Frustasi karena Punya Sakit Yang Tak Kunjung Sembuh, Lansia di Solo Nekat Gantung Diri


Seorang lansia bernama Sugiyarti (60), ditemukan tak bernyawa di ruko miliknya di Jalan Lumban Tobing, Setabelan, Banjarsari, Solo, jawa Tengah (Jateng). Ia diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri akibat frustrasi penyakit gulanya tak kunjung sembuh.

Informasi yang dihimpun, saksi mata sekaligus tetangga korban, Surati mengatakan, Sugiyarti kali pertama ditemukan tergantung oleh anaknya, Fran Sisca Maya Septiana (13). Gadis yang akrab dipanggil Sisca itu bercerita kepada Surati melihat ada kaki tergantung.“Saya takut. Lalu, saya minta tolong ke warga dan anggota Linmas untuk memeriksa ruko,” kata Surati, seperti dikuitp dari laman okezone.com

BACA JUGA : Aliran Listrik ke 21 Ribu Rumah Putus Karena Gempa 7,6 SR Guncang Chile

Oleh warga, lanjut Surati, ruko lantas dibuka sebagian. Warga lantas mendapati Sugiyarti tergantung dan tampak dalam keadaan tak bernyawa. “Warga juga enggak berani apa-apa. Kami menunggu ada patroli polisi lewat. Saya kaget,” kata Surati.

Surati mengaku kaget lantaran lansia yang biasa berjualan nangka itu masih berjalan-jalan di pagi hari. “Padahal, paginya korban masih terlihat jalan-jalan di sekitar sini,” ujar Surati.

Surati mengaku, pernah mendengar curahan hati Sugiyarti yang mengaku dan tak kunjung sembuh. Bahkan, sekitar sepekan lalu Sugiyarti mengeluh kalau ia ingin mati.

“Sekitar sepekan lalu dia cerita ke saya “Saya ingin mati saja.” Ya jangan gitu budhe. Hidup mati itu urusan Tuhan. “Ora, aku pengen mati wae (enggak, aku ingin mati saja),'” ucap Surati menirukan dialognya dengan Sugiyarti.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Banjarsari, AKP Supardi membenarkan, adanya peristiwa gantung diri tersebut. Supardi menjelaskan, menurut hasil olah TKP dengan tim kesehatan dan identifikasi tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban.

“Setelah olah TKP dengan tim kesehatan dan identifikasi tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Saat ini korban kami bawa ke RSUD. dr. Moewardi,” kata Supardi.
loading...
Top