Huaoroni - Suku Primitif Amazon yang Ahli Berburu hingga Kaki Berevolusi


Huaoroni

Ada beberapa suku primitif yang jauh dari peradaban modern tersebar di beberapa bagian dunia. Nah, satu di antaranya adalah suku yang mendiami hutan hujan Ekuador timur. Seorang fotografer bernama Pete Oxford berhasil menjalin kontak dengan mereka dengan hasil yang menakjubkan. Demikian dilansir tribun travel.

Ada kurang lebih 4.000 orang di suku Huaronani dan hidup secara primitif di kawasan ini. Suku Huaorani tinggal jauh di Rio Napo, yang akhirnya mengikuti kawasan Amazon di negara tetangga, Peru. Huaorani, yang kadang-kadang disebut sebagai Waorani atau Waos, adalah suku Amerindian asli yang bahasanya sangat berbeda dengan daerah lain, bahkan tidak Quechua, yang digunakan secara luas di Ekuador.


Sungai Amazon

Suku ini adalah pemanjat pohon yang ahli dan juga berburu hewan menggunakan senjata tradisional. Biasanya mereka menggunakan panah beracun dan juga sumpit.


dailymail.co.uk

Sumpit sendiri adalah senjata yang digunakan untuk berburu dengan cara ditiup. Dari segi penggunaannya sumpit atau sipet ini memiliki keunggulan tersendiri karena dapat digunakan sebagai senjata jarak jauh dan tidak merusak alam karena bahan pembuatannya yang alami guys.

Gaya hidup mereka ini telah menyebabkan kaki mereka mengalami perubahan, sebagian dari mereka memiliki kaki yang datar dan memudahkan untuk memanjat pohon. Uniknya, beberapa dari mereka juga memiliki enam jari kaki guys.

Daging monyet adalah diet pokok mereka, termasuk babi dan burung toucans, juga rempah-rempah yang ada di hutan. Ekuador adalah rumah bagi 300 spesies monyet, uniknya tidak ada yang terancam punah. Pada 1990, pemerintah Ekuador mendirikan Waorani Etnis Reserve untuk melindungi hutan yang mereka tinggali ini.

Fotografer Oxford diterima sangat baik baik oleh suku ini dan melihat bagaimana cara hidup mereka.

"India Huaorani adalah suku yang sangat selaras dengan lingkungan mereka," kata Oxford.

"Salah satu kebahagiaan terbesar saya adalah menghabiskan waktu dengan orang-orang seperti saya sendiri. Saya sangat sadar ketika saya mengunjungi suku "asing" itu, sayalah yang asing, bukan mereka," tambahnya.

Berikut beberapa foto menakjubkan yang berhasil diambil.

dailymail.co.uk
Anak-anak menonton dari tempat tidur mereka dengan jaring-jaring mirip hammock yang digantung, sedangkan seorang wanita Huaorani memasak babi liar.

dailymail.co.uk
Seorang pria membuat sebuah perhiasan dari bulu burung dan menjualnya untuk wisatawan.


dailymail.co.uk
Kaki mereka telah berevolusi dalam waktu yang lama dan menjadi sedikit besar dan datar.

loading...
Top