Tak Terima, Ayah ini Akan Kejar Kemanapun Jika Sampai Pembunuh Anaknya Lepas dari Jerat Hukum

Komentar

Sumingan, ayah korban sedang mengejar pelaku

Heri Purwanto, 24, pembunuh keji mantan istrinya Iin Tria Riana Dewi, 19, diadili. Majelis hakim, Horasman B Ivan mendatangkan empat saksi sekaligus dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Madiun, kemarin (29/11). Mulai penjaga Alas Jatiketok, Sudarsono, 58, serta Mariyadi, 53 dan ibu korban, Sarinem, 48, hingga kekasih korban, Sumarno, 27.

Dalam kesaksiannya, Sarinem tak dapat memaafkan mantan menantunya tersebut. Ibu mana yang hatinya tak terluka melihat anak bungsunya ditimpakan perbuatan keji hingga terenggut nyawanya. ‘’Tidak saya maafkan,’’ tegas Sarinem dalam kesaksiannya.

Pelaku sepertinya harus siap-siap mendapat hukuman lain. Hukuman itu dari orang tua Iin yang sangat membencinya atas kejadian pembunuhan tersebut. Dia sampai mendapat pengawalan ketat.

Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Madiun kemarin (22/12), dia sampai diapit dua petugas kepolisian dan dua petugas kejaksaan.

Baca Juga:

Hal tersebut dilakukan karena ayah korban, Sumingan, 48, yang menunggu di depan pintu samping Ruang Cakra berupaya melayangkan bogem mentah.

Empat petugas keamanan yang pasang badan melindungi terdakwa pun harus berjibaku meredam sekaligus mengimbangi amarah pria berbaju kotak-kotak biru itu.

''Saya tidak bisa memaafkan dia (pelaku, Red). Sampai kapan pun, saya tidak bisa,'' tegasnya dikutip dari JPNN.

Sumingan yang semula duduk di deretan bangku ketiga sebelah selatan tidak mengikuti sidang hingga selesai. Di pertengahan sidang, dia lantas meninggalkan ruangan dan menanti terdakwa keluar.

Baca Juga: Kasihan! Ibu ini Diturunkan dari Bus Karena tak Punya Uang Hingga Akhirnya Pingsan

Istrinya, Sarinem, 48, yang menggendong cucunya, Fahri Yurizal Alvero, ikut menunggu di pintu keluar.

''Jika masih hidup, saya bakal kejar dia terus sampai keluar dari penjara,'' jelasnya.

Sesaat setelah Heri meninggalkan kursi pesakitan, Sumingan dan Sarinem kompak melayangkan pukulan. Petugas pun harus mengelilingi Heri dan mengamankannya. Sumingan tidak melepaskan Heri begitu saja.

Hingga lebih dari 15 menit, Sumingan tetap menunggu dan menatap terdakwa yang telah masuk ke ruang tahanan.
Top