Hati-Hati! Buah Semangka yang Berongga Berbahaya Bagi Kesehatan

Komentar

Umumnya semangka berongga adalah yang ukuranya terlalu besar

Mungkin bagi kita makan buah apa saja tentu akan menambah nutrisi dan vitamin untuk tubuh. Tentunya buah yang layak makan ya. Namun ada fakta baru mengenai buah semangka dan mungkin tak banyak orang yang tahu.

Kesegaran buah semangka memang menggoda, apalagi dimakan tengah hari saat panas menyengat. Waow, benar-benar segar. Buha semangka dapat dimakan langsung atau pun dibuat menjadi jus penutup makan. Selain kandungan airnya yang menyegarkan, buah semangka tentu juga memiliki vitamin yang bermanfaat untuk kesehatan.

Namun, berkembangnya zaman justru semakin sulit untuk menemukan buah semangka yang benar-benar sehat. Pasalnya, banyak petani yang menggunakan pupuk berbahaya untuk menyuburkan tanaman semangka. Yang akhirnya justru merusak reputasi buah semangka.

Baca Juga: 4 Kebiasaan Remeh yang Bikin Tubuh Pegal Linu ini Terlalu Disepelekan

Hal ini pula yang terjadi pada petani di China, karena merugi setelah menggunakan pupuk yang mengandung bahan kimia. Melansir laman AWM melalui tribun solo, petani China tak mengetahui tentang kandungan kimia pada pupuk yang disebut forchlorfenuron. Pupuk ini pun kabarnya dapat membuat buah semangka memiliki ukuran 20% lebih besar dari semangka biasa. Tidak hanya itu, masa panennya pun bisa lebih cepat.

Berdasarkan penelitian dari Qingdao Academy of Agricultural Science, Cui Jian menyatakan semangka berbahan kimia ini akan mengganggu kesehatan. Beberapa penelitian telah dilakukan oleh Cui Jian melalui hewan dan terbukti menyebabkan kerusakan toksin. Nah, perlu kamu tahu juga semangka yang mengandung bahan kimia berbahaya ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut.


  • Perhatikan ukuran semangka, karena semangka yang mengandung forchlorfenuron memiliki ukuran lebih besar.


  • Semangka juga dipenuhi biji berwarna putih yang tak berisi.


  • Tidak hanya itu, jika kamu menemukan semangka yang bagian dalamnya memiliki rongga kosong pada daging buah, sebaiknya jangan dibeli apalagi dikonsumsi. Semakin banyak kandungan forchlorfenuron, maka akan seamkin besar pula rongga pada bagian inti buah semangka. Karena ternyata forchlorfenuron membutuhkan banyak ruang saat menyebar pada daging buah semangka sehingga berakibat munculnya rongga pada daging buah.


Sementara itu, untuk semangka tanpa kandungan forchlorfenuron, biasanya memiliki biji berwarna hitam atau kecokelatan dan nampak berisi. Nah, mulai saat ini, lebih jeli ya saat memilih buah untuk dikonsumsi!

Top