Tak Perlu Lagi Bayar Biaya Transfer Antar Bank, Pakai Saja "FLIP"!

Penulis Unknown | Ditayangkan 12 Dec 2016

Pengguna uang tunai pasti tahu jika transfer antarbank yang berbeda akan dikenai biaya. walaupun tidak besar, yakni sekitar Rp. 6.500, tapi uang tersebut bisa kamu buat beli 3 mie instan. Namun sekarang kamu tidak perlu khawatir, kan ada “flip”.

Tak Perlu Lagi Bayar Biaya Transfer Antar Bank, Pakai Saja

BACA JUGA: AWAS! Gigitan Kecil dari Hewan Ini Akan Membuatmu Alergi Daging Seumur Hidup! Kok Bisa?

Dikutip dari Okozone, Solusi tersebut diwujudkan dalam sebuah inovasi layanan transfer antarbank yang bebas biaya berbasis web. Cowok yang akrab disapa Ari itu pun menggandeng dua temannya, Luqman Sungkar dan Ginanjar Ibnu Solikhin untuk membuat startup yang diberi nama '#Flip'.

"Kami dulu teman sekampus yang sering saling berutang, tapi punya rekening bank berbeda-beda. Jadilah, kami mencoba mencari solusinya," ujar salah satu alumnus Universitas Indonesia (UI), Rafi Putra Arriyan, dinukil dari laman UI, Jumat (2/12/2016).

Awalnya, Ari hanya menciptakan system form online bagi para mahasiswa UI yang ingin bertansfer antar bank tanpa membayar biaya transfer. Alhasil, hanya dalam waktu empat hari, system itu mampu memutar uang hingga Rp.29 juta. "Kami lalu membuat sistem sederhana ini menjadi lebih profesional dengan membentuk startup," ucapnya.

Tak Perlu Lagi Bayar Biaya Transfer Antar Bank, Pakai Saja

Ari menjelaskan, layanan bisa diakses melalui https://flip.id/. Untuk menggunakan layanan tersebut, pengguna cukup mendaftarkan diri, kemudian melakukan transaksi transfer. Menurut dia, proses transfer memerlukan waktu 10 sampai 20 menit.

"Pengguna bisa mentransfer uang mulai Rp10 ribu hingga Rp5 juta setiap hari per akun. Sementara kami masih membatasi jam operasional transfer mulai pukul 09.00 hingga 16.30 pada Senin hingga Jumat," tuturnya.

Alumni UI itu juga menambahkan, ada 9 rekening bank yang aktif untuk melakukan transfer tanpa biaya. flip sendiri sudah mengantongi izin usaha dari Bank Indonesia (BI) sebagai perusahaan transfer dana.

Sedangkan modal pengembangan dan pembiayaan operasional didapat dari Direktorat Inovasi dan Inkubasi UI dan suntikan investor. "Semua komunikasi antarserver juga dienkripsi memakai Secure Socket Layers (SSL) sehingga data pengguna aman. Ke depan kami ingin membuat aplikasi ponsel pintar dari layanan ini," tukasnya.

SHARE ARTIKEL