Entah Harus Bangga Atau Duka, Jakarta Dibangun Rumah Termewah dan Terkumuh Se-Asia

Penulis Cang Karna | Ditayangkan 08 Dec 2016

Entah Harus Bangga Atau Duka, Jakarta Dibangun Rumah Termewah dan Terkumuh Se-Asia

Wakil Presiden Jusuf Kalla menceritakan kesulitan pemerintah dalam menjaga situasi politik, ekonomi, dan sosial yang terjadi di Indonesia. Wapres memandang, ketiga indikator tersebut sama-sama memiliki keterikatan kuat.

BACA JUGA : Penelitian Orbit Bumi, Akan Terjadi Dimana Satu Hari Sama Dengan 25 Jam?

"Faktor politik, ekonomi, dan sosial itu keseimbangannya harus dijaga," kata Kalla, saat ditemui di Hotel Dharmawangsa, Jakarta.

Dalam menangani situasi politik, JK menilai, Presiden Joko Widodo telah berhasil membuat suasana jauh lebih kondusif, dengan melakukan serangkaian pertemuan dengan elite-elite politik. Dari sisi ekonomi, berbagai upaya pun telah menunjukkan titik cerah.

Namun menurut Wapres, permasalahan sosial masih menjadi masalah yang harus menjadi fokus perhatian. Persoalan ini, akan menjadi prioritas pemerintah ke depan untuk dibenahi, dengan menciptakan sebuah keseimbangan antara kaum mayoritas dan kamu minoritas.

"Keseimbangan pengusaha besar dan pengusaha kecil harus didorong. Jangan ada pengusaha yang menguasai ribuan hektare tanah, tapi warga kesulitan lahan," katanya.

Wapres pun mencontohkan, persoalan sosial yang terjadi di DKI Jakarta misalnya, rencana pembangunan hunian apartemen, yang ditujukan bagi kaum menengah ke atas. Hunian mewah semakin marak, tapi rumah tak layak pun masih ditemukan di sejumlah wilayah.

"Rumah sangat mewah di Asia ada di Jakarta. Tapi rumah yang paling kumuh pun ada di Jakarta. Terlalu tinggi gap-nya," ujarnya.

Oleh karena itu, Wapres menegaskan, keseimbangan politik maupun ekonomi nasional akan menjadi kunci utama, untuk mengatasi persoalan sosial yang ada di Indonesia. Ini yang akan dilakukan terus digenjot pemerintah ke depan.

SHARE ARTIKEL