6 Ciri Istri yang Baik menurut Rasulullah SAW


Menurut Islam, wanita adalah sumber kebaikan, ketenangan, dan keteguhan. Melalui wanita, generasi demi generasi terlahir. Ia menjadi fondasi utama dalam membina anak dengan mewariskan sifat-sifat kekhususan dan spiritualitas manusiawinya.

Banyak hadis yang telah menjelaskan cara memilih pasangan hidup untuk menciptakan anak yang saleh. Rasulullah SAW bersabda, “Perhatikanlah di mana engkau letakkan anakmu, dikarenakan ‘irq (gen) sangat berpengaruh.” Oleh karena itu, seseorang yang berharap mendapat keturunan yang berakhlak baik, sehat, rupawan, sudah seharusnya menaruh perhatian terhadap hal ini. Rasulullah SAW telah menjelaskan beberapa poin penting dalam memilih istri.

BACA JUGA : Suami Istri Bergandengan tangan di Tempat Umum

Taat Beragama
Hal yang paling utama dan terpenting dalam memilih istri adalah ia yang taat beragama. Sebagaiman pesan Rasulullah SAW, “Janganlah seseorang menikahi seorang wanita lantaran kecantikannya, karena ada kemungkinan kecantikan ini akan membuat wanita menjadi rendah dan hina. Dan jangan pula lantaran hartanya, karena harta mungkin dapat membuatnya melampaui batas. Dan nikahilah wanita karena agamanya.”
Ketaatan dalam agama menjadi syarat terpenting, karena agama mampu menjaga dan melindungi manusia dari berbagai penyimpangan  jiwa dan sosial.

Berakhlak Mulia
Rasulullah SAW bersabda, “Akhlak yang baik menandakan kemuliaan berbagai gen (al-a’raaq).” Hadis ini menerangkan bahwa akhlak dipengaruhi oleh faktor keturunan. Pembentukan akhlak dimulai sejak seorang anak masih berupa janin dalam rahim, pada masa menyusui, dan pada proses pembinaan pada masa kanak-kanak dan dewasa.

Cerdas
Untuk menghasilkan anak yang sehat dan cerdas, Rasullullah SAW memerintahkan agar menghindarkan diri menikah dengan wanita dungu. Beliau bersabda, “Hindarilah menikah dengan wanita dungu; bergaul dengannya adalah sebuah malapetaka dan anak yang lahir darinya tidak akan berguna.”

Postur Tubuh dan Wajah yang Menarik
Wanita yang berwajah rupawan, umumnya akan melahirkan keturunan yang rupawan pula. Selain itu, memiliki istri yang berwajah menarik dapat mencegah suami melanggar kesucian, karena pada umumnya, istri yang berwajah menarik dapat menyejukkan pandangan suaminya. Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik  adalah tatkala suaminya memandang wajahnya, ia merasa senang dan gembira.” Juga, “Sebaik-baik  adalah yang memiliki wajah nan indah.” Dan, “Sebaik-baik  umatku adalah yang indah wajahnya dan sedikit maharnya.”

Mudah Melahirkan
Kehadiran seorang anak akan mendatangkan kehangatan dalam keluarga. Anak merupakan pelanjut generasi setelahnya. Rasulullah SAW bersabda, “Nikahilah wanita yang sangat penyayang dan yang mudah beranak banyak (subur) karena aku akan berbangga dengan kalian dihadapan umat-umat yang lain”.

Berasal dari Keluarga yang Baik
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW pernah berkata, “Hindarilah tetumbuhan hijau yang tumbuh di tanah yang kotor (khadhra’ al-diman).” Kemudian seseorang bertanya apa yang dimaksud dengan tetumbuhan yang tumbuh di tanah yang kotor. Rasul mulia menjawab, “Wanita yang dibesarkan di lingkungan yang buruk.”

Sebagaimana diketahui, bahwa keluarga adalah lingkungan yang paling utama dan berpengaruh penting bagi perkembangan seseorang. Dan faktor genetika yang diwarisi dari keluarga memberikan pengaruh tidak hanya pada tubuh, tetapi juga akal dan akhlak yang berpengaruh pada spiritualitas seseorang. Dalam hal ini, hendaklah seseorang berhati-hati dalam menciptakan keturunan, dan tidak melalaikan faktor genetis.
loading...
Top