai ajang silaturahim atau ngobrol soal bola dan gosip politik terkini. Dan tidak di sini tidak kita temukan, pertanyaan yang membuat kita hafal di luar kepala “isi pulsanya sekalian?”, “”mau pakai kantong kresek?”, “ada kartu membernya?” dan “Sisa kembalian berkenan untuk didonasikan?”

Selamat berbelanja teman-teman!
loading...
Top
loading...