Bedakan Hujan yang Bermakna Kebaikan dan Hujan Bermakna Azab!


Hujan. Sebuah sistem alam untuk menyeimbangkan siklus bumi menjadi stabil dengan perputaran uap air dari laut yang dihembuskan oleh udara panas, kemudian berkumpul menjadi satu pada titik tertentu, dan akhirnya dijatuhkan dalam butiran hujan. Hujan bukan hanya sebagai indikator bahwa musim telah memasuki musim basah yang berarti waktunya untuk bercocok tanam. Akan tetapi lebih dari itu, hujan bisa membuat musim kering yang lama dan berkepanjangan seakan sirna dengan turunnya hujan meskipun hanya beberapa hari, dan itu membuat banyak makhluk Allah SWT harus senantiasa bersyukur.

Setelah sekian hari udara begitu panas dan gerah, Allah SWT menurunkan buliran air dari lembutnya awan yang dinamakan hujan. Kehadirannya memang kadang tampak begitu menyenengkan bagi semua orang, namun juga sering datang di waktu saat orang-orang sibuk berlalu lalang di luar rumah sehingga seringkali menyalahkan hujan. Namun diantara yang menunggu kehadiran hujan, pastilah akan bersyukur dan bergembira karena hujan yang turun adalah salah satu bentuk dari rahmat dan kebaikan.

Baca juga : Banyak Dianggap Belum Mampu, Siapa Bilang Anak-Anak Tidak Boleh Berjihad?

Lalu bagaimana dengan hujan yang bermakna azab?

Di dalam Al-Quran sudah dijelaskan bahwa hujan memiliki dua istilah. Hujan yang mempunyai arti kebaikan, serta hujan yang bermakna azab.

1. Hujan yang memiliki makna kebaikan


Hujan yang mendatangkan kebaikan atau rahmat biasanya disebut dengan istilah ghaits غيث lihat surat Asy-Syura 28.

وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ ۚوَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ

Dan Dialah yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.

2. Hujan yang mempunyai arti azab


Dalam Al-Qur’an biasanya disebut dengan istilah مطر. Perhatikan beberapa surat dalam Al-Qur’an berikut ini:

Surat Al-A’raf 84
وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ

Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.

Surat Asy-Syu’ara 173
وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا ۖفَسَاءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِينَ

Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.

Annaml 58
وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا ۖفَسَاءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِينَ

Dan Kami turunkan hujan atas mereka (hujan batu), maka amat buruklah hujan yang ditimpakan atas orang-orang yang diberi peringatan itu.

Baca juga : Kata Seram Ketika Mulai "Serius", Rumah Tangga Pasti Rumit, Kalau Sederhana Ya Rumah Makan!

Meskipun begitu, hujan seringkali dianggap sebagai rahmat apapun yang didatangkan, tergantung dengan prinsip masing-masing pribadi. Akan tetapi, hanya orang yang mengerti dengan baik keimanannya yang bisa membedakan hujan tersebut adalah bentuk dari kebaikan ataupun teguran dari Allah SWT. Semoga kita bisa termasuk dalam golongan orang-orang tersebut yang senantiasa bertaqwa dan bertawakkal kepada-Nya.
loading...
Top
loading...