Wahai Penggembala, Berbohonglah dan Biarkan Aku Membeli Dombamu!


Alkisah suatu hari dalam perjalanan menuju Mekkah, ketika Abdullah bin Umar sedang beristirahat, datanglah seorang budak penggembala domba dengan piaraannya.

“Wahai penggembala, aku mau membeli satu domba darimu!” teriak ibnu umar,

“Saya hanya hamba sahaya yang tak berhak untuk menjual domba-domba ini,” jawab penggembala.

“Katakan saja pada tuanmu, bahwa dombanya dimakan binatang buas,” sambung Ibnu Umar.

“Bukankah ada Allah yang mengetahui segalanya,” tegas penggembala.

Baca juga : Ali Bin Abi Thalib, Pemimpin Ke-empat yang Penuh Wawasan Hidup, Inilah Diantaranya!

Mendengar jawaban penggembala tersebut, Ibnu Umar tertegun. Ternyata seorang yang ia temui ini sangatlah jujur dan menjaga kepercayaan orang yang menitipkan hewan peliharaan kepadanya, hingga tanpa sadar, Umar pun menitikkan air mata.

Keesokan harinya, Abdullah bin Umar menemui tuan si penggembala dengan maksud akan memerdekakan budak penggembala. Bukan hanya itu, Ibnu Umar juga membeli semua domba-domba dan dijadikan hadiah kepada si penggembala.

Baca juga : Wahai Kaum Wanita, Tak Mau Tutup Auratmu Mulai Sekarang? Rasakan Ini!

Nah, dari cerita tersebut dapat disimpulkan bahwa meskipun tidak ada seseorang pun yang akan tahu tentang apa yang kita lakukan, terlebih lagi jika ada niat di dalam hati untuk melakukannya. Maka ketahuilah, bahwa Allah SWT akan senantiasa mengetahui apa yang kita hendak perbuat dan itupun jika kamu masih mau memikirkan kembali ketika ingin memulai sesuatu yang baik ataupun buruk.
Top