Begini Kejadian Penikaman 7 Murid SD yang Mengerikan

Penulis Dzikir Pikir | Ditayangkan 14 Dec 2016

Begini Kejadian Penikaman 7 Murid SD yang Mengerikan
Ilustrasi

Kronologi penyerangan dan penikaman 7 murid SD di NTT menjadi trending topik lantaran kejadianya yang sungguh diluar dugaan.

Wakil Kepala Kepolisian Resor Kupang Komisaris Polisi Sriyati mengatakan, tujuh siswa yang menjadi korban penyerangan dengan menggunakan sebilah pisau oleh pria tak dikenal adalah murid kelas V SDN 1 Sabu Barat, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kejadian itu, kata Sriyati, bermula ketika jam pelajaran sedang berlangsung sekitar pukul 08.47 Wita. Saat itu, pelaku—yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya—datang memasuki ruangan kelas V SDN 1 Sabu Barat sambil memegang sebilah pisau.

“Pelaku saat itu langsung menuju ke bangku belakang dan mendekati seorang siswi yang bernama Naomi Oktoviani Pawali (11). Pelaku langsung memutar wajah anak tersebut dan menggorokkan pisau yang sementara dipegang ke leher Naomi,” ujar Sriyati.

Baca Juga: Stress! Pemuda Ini Menikam 7 Murid SD secara Membabi Buta

Setelah itu, dia melanjutkan, pelaku langsung mencari korban lainnya, lalu melukai leher serta menusuk tangan dan kaki mereka. Total korban sebanyak tujuh siswa. Melihat hal itu, siswa lainnya langsung berhamburan keluar lingkungan sekolah. Para guru sekolah pun berteriak histeris.

“Kebetulan di samping lokasi SD terdapat Kantor Koramil 1627/04-Sabu Raijua sehingga anggota TNI langsung datang dan mengamankan pelaku,” ucapnya.

Ini foto pelakunya,
Begini Kejadian Penikaman 7 Murid SD yang Mengerikan

Anggota TNI yang mengamankan pelaku kemudian berkoordinasi dengan polisi dan mengamankannya ke Markas Polsek Sabu Barat.

“Massa yang mengetahui dan mendengar kejadian tersebut langsung tersulut emosi dan secara berbondong-bondong mendatangi polsek dan meminta agar pelaku dikeluarkan dari ruang tahanan. Wakil Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke yang datang ke Polsek membantu polisi untuk menenangkan masyarakat yang sudah tersulut emosi dan amarah,” ujarnya.

Sriyati mengaku, meski telah ditahan, pelaku hingga saat ini belum diketahui identitasnya. Polisi juga belum bisa mengambil keterangan darinya secara detail.


SHARE ARTIKEL