Kakek 62 Tahun Ini Ikut Lari Maraton Sambil Bawa Tabung Oksigen

Penulis Penulis | Ditayangkan 06 Dec 2016

Kakek 62 Tahun Ini Ikut Lari Maraton Sambil Bawa Tabung Oksigen

Aksi Evans Wilson (62) mengikuti Seattle Marathon terbilang nekat. Bukan karena usianya sudah tak muda lagi, tapi ia sedang berjuang dengan penyakit paru-paru progresif, yaitu fibrosis paru dan hipertensi pulmonal.

Dokter pun protes dengan keinginan Evans mengikuti ajang lari maraton sejauh 26,2 mil atau 42,195 kilometer itu.

Menurut dokter, penyakit serius pada paru-paru itu bisa mengancam nyawa Evans. Bahkan dokter pernah memrediksi Evans hanya memiliki waktu untuk hidup selama 3 tahun setelah didiagnosis.

Namun, keputusan Evans sudah tak bisa diganggu gugat. Ia mengikuti lari maraton itu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penyakitnya dan mengumpulkan dana penelitian.

Denga perisiapan matang, Evans akhirnya tetap mengikuti Seattle Marathon. Hebatnya, Evans berlari sambil membawa tabung oksigen. Ia memakai masker oksigen sepanjang berlari puluhan kilometer untuk membantu pernapasannya.

Tak disangka, Evans berhasil menyelesaikan lari maraton dalam waktu kurang dari 11 jam. Sebelum didiagnosis penyakit paru itu, Evans memang sudah sering mengikuti kompetisi lari.

Dulu, ia mampu menyelesaikan 1 mil dalam waktu kurang dari lima menit. Namun, setelah diagnosis fibrosis paru, 1 mil bisa diselesaikannya hingga 1 jam.

Evans mendapat diagnosis fibrosis paru tahun 2011 setelah merasa nyeri di lututnya. Lama kelamaan, ia mulai sering merasa sesak, hingga sulit bernapas maupun berbicara.

Kemudian, ia juga terkena hipertensi pulmonal. Penyakit tersebut membuat jaringan paru-paru rusak sehingga juga memblokir pembuluh darah dari pengolahan oksigen.

Meski dokter pernah memperkirakan hidup Evans hanya 3 tahun lagi, nyatanya kini sudah 5 tahun berlalu.

Satu-satunya cara untuk meningkatkan peluang hidupnya saat ini adalah dengan transplantasi paru. Akan tetapi daftar antrean pasien untuk mendapat transplantasi paru sangat panjang.


Evans mengaku lari maraton kali ini sangat berat dan menyakitkan. Tetapi ia ingin berjuang untuk orang-orang yang terkena fibrosis paru. Dana yang dikumpulkan nantinya akan diserahkan ke Pulmonary Fibrosis Foundation.
SHARE ARTIKEL