Hanya Dengan 5 Cara Ini, Bisa Bikin Anak Betah Dirumah yang Bernilai Edukasi

Komentar

Bagaimana cara agar anak betah di rumah? Ketika anak sudah memasuki sebuah sekolah pertamanya, yaitu TK, playgroup, atau bahkan paud anak sudah mulai berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman sebayanya. Komunikasi dan interaksi memang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, namun keseimbangan interaksi ini harus di kontrol agar anak tidak terlalu sering bermain atau ke luar rumah. Interaksi dikatakan sangat penting karena mengajarkan anak untuk belajar nilai kehidupan secara langsung, belajar untuk mempelajari orang lain, mengerti orang lain, dan juga dapat belajar mengenai sebuah aturan dan sebagainya.

Anak memang senang dengan hal-hal dan sensasi baru. Saat berada dalam masa ini ada beberapa anak yang pada akhirnya menjadi tidak betah di rumah dan akan sering bermain di luar rumah. Jika sudah begitu, orang tua wajib memberikan pemahaman bahwa hidup itu memerlukan etika, norma dan sebuah aturan. Contoh; jika sudah waktunya mandi, harus pulang terlebih dahulu, termasuk waktu makan juga, jangan sampai anak makan dirumah teman, karena hal ini akan menjadi kebiasaan yang kurang baik. Hal yang terpenting juga adalah menciptakan suasana rumah yang harmonis dan hangat antara orangtua dan anak, sehingga anak akan lebih betah untuk tinggal di rumah.

Untuk orang tua yang ingin mendidik anaknya dengan baik, berikut 5 cara agar anak lebih betah tinggal di rumah;

1. Ciptakan Suasana Rumah Yang Bersih & Nyaman


Banyak sekali slogan-slogan yang mengatakan bahwa 'rumahku adalah surgaku". Kalimat ini sangat berperan dalam membuat anak untuk betah tinggal di dalam rumahnya. Tatalah rumah Anda dengan baik, rapi, dan bersih. Dengan rumah yang bersih dan rapi secara tidak langsung akan membuat anak merasa nyaman berada di dalam rumah.

2. Ajarkan Anak Untuk Disiplin


Biasakanlah anak Anda untuk mengerti kapan waktu mandi, makan, tidur, dan yang paling penting adalah waktu shalat. Kebiasaan ini hendaknya dilakukan sedini mungkin, agar kelak ketika dia dewasa akan menjadi kebiasaan yang baik. Jika anak tidak terbiasa mempunyai jadwal sejak kecil, akhirnya cenderung menggunakan waktunya sembarangan. Jadilah orangtua yang aktif, yang selalu mengingatkan anak kapan waktunya untuk shalat, makan, mandi, dan tidur, agar dia terbiasa dan mengerti akan tanggungjawabnya.

3. Buatlah Kegiatan Yang Menarik Untuk Anak


Cobalah kenali bakat anak, jika hobi anak sudah diketahui oleh orang tua, maka hobi tersebut bisa dilakukan sebagai kegiatan anak di rumah. Orang tua harus jeli dalam melihat, dan mengarahkan bakat atau minat anak. Jika kegiatan itu tidak bisa dilakukan di dalam rumah, misal hobinya bermain musik, ikutkanlah anak dalam les atau komunitas musik yang bertujuan untuk mendalami hobi anak tersebut. Kegiatan yang terarah seperti ini akan lebih bermanfaat untuk anak, dan minatnya tersalurkan dengan cara yang tepat.

4. Berikanlah Fasilitas Yang Sewajarnya


Kehidupan anak pada masa tumbuh kembang membutuhkan permainan dan hiburan. Sebagai orangtua kita harus seoptimal mungkin memberikan hiburan dan mainan yang sesuai dengan kebutuhan. Belikanlah mainan anak yang bermanfaat dan sesuai kebutuhan, sehingga anak akan menjaga dan mengoptimalkan penggunaannya. Yang terpenting adalah memberikan anak kamar pribadi, sebagai tempat untuk menghabiskan waktu atau berekspresi.

5. Ciptakan Komunikasi & Keharmonisan


Suasana rumah yang hangat dan harmonis, kelak akan mempengaruhi perkembangan mental dan cara bersikap anak. Jika kehidupan keluarga selalu harmonis dan saling memperhatikan, maka bisa membuat anak merasa nyaman. Ketika sudah merasa nyaman, anak juga jadi betah berada di rumah dan menghargai orangtuanya. Ciptakan juga komunikasi yang baik dengan anak. Selalu lakukan pendekatan dengan anak, selalu ajak anak untuk berbicara. Jadilah teman yang baik untuk anak, teman berbagi cerita. Jika terjadi suatu masalah, sebagai orangtua jangan langsung menyalahkan, mengkritik, melarang, hal ini akan membuat anak merasa tidak betah di rumah. Jangan menjadi orangtua yang otoriter dan diktator.

Orangtua memang memiliki keinginan dan harapan pada anaknya, akan tetapi jangan semena-mena dalam menyampaikan keinginan dan harapan tersebut. Komunikasikanlah apapun dengan baik bersama anak, agar anak merasa nyaman dan tidak tertekan. Jadilah orangtua yang selalu ada buat anak Anda dalam keadaan apapun, agar hubungan Anda dengan anak selalu saling menyayangi, dekat, hangat dan harmonis.

Itu tadi tips membuat anak agar betah di rumah. Melarang anak ke luar rumah atau bermain di luar rumah tentu sama sekali bukan hal yang bijak. Berikanlah sebuah aturan, atau batasan yang jelas, dan juga kedisiplinan waktu, agar anak juga mengerti akan sebuah tanggungjawab, membentuk perilaku dan kebiasaan yang baik di masa mendatang. Semoga bermanfaat...

Top