Mengemban Misi Holy Journey, Pasutri Asal Malang Naik Sepeda Tandem Keliling Dunia!


Suami istri Hakam Mabruri, 34 tahun dan Rofingatul Islamiah, 34 tahun Warga Desa Gading, Bululawang, Kabupaten Malang. Berencana melakukan perjalanan keliling dunia dengan mengayuh sepeda angin. Keduanya akan menggunakan sepeda tandem. Misi perjalanan yang diperkirakan selama satu tahun itu, diberi nama Holy Journey, nantinya di setiap negara yang akan dilintasi itulah Hakam bersama Islamiah akan menyampaikan pesan perdamaian tentang Islam.

Baca juga : Lagi Musim Ujan Pengen Jalan-Jalan? Yuk, Kunjungi Tempat Wisata di Malang Satu Ini!

Rencananya Hakam dan Islamiah akan diberangkatkan Bupati Malang Rendra Kresna, pagi ini. Ia menyebut dibutuhkan dana sekitar Rp90 juta untuk berkeliling dunia. Nominal itu diperlukan untuk pengurusan dokumen, konsumsi, dan akomodasi. Sejauh ini, mereka baru terkumpul dana sebesar Rp10 juta hasil dari sumbangan donatur. Selain dari sumbangan Hakam juga melakukan penjualan souvenir berupa kaos dan sticker holy journey. Serta mendapat sumbangan sepeda tandem dari produsen sepeda asal Surabaya.

"Kalau persiapan mengayuh sepeda tandem sama istri baru 1,5 bulan berlatih dari rumah ke Kota Malang. Agar terbiasa mengayuh sepeda tandem," ucap Hakam.

Ia ingin mendatangi komunitas agama, berdiskusi tentang ajakan perdamaian. Menanamkan keberagaman menghargai minoritas, terutama di Myanmar dengan isu pembantaian muslim Rohingnya. Hakam mempunyai mimpi memperlihatkan wajah islam yang rahmatan lil alamin kepada negara yang ia lalui. Ia akan dibantu sejumlah komunitas sepeda di negara yang dilalui. Serta bekerjasama dengan peace generation sebuah forum perdamaian yang beranggotakan warga beragam negara dengan lintas agama.

Baca juga : Menyusuri Aleppo, Inilah Permata Cantik Suriah Sebelum Hancur Lebur Seperti Sekarang

Pasangan suami istri ini akan melintasi sembilan negara di Asia, dengan menempuh perjalanan sepanjang 6.755 km. Melintasi Indonesia, Malaysia, Thailand, Nepal, India, Arab Saudi, Yordania, Palestina, Israel dan Mesir.

"Sebenarnya Myanmar juga. Kami tetap akan mencoba melintasi Myanmar kalau situasi tidak memungkinkan akan kita skip langsung ke Nepal," ucap Hakam.
loading...
Top