Bos Kurang Ajar, Tega Bakar Karyawan Hanya Karena Tak Capai Target Penjualan!


Menjadi seorang pemimpin sebuah perusahaan, ada baiknya untuk selalu bersikap baik dan adil pada karyawan. Oleh karena itulah kalian yang mempunyai atasan yang ramah haruslah banyak berterima kasih. Karena beruntung untuk kalian yang telah mendapatkan pekerjaan di tempat yang nyaman dan kondusif seperti itu. Masih banyak perusahaan yang mengadakan penalti atau sanksi kepada mereka yang dianggap belum mampu memenuhi kebutuhan kerja.

Hukuman, sanksi atau pinalti mungkin bisa dialami oleh pegawai yang tidak baik bekerjanya. Namun seberat apapun hukuman yang diterima mungkin masih bisa ditolerir. Tidak demikian yang terjadi pada pria berusia 21 tahun ini.

Baca juga : Kurung Anaknya di Kamar Mandi, Ibu Ini Tega Biarkan Putranya Tidur Bersama Sisa Feses Selama Setahun!

Cerita yang tragis datang dari lelaki yang bekerja di toko yang menjual parfum mobil ini. Ia dilaporkan telah mengalami luka bakar di seluruh badannya. Insiden ini diceritakan oleh Mieyah Eyah melalui akun Facebook-nya.

Bukan Mieyah Eyah yang mengalami kejadian naas itu. Namun Mieyah Eyah menuliskan seperti ini dalam Facebook-nya.

“Dia buat adik kawan saya separuh mati disebabkan tak target sale meniaga di depan Maybank Perling setiap malam. Dibakar satu badan bila sale takde selama 3 bulan. Tapak tangan dan kaki dibakar. Macam mana nak buat sale. Gaji tak dibayar,”.

Korban adalah adik teman Mieyah. Dia nyaris mati hanya karena target penjualan toko yang berlokasi di depan Bank Maybank Perling tidak tercapai. Karena penjualan 3 bulan tidak tercapai, badan lelaki itu dibakar oleh bosnya. Selain itu gajinya juga tidak dibayarkan.


Baca juga : Kamera Google Tak Sengaja Potret Ibu-Ibu Jatuh dari Motor, Inilah Akhir Raja Jalanan!

Sementara itu, Ketua Polis Daerah Seri Alam, Superitenden Jokhiri Abd Aziz membenarkan bahwa mereka menerima laporan mengenai insiden tersebut. Menurut Jokhiri, korban juga dipercayai dipukul dengan rotan oleh majikan lelaki yang berusia 30-an tahun. Perkara itu terungkap selepas keluarga korban berkunjung ke kediamannya dan mendapati kondisinya sudah seperti itu. Saat ini korban dirawat di Hospital Sultan Ismail (HSI), Johor Bahru, malaysia, dan polisi masih memburu pelaku yang kini sedang melarikan diri.
Top