Benarkah Perawatan Kulit ke Dokter Bikin Ketergantungan?

Komentar


Walaupun telah berkali-kali disarankan untuk melakukan perawatan wajah ke dermatolog, wanita Indonesia seringkali merasa waswas untuk menginjakkan kaki ke klinik kecantikan kulit.

Banyak yang mengira atau pernah mendengar rumor bahwa perawatan wajah ke dermatolog dapat menyebabkan ketergantungan.

Seorang dermatolog dari Celv Clinic, dr Ruri D Pamela, SpKK yang ditemui dalam acara Celv Clinic Media Launching di Kristal Hotel, Jakarta, meminta wanita untuk tidak mengkhawatirkan hal tersebut.

“Kata ‘ketergantungan’ itu adalah kosakata baru di bidang estetika di Indonesia ini. Jadi sebenarnya tidak ada yang namanya ketergantungan untuk treatment apapun,” ucapnya.

Menurut dr Ruri, apa yang biasanya disebut ketergantungan ini adalah ketika kondisi kulit kembali seperti semula setelah berhenti perawatan wajah.

Hal ini tidak berarti bahwa kulit telah tergantung atau kecanduan pada perawatan tersebut. Namun, tanda-tanda proses penuaan yang selalu terjadi tampak lebih jelas ketika perawatan dihentikan.

Mengibaratkan kulit seperti sebuah mobil, dr Ruri berkata bahwa mobil yang rajin dipoles tentu akan tampak lebih indah. Namun, ketika lupa atau tak lagi dipoles, tentu penampilan mobil akan menurun kembali.

Oleh karena itu, dia pun menyarankan wanita untuk melakukan perawatan wajah secara teratur.
Top