Anak Bisa Durhaka Karena Sikap Orangtua Seperti ini


ilustrasi malin kundang yang durhaka kepada ibunya

Setiap orangtua pasti ingin mempunyai anak yang cerdas, sholeh sholehah dan berbakti kepada kedua orangtuanya. Tapi terkadang keinginan itu tak diimbangi dengan tugas orangtua untuk mendidik dan memberi contoh baik kepada anaknya. Malahan saat anak berperilaku tidak baik pada orangtuanya, seringkali anaklah yang sering disalahkan.

Secara umumpun demikian, bahwa memang anak itulah yang berbuat durhaka pada orangtua. Tapi, jika kita melihat apa penyebabnya, maka salah satunya berasal dari orangtua itu sendiri. Bagaimana bisa?

Harus disadari bahwa orangtualah yang memiliki pengaruh besar kepada sikap anak-anak mereka. Karena itu, tabiat yang buruk pada anak bisa jadi disebabkan oleh didikan orangtua yang salah.

Sebagai contoh, salah satu sikap yang dapat menjadikan anak durhaka adalah sikap orangtua yang tidak adil terhadap anak dan hal ini harus dihindari, mengapa? Karena sikap pilih kasih dari orangtua terhadap anak bisa menyebabkan si anak merasa dengki, iri hati, benci, dan permusuhan di antara anak-anak sendiri. Jika hal tersebut terus dilakukan atau berlarut-larut, maka nanti ke depannya akan mengakibatkan pemutusan hubungan keluarga dan anak menjadi durhaka.

Baca Juga: Daripada Menangis Melihat Film Sedih, Lebih Baik Menangis Karena Allah

Mengenai sikap yang adil dan tidak pilih kasih terhadap anak-anak, padahal juga sudah diingatkan oleh Rasululah ﷺ dalam HR. Muslim kitab al-Hibah 13. Dimana Rasulullah mengingatkan umatnya untuk takut terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala serta berbuat adil terhadap anak-anak. Bahkan betapa pentingnya sikap adil orangtua kepada anak-anak hingga Rasulullah sendiri sampai mengulangi perkataannya tersebut sampai tiga kali agar tentu kita semakin paham dan mengerti.

Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Takutlah kamu kepada Allah dan berbuatlah adil terhadap anak-anakmu!” (HR. Muslim kitab al-Hibah 13)

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berwasiat dan mengulangnya hingga tiga kali,
“Adillah kepada anakmu, adillah kepada anakmu, adillah kepada anakmu!” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, dan Ibnu Hibban, dihasankan oleh al-Albani dalam Silsilah Shahihah no. 1240)

Beliau bersabda yang ditulis di dalam hadis sampai mengucap tiga kali agar kita harus adil terhadap anak. Imam Nawawi juga mendukung perkataan Rasulullah dengan mengatakan bahwa anak-anak sudah selayaknya mendapatkan pemberian yang sama dan tidak boleh dilebihkan serta disamakan (pemberian) baik untuk anak laki-laki maupun anak perempuan.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

اعْدِلُوا بَيْنَ أَوْلادِكُمْ فِي النُّحْلِ، كَمَا تُحِبُّونَ أَنْ يَعْدِلُوا بَيْنَكُمْ فِي الْبِرِّ وَاللُّطْفِ

Bersikaplah adil di antara anak-anak kalian dalam hibah, sebagaimana kalian menginginkan mereka berlaku adil kepada kalian dalam berbakti dan berlemah lembut. [HR. al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra no. 12.003]

Kisah orang tua yang pilih kasih ini bisa juga dilihat akibatnya dari cerita Yusuf dan saudara-saudaranya. Yusuf yang lebih dicintai oleh orangtuanya yakni ayahnya dibandingkan saudara-saudaranya sendiri, menyebabkan saudara-saudara Yusuf bersepakat dan bersekongkol untuk mencelakakan Yusuf sehingga menjadi anak yang jahat dan durhaka. Oleh karena itu, sebagai orang tua sebaiknya kita bersikap selalu adil dan tidak pilih kasih terhadap salah satu anak.
Top