120 Triliun Rupiah Dianggarkan Untuk Kebutuhan Belanja Modal PLN Di Tahun 2017

Komentar


Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Perusahaan Listrik Negara menetapkan belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp120 triliun dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2017. RUPS tersebut digelar di Kementerian BUMN, yang dipimpin oleh Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah.

BACA JUGA : Dianggap Menghambat Pembangunan. KPK Siap Bongkar Dugaan Korupsi Proyek Listrik

Direktur Utama PLN, Sofyan Basir mengungkapkan, belanja modal yang telah ditetapkan tersebut meningkat dibanding 2016. Hingga akhir tahun, belanja modal perseroan telah mencapai Rp80 triliun.

"Capex-nya Rp120-an triliun untuk tahun 2017, tahun ini Rp70- 80 triliun jadinya (terealisasi)," kata Sofyan usai RUPS di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta.

Sofyan menjelaskan, belanja modal tersebut akan digunakan untuk pembangunan pembangkit listrik baru, distribusi, hingga pembangunan transmisi. Upaya ini dilakukan untuk mengejar rasio elektrifikasi dan percepatan proyek kelistrikan nasional. "Tapi yang terbesar untuk distribusi dan transmisi," kata dia.

Untuk capaian 2016, ia menyebut rasio elektrifikasi Indonesia sudah mencapai 88,9 persen. Kondisi ini, menurut dia, adalah sebuah pencapaian yang akan terus ditingkatkan pada tahun depan. "Tahun ini tercapai 88,9 persen sampai kemarin," kata dia.

Sementara itu, terkait dengan target laba perseroan, ia menyebut masih menunggu persetujuan dari menteri BUMN untuk mempublikasikannya. Namun, ia membocorkan target pendapatan perusahaan akan dinaikkan sembilan persen dari 2016. "Naik sembilan persen kalau enggak salah," kata dia.
Top