Kabarkan Tol KLBM Akan Telan Dana Sekitar Rp 12,22 Triliun

Penulis Penulis | Ditayangkan 06 Dec 2016

Kabarkan Tol KLBM Akan Telan Dana Sekitar Rp 12,22 Triliun

Salah satu jalan tol baru yang segera akan dibangun adalah ruas Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) di Provinsi Jawa Timur.

Kepastian tersebut didapat setelah badan usaha jalan tol (BUJT), yakni PT Waskita Bumi Wirawa (WBW) menandatangani perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) dengan pemerintah.

Penandatanganan PPJT itu juga bersamaan dengan Jalan Tol Layang Jakarta Cikampek II.

"Manfaat dan kapan dibangunnya kedua tol ini sudah jelas, penandatanganan PPJT ini diharapkan membuat kedua tol ini bisa segera dibangun tanpa menunggu lagi groundbreaking-groundbreaking," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, selepas acara tersebut, seperti yang dilansir dari kompas.com.

PT WBW merupakan konsorsium dari PT Waskita Toll Road dengan kepemilikan 55 persen, PT Energi Bumi Mining sebesar 25 persen, dan PT Panca Wira Usaha yang memiliki saham 20 persen.

Jalan Tol KLBM yang dibangun sepanjang 38,29 kilometer ini diharapkan Basuki bisa menjadi solusi umtuk mengurai kepadatan lalu lintas, dan memperlancar distribusi yang mampu mengurangi biaya logistik nasional.

Pasalnya, Jalan Tol KLBM yang direncanakan bakal melintasi dua kabupaten yakni Sidoarjo dan Gresik nantinya akan terintegrasi dengan jalan masuk ke Pelabuhan Gresik. Pada gilirannya, biaya logistik akan lebih murah setelah tol tersebut beroperasi.

Rencananya, Jalan Tol KLBM akan dibangun mulai semester I-2017 dengan masa penyelesaian selama 24 bulan.

Perkiraan operasional sekitar Juli 2019 dengan proyeksi investasi sebesar Rp 12,22 triliun.


Pembangunannya dibagi dalam empat seksi, yakni Seksi I Krian-Kedamen (9,5 kilometer), Seksi II Kedamen-Boboh (9,1 kilometer), Seksi III Boboh-Bunder (10,57 kilometer), dan Seksi IV Bunder-Manyar (9,12 kilometer).
SHARE ARTIKEL