Bertambah Lagi Kelakuan Memalukan Orang Melek Hukum, Bertindak Semaunya


Seorang ibu-ibu yang mengaku sebagai pengacara juga marah-marah setelah anaknya menabrak orang. 

Jabatan ataupun status sosial seseorang tak mempengaruhi baik atau buruknya karakter orang tersebut. Faktanya banyak dari mereka yang mengenyam pendidikan tinggi malah melakukan perbuatan yang memalukan.

Contohnya, seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Jambi membuat geger netizen karena marah-marah pada petugas di bandara.

Pegawai Mahkamah Agung (MA) Dora Natalia dan seorang pria Aceh yang memarahi polisi juga menghebohkan dunia maya beberapa waktu lalu.

Kali ini, seorang ibu-ibu yang mengaku sebagai pengacara juga marah-marah setelah anaknya menabrak orang. Ia memaki-maki pada orang yang berkerumun meminta pertanggungjawaban anaknya. Demikian lansir tribun.

Bagaimana amarah ibu-ibu tersebut terlihat dalam sebuah video yang dibagikan akun Facebook Kusmando Kusman, Minggu (8/1/2017).

Baca Juga: "Betapa malunya aku mendengar kata-kata penjual rujak buah"

Di video itu, terlihat sejumlah orang berkerumun di sekitar mobil wanita berbaju kuning dan berkaca mata itu. Orang-orang berusaha meminta pertanggungjawabannya, namun si ibu malah marah-marah.

Ia bahkan sempat menarik hijab wanita di depannya. Ibu-ibu itu mengaku sebagai pengacara dan penegak hukum di republik ini. Digertak dengan kata-kata tersebut, orang-orang tak lantas takut.
Pasalnya, keluarganya memang baru menabrak orang.

"Heboh ibu-ibu yang ngaku pengacara ngamuk di jalan. Jadi ceritanya katanya anaknya nabrak seseorang tapi ibunya yang ngamuk-ngamuk mentang-mentang sama jabatan pengacaranya. Nabrak ya nabrak ajah bu, salah ya salah ajalah ngakuin atau paling gak ngrasa salah dan merendah minta maaf. Hmmmmm begitulah hidup gaes, yang nabrak malah lebih galak. Yang ditagih utang juga lebih galak dari yang nagih utang. Laif," tulis Kusmando.

Video ini juga diunggah akun @lambe_turah.
Menurut akun tersebut, kejadian itu terjadi pada Minggu (8/1/2017) sekitar pukul 13.00, di Sevel, Salemba, Jakarta Pusat.

loading...
Top